Pages

Showing posts with label Software. Show all posts
Showing posts with label Software. Show all posts

Wednesday, May 11, 2011

Macam - Macam Testing Dalam Software Dan Hardware

Testing adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah development (pengembangan) sistem informasi begitu juga dalam commercial software (perangkat lunak komersil/yang di jual ke publik) dan biasanya testing tidak terlalu diperhatikan lebih sebagaimana mestinya. Testing biasanya dilakukan setelah tahap  coding selesai dan sebelum tahap publikasi / finishing. Testing dilakukan dalam software dan hardware yang baru ataupun yang sedang direvisi/diperbaiki.

Software Vendor (Penjual Perangkat Lunak) yang menyediakan software infrastruktur yang kritikal/penting seperti Sistem Operasi harus melakukan sejumlah testing kepada ribuan penggunanya (user), yang dimana mereka mengharapkan perbaikan-perbaikan atau kemajuan di versi software berikutnya yang mereka gunakan. Mereka lebih mengharapkan hal tersebut daripada mencoba sebuah buggy software (perangkat lunak yang punya banyak kesalahan/error/tidak stabil) dan melaporkannya ke vendor.

Berikut ini adalah ringkasan jenis-jenis / tipe-tipe atau macam-macam testing yang dikumpulkan saya sebagai penulis.
Semua jenis testing ditulis dalam bahasa Inggris, karena jika diterjemahkan, akan terasa aneh baik bagi penulis dan mungkin juga bagi pembaca.
Test = Uji coba

Acceptance Test
Test yang dilakukan oleh user-user / pengguna terhadap sistem yang baru atau sistem yang telah diubah dengan tujuan memperoleh persetujuan terhadap sistem yang sedang di testing dan go live (siap dipakai). Dikenal juga sebagai UAT (User Acceptance Test)..

Active Test
Melakukan test data dan menganalisa hasilnya. Kebalikan dari "Passive Test" (liat dibawah).

Ad Hoc Test
Test non-formal tanpa Test Case (lihat bawah).

Age Test (aging)
Mengevaluasi kemampuan sistem dalam melaksanakan tugas2nya di masa yang akan datang. Untuk melakukan test ini, hardware dan/atau data uji coba dimodifikasi ke tanggal yang akan datang

Alpha Test
Tahapan testing paling awal di sebuah laboratorium. Setelah itu, baru release Beta Testing.

Automated Test
Menggunakan software untuk menguji coba software (A Software Testing a Software).
Walaupun begitu, testing ini masih memerlukan intervensi manusia untuk memonitor tahapan2/langkah2 dari analasis atau error yang ada.

Beta Test
Test yang dilakukan oleh end users (pengguna akhir). Tahap testing yang dilakukan setelah Alpha Testing.

Black Box Test
Test terhadap software yang didasarkan atas hasil keluarannya saja (output) tanpa pengetahuan mendalam tentang kode-kode atau logika yang terdapat didalam software tersebut. Kebalikan dari "white box test" dan "gray box test."

Environment Test
Test sebuah software baru yang menentukan apakah semua transaksi antara input, output dan media penyimpanan berjalan sebagaimana mestinya.

Functional Test
Uji coba terhadap kebutuhan fungsional software, seperti menu dan kunci perintah (key commands).

Fuzz Test
Test terhadap software bugs dengan memberikan data yang dihasilkan secara acak.


Gray Box Test 
Uji coba software dengan adanya pengetahuan di kode / logika internal software tersebut. Kebalikan dari "white box test" dan "black box test."

Negative Test / Dirty Test
Menggunakan inputan yang salah/tidak sesuai untuk mengetes kemampuan error handling program.

Passive Test
Memonitor hasil dari sistem yang sedang berjalan tanpa melakukan tes data yang unik terhadap sistem. Kebalikan dari "active test" (diatas).

Recovery Test
Menguji kemampuan sistem untuk recover/pulih dari hardware atau software failure. Misalnya, gagal booting, overheat, overload data processing, transaksi putus karena koneksi down, dll. Apa yang akan terjadi?

Regression Test
Menguji coba software yang telah direvisi untuk melihat apakah fungsi-fungsi sebelumnya dapat berjalan dengan baik atau mengalami pengaruh.

Smoke Test
Menyalakannya dan melihat apa yang terjadi. (Testing untuk harware)

System Test
Testing keseluruhan di laboratorium dan di lingkungan pengguna (user environment).

Test Case
Sekumpulan data percobaan, program percobaan dan hasil tes yang diharapkan.

Test Scenario
Sekumpulan dari Test Case.

Test Suite
Kumpulan dari Test Case dan Tes Scenario yang telah dirangkum dengan detail.

Unit Test
Tes yang hanya dilakukan untuk satu komponen saja dalam suatu sistem. Kebalikan dari "system test."

White Box Test
Tes sebuah software dengan pengetahuan lengkap akan kode-kode / logikal-logika yang terdapat didalam software yang diujicoba. Kebalikan dari "black box test" and "gray box test."

Sumber : Answer.com
Diedit dan diterjemahkan seluruhnya oleh penulis.

Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang saya tau :D

Sunday, June 6, 2010

JD EDWARDS (JDE) - Catatan Minggu 3 - 4

Lanjutan dari artikel sebelumnya, JD EDWARDS (JDE) - Catatan Minggu 1 - 2

Gw ingin menaruh hal apapun yang gw ingat tentang JDE di artikel ini.
Diharapkan lewat artikel ke-2 ini, tulisan gw jadi sedikit lebih rapih..

Oke pertama, gw akan coba merangkum minggu 3 - 4 yang gw dapet.

1. Mengenai objek, variabel dan constant pada JDE
Objek dibuat lewat menu Add pada window OMW (OLB - Object Librarian Objects)

Variabel pada JDE dibuat dari tombol/icon menu DATA DICTIONARY. Variabel pada JDE sangat banyak jumlahnya karena disesuaikan dengan jumlah field pada TABLE. Tetapi pada dasarnya hanya terdiri dari beberapa jenis (jika dibedakan menurut Data Type -nya. Hanya saja pembedaan pada Size nya lah yang membuatnya terbagi menjadi banya variabel berbeda.)

Constant pada JDE dapat dibuat lewat tombol/icon CONSTANT pada menu. Bisa dijuga dibuat dari drag n drop dari Bussiness View yang kemudian di DISCONNECT dan di delete variabel yang mengikutinya. (cth: constant dari DOCO)



2. Mengenai Prossesing Option (PO) pada Data Structure di OLB.
Prossesing Option dibuat dari -> Add -> Data Structure pada OLB.
Digunakan jika dibutuhkan inputan manual dari user. Contoh: mengisi nama (sifatnya selalu berubah-rubah, karena nama yang digunakan bisa berbeda pada setiap report yang mau dicetak)

Untuk saat ini, gw juga belum paham benar tentang PO. Tapi kira-kira begitu.

3. Fetch Single, Fetch Next sebagai JOIN jika pada SQL.
Pada JDE, untuk melakukan JOIN pada table, ataupun menghubungkan table lain yang tidak berhubungan pada BV yang dibuat, untuk di-fetch ke report, dapat menggunakan fungsi ini.
Jika diibaratkan dengan SQL, maka:

Fetch Single --> berarti statement WHERE xxx = xxx hanya untuk PRIMARY KEY saja. Kemudian field lainnya di-fetch / ditarik datanya.
Fetch Single hanya menggunakan 1 baris code.

Fetch Next --> berarti statement WHERE xxx = xxx bisa untuk semua key field (Primary ataupun tidak). Kemudian field lainnya di-fetch /ditarik datanya.
Fetch Next harus memiliki rules statement sebagai berikut:
- Open (pilih table yang mau di-fetch)
- Select (pilih key yang mau di cocokan / di WHERE )
- Fetch Next ( pilih field/key yang mao di-fetch)
- Close (pilih table yang di close)

4. Deploy
Sepertinya artinya menupload ke versi web applicationnya.. Jadi segala aplikasi/report/dll. yang sudah kita buat di fat client, kita upload ke web.
Proses deploy ini cukup belibet..
Ntar gw salin aja di artikel selanjutnya.. hahaha


Tentunya yang gw tulis disini hanya sebagian kecil aja. Sebenarnya yang gw pelajari cukup banyak n ngejelimet dan tidak mungkin gw rangkum dengan detail.
Untuk kemudiannya, gw hanya akan merangkum hal-hal yang sulit untuk gw ingat.
Sekali lagi, namanya juga catatan pribadi :p

Saturday, May 15, 2010

JD EDWARDS (JDE) - Catatan Minggu 1 - 2

ERP - JD.EDWARDS (JDE)

Sebelum iseng mao baca ini artikel, diharapkan anda dan saya mengerti tentang hal dan konsep-konsep sebagai berikut:
1. ERP (Enterprise Resources Planning)
2. Development Process / SDLC
3. Database / Data Warehouse / Data Mining
4. Software ERP / Vendor2 ERP

Sebenarnya point 1 sudah merangkum point 2, 3 dan 4. Saya tentunya tidak akan membuat artikel tentang ke-4 hal tersebut, karena blog ini bukanlah blog informasi dan tutorial, melainkan lebih kepada blog catatan pribadi  yang masih baru umurnya dan isinya "gado-gado" namun berisi informasi yang gak kalah MANTAP dengan blog yg lain. HAHAHAHA

Ok, back to the topic.
Dengan mengerti ke-4 hal tersebut, diharapkan dengan membaca artikel ini lebih mudah, walaupun gw gak menjamin.

Setelah sekian sebentar (bukan lama) berkecimpung dalam dunia programming , akhirnya lepas sebentar dari dunia dot net, php dan java. (wkwkw... gaya, padahal bisa aja kaga :p )

2 minggu ini belajar JDE. Tidak banyak yang gw pelajari, karena gak dapet bimbingan sama sekali. Cuma dapet bimbingan 2 jam melalui slide presentasi, selanjutnya gw dilepas sendirian otak atik JDE selama 2 hari.
Hari demi hari dilalui..
Pertama langsung belajar buat report dan buat project dari EXERCISE yang ada di word (besarnya 3Mb ~.~!  dan file slide presentasi 13Mb Lol..)

Berikut hal-hal yang gw ketahui tercatat di blog ini:

  1. OMW (Object Management Workbranch)
    Untuk mengatur objek2 yang ada. Mengatur user role, create object, dll.
  2. UTB (User Table Browser)
    Untuk melihat field2 pada table yang mao digunakan untuk join di Business View (BV).
    Kedua tools diatas diakses melalui "Fast Path" pada JDE Solution Explorer.

    Di dalam OMW, kita dapat mengelola project2 yang ada di "fetch client" ataupun di server.
    Kita dapat check out, check in, save, restore, release token, dll. pada object yang telah dibuat.

    Kita juga dapat membuat Object Librarian Objects (OLB), Project Workbench, dll.
    Selama ini gw masih belajar buat OLB dan Project Workbench:
    Pada OLB , yang gw pelajari adalah membuat:
    1. Batch Application (Membuat Report)
    2. Batch Version (Version Report dari Batch Application yang uda dibuat, bisa di add new ataupun copy version).
    3. Business View (Membuat excact copy dari database)
    4. Data Structure :
        Terdiri dari Possesing Option (PO) dan Data Structure.
    5. Table (Membuat table)
    6. Interactive Application (Membuat form, kebetulan gw belum mempelajari)
    Dan masih banyak lagi..



    Istilah JDE:
    - Business View (V)
    Code Name : V571331 --> dimana V aturan baku penamaan untuk BV, dan 57 adalah kode reserved for client, 1331 adalah Table Name.

    - Table (F)
    Code Name: F1331 (uda aturan dari JDE)

    - Report (R)
    Code Name : R571331A atau R57133A1 (aturan baku penulisan objek)
    R --> mengacu pada jenis objek (dalam hal ini report).
    57 --> jenis kode reserved for client
    1331 --> kode BV yang digunakan pada report
    A --> kode yang ditentukan sendiri.


    Perlu diketahui, penamaan objek hanya dibatasi maximal 8 karakter.

    Sementara ini gw hanya menulis yang diingat dan sudah dipelajari saja..
    Oh iya, pembelajaran ini sudah gw coba pahami dari tanggal 3 May jam 11.00 AM..
    Tentunya dengan berbagai masalah seperti :
    - Tidak ada komputer
    - Komputer lemot
    - Laptop yang rusak
    - Laptop yang rusak karena install updates windows (u know what I mean)


    Sampai akhirnya, pada saat artikel ini ditulis, laptop tsb ditukar 2x dan di install fresh WinXP SP2 Edisi Juli 2009.
    Hmm.. Setelah tuning2 sendiri akhirnya kelar deh urusan laptop ini (walaupun keyboard up arrow nya rusak.)
    Tinggal urusan install JDE yang masih membingungkan, maklum newbie di JDE.


    Lanjut ke Artikel 2 - Catatan Minggu 3 - 4

    Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang saya tau :p

    Tuesday, March 23, 2010

    SAP.. apa sih itu?

    Tepatnya pertengahan bulan Maret ini, pas lagi semangat-semangatnya cari informasi seputar IT.. eh nyantol deh ke SAP..

    Gw sendiri juga kurang ngerti apa sih itu SAP? Karena gw backgroundnya TI dan bukan SI, mungkin anak SI lebih mengerti mengenai SAP dan konsep dasarnya yaitu ERP.
    Berikut ini sedikit keterangan tentang SAP yg gw buat sendiri dengan menyadur dari berbagai sumber.

    Apa sih SAP itu?