Pages

Showing posts with label display. Show all posts
Showing posts with label display. Show all posts

Saturday, May 19, 2012

About Color Banding

Do you know about Color banding?

If you are working in design animation, video rendering, digital coloring and its friends, you must know well about this, otherwise you may unfamiliar with this. The only reason I post about this one because somehow it is interested me.

After read about the newest video encoding in 10bit depth, I accidentally know about what is the color banding is. I get this from watching my favorite anime with 10bit depth encoding. That's how I get know about color banding.

Color Banding sample


Banding happens when video is compressed or decompressed and similar colors get posterized. This undesirable, visible bands of color that can be distracting, and in some cases downright ugly. It can happen in many situation, like video, picture or games. If it is in a small area, we wont notice and nobody got annoyed. But if we see in a large area, a large screen, it will very-very disturbing our eyes.

There are quite a few ways to remove color banding. Everyone seems to have their own formula.And for those kind of matters, I dont have any knowledge to explain it in here.



Just collecting notes and sharing.. Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one.

Wednesday, March 23, 2011

Galaxy S vs Xperia Arc (Display Comparison)

Sebelum itu, mari kita kenal dahulu 3 teknologi yang sedang diatas angin pada saat tulisan ini dibuat (yang lagi Hot dibicarakan saat ini).

1. Super Amoled display dari Samsung (pada saat tulisan ini dibuat sudah ada Super Amoled Plus yang memiliki sub pixel dan pentile matrix lebih banyak dari Super Amoled (12 vs 8))
2. Bravia Display Engine (LED backlit LCD) dari Sony Ericsson atau yang lebih dikenal Reality Display
3. IPS-LCD ato lebih dikenal sebagai Retina Display dari Apple

Sebenarnya sudah ada 2 teknologi yang pada jamannya dulu adalah yang terbaik, yakni Super LCD (S-LCD) dan AMOLED. Namun hanya dibutuhkan 1-2 tahun saja perkembangan terhadap layar OLED ke AMOLED , AMOLED ke S-AMOLED dan terakhir ke S-AMOLED PLUS (menakjubkan bukan perkembangan teknologi manusia? :p )

Ok, pada artikel kali ini, saya akan mencoba membandingkan teknologi layar yang lagi di atas angin tsb, dalam hal ini layar Xperia ARC yang baru saja resmi release di Indonesia dengan BRAVIA-nya dan Super Amoled dari Samsung Galaxy S yang sudah lama ada sejak juli tahun 2010.

Sekedar info, S-AMOLED adalah nama teknologi dari Samsung, yaitu perkembangan lanjut dari layar AMOLED dan OLED.
Sedangkan Bravia Display adalah nama teknologi yang ada pada TV LCD Sony.
Dan Retina Display adalah penamaan teknologi display oleh Apple untuk Iphone 4 dan Ipod 4gen nya.
Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya, namun dari segi penilaian "layar saja", anda bisa membandingkan sendiri lewat gambar berikut:

Perbandingan singkat ini hanya saya tampilkan dalam bentuk gambar, sisanya anda bisa nilai sendiri
Nampak warna pada Super Amoled lebih berwarna walaupun tampak kebiru2an akibat dari kelemahan pada layar OLED/AMOLED



Terlihat, kalau perbandingan pada gambar ini hampir setara. Sama-sama cerah, berwarna dan jelas.



Pada gambar terlihat Xperia Arc menampilkan ketajaman detail pada gambar lebih baik



Pada layar monitor saya, hampir tidak menemukan perbedaan signifikan, kecuali jika anda jeli, maka terlihat warna pada Xperia Arc lebih pudar walaupun lebih detail.



Xperia Arc terlihat lebih cerah untuk gambar ini.



Hampir sama seperti diatas, Xperia Arc terlihat lebih cerah dan tajam dan warna Galaxy S lebih pudar.



Entah kenapa pada gambar ini, saya melihat Galaxy S lebih cerah dibandingkan dengan Xperia Arc dan Xperia Arc lebih berwarna.

Penilaian ini dibuat seobjektif mungkin, walaupun saya tidak dapat memastikan kevalid'an data/gambar diatas (dari segi brightness pada ponsel, lokasi pemotretan, cahaya ruangan, serta resolusi/warna pada kedua gambar) karena gambar tersebut diambil dari internet. Dan penilaian juga didasarkan atas mata dan monitor LCD saya.
Spek layar Arc: 4.2 inch LCD, 480 x 854 pixels, 16juta warna
Spek layar Galaxy S: 4 inch LCD, 480 x 800 pixels, 16juta warna

Menurut penilaian pribadi, saya menganggap Xperia Arc layak menyandingi layar S-AMOLED dan pada beberapa kasus (tergantung selera mata anda), Xperia Arc terlihat lebih superior dibanding Galaxy S dan bisa anda dapatkan dengan harga lebih murah dari Galaxy S S-AMOLED.



Untuk yang penasaran dengan perkembangan OLED dan S-AMOLED bisa baca artikel saya -> disini <-
Yang sudah baca dan penasaran ingin membandingkan S-AMOLED dengan Super Amoled Plus bisa baca sumber terpercaya dibawah ini:



http://www.displayblog.com/2011/02/22/samsung-super-amoled-plus-dumps-pentile-matrix-goes-real-stripe-rgb/
http://www.oled-info.com/super-amoled-plus-resolution-mystery
http://www.oled-info.com/super-amoled-plus-resolution-explained

Hope it useful for you! :)

Catatan:
Semua gambar adalah hak cipta dari alamat web yang bersangkutan (tercetak pada gambar)

Saturday, February 19, 2011

LED, LCD and Plasma Technology Summary

Judul yang basi sebenarnya karena ini lebih tepat dibahas sekitar 1-2 tahun yang lalu. Tapi sekarang LED TV lagi hot-hot nya di Indonesia (setidaknya semenjak tahun 2010 karena sudah mulai terjangkau :p ) sedangkan LCD TV mulai memasyarakat semenjak tahun 2008 :)

CCFL = Cold Cathode Fluorescent Lamp
 


Plasma Display













LED = Light Emitting Dioda


LCD TV telah lama mengambil alih pasar CRT TV (TV Tabung/Cathode Ray Tube) di Indonesia. Tidak terlalu lama, hanya selang beberapa tahun sudah muncul teknologi inovasinya.


Orang percaya bahwa teknologi LCD (Liquid Crystal Display) lebih praktis dan jauh lebih baik daripada teknologi CRT (Cathode Ray Tube). Tidak ada panas berlebih pada TV, TV menjadi lebih ramping karena tabung vakum ditiadakan, layar menjadi lebih lebar, kontras rasio semakin ditingkatkan, sudut pandang / viewing angle juga ditingkatkan, dan warna pada LCD juga semakin mendekati warna asli dalam kehidupan nyata.

Inovasi dari LCD yang saya sebutkan sebelumnya adalah teknologi LED. LED pada dasarnya adalah sebuah LCD yang menggunakan LED sebagai alat pencahayaan (backlighting device). Perbedaan mendasar antara LED TV dan LCD biasa hanya pada backlighting device tsb. LCD biasa menggunakan CCFL.

Plasma TV juga merupakan sebuah alternatif teknologi layar datar disamping 2 hal yang saya sebutkan di atas. Plasma TV lebih dulu ada sebelum teknologi LED TV muncul. Kurang tau tepatnya kapan karena keterbatasan waktu untuk fact finding :D
Plasma TV menggunakan plasma cell yang terbungkus dalam suatu bilik/ruang untuk menghasilkan variasi warna. Kelebihan yang paling utama pada Plasma TV dibandingkan dengan LCD or LED TV adalah lebarnya viewing angle (sudut pandang), lebih dari 75 derajat, anda tetap dapat mendapatkan tampilan yang baik pada saat menonton di Plasma TV.
Kelebihan lainnya adalah contrast ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan LED TV sekalipun.
Kelemahan dari Plasma TV (karena layarnya adalah kumpulan dari partikel gas yang berpendar), jika anda mendiamkan (melakukan pause) atau berkutat pada satu gambar yang sama terlalu lama, sebutlah 1 jam, layar akan terasa mengimpresikan tidak ada perubahan pada warna/gambar.

Secara garis besar, kelebihan dan kekurangan antara LCD dan Plasma saling bersilangan.
TV dengan resolusi tinggi, kontras warna yang baik, response time yang cepat telah membawa kita pada dunia entertaiment yang tidak terbatas.
Kehadiran feature 3D dengan menggunakan bantuan kacamata 3D untuk menterjemahkan tekstur 2D menjadi 3D juga sudah menjadi tren.
Apalagi sekarang ada beberapa perusahaan yang telah menginovasi teknologi TV 3D tanpa menggunakan alat bantuan.
Hal ini tidak dipungkiri oleh meningkatnya jumlah penyedia layanan TV kabel yang mampu mentransmisikan gambar berkualitas tinggi, uncompressed, ke end-user, yang biasa disebut HD (High Definition).

Sampai saat ini, perkembangan teknologi layar TV terus berkembang sangat pesat.
Pilihan apakah membeli Plasma TV atau LED TV adalah kebutuhan pengguna.
Saya sendiri lebih tertarik dengan LED TV disamping kelemahan2 yang ada pada LED TV dibandingkan dengan Plasma TV.

Saturday, November 6, 2010

SUPER AMOLED Display

Kali ini gw buat tulisan yang menurut gw penting untuk nambah2 pengetahuan teknologi, jadi gw akan menggunakan bahasa yang agak formal (tentunya bukan pada kalimat ini hehehe)

Tahukah anda bahwa teknologi display gadget akhir-akhir ini berkembang pesat?
Dari yang saya kenal berupa LCD monokrom, CSTN / STN, TFT, TFD, UFD, OLED, dan AMOLED. Gadget/handphone/smartphone/dll menggunakan layar TFT LCD pada umumnya (yang saya temui pada hp non-touch screen).
Pada device touch screen, biasanya mengadopsi layar TFT LCD, OLED, AMOLED dan yang paling terbaru SUPER AMOLED.
Jika anda penasaran pada singkatan dan teknologi-teknologi diatas, disarankan gali informasi itu sendiri yaa :)

Pernahkah anda mendengar tentang layar SUPER AMOLED ?? Dahulu lebih dikenal dengan teknologi AMOLED pada touch screen device keluaran LG dan Samsung.
Saat ini layar SUPER AMOLED hanya ada pada Samsung karena memang teknologi ini diciptakan oleh Samsung dan tidak akan ada device lain yang menggunakannya setidaknya sampai 1 thn kedepan sejak tulisan ini dibuat.

Layar ini adalah perkembangan dari layar AMOLED, sedangkan layar AMOLED sendiri adalah perkembangan dari layar OLED atau dikenal juga sebagai LEP atau OEL. Sedikit kilas balik terhadapap display OLED dan AMOLED.
Layar OLED secara umum memiliki perbedaan teknologi dibandingkan dengan LCD. Layar ini lebih tipis karena tidak dibutuhkannya layer untuk menghasilkan cahaya (backlighting layer). Display ini lebih hemat energi, ringan, murah, dan cepat.

Sedangkan pada AMOLED, memiliki beberapa kelebihan dibanding pendahulunya (OLED).
1. Perpaduan TFT LCD dan OLED display
2. Lebih hemat energi.
3. Lebih cerah dan kontras
4. Lebih cepat dalam proses On Off Lighting (tiap pixel memancarkan cahaya sendiri (sudah ada pada OLED)

Sedangkan pada SUPER AMOLED, terdapat lagi perkembangan yang cukup signifikan dari AMOLED.

1. Lebih hemat listrik 20% dari layar AMOLED.
Bayangkan, jika anda punya gadget touch screen layar besar misalkan 2.7 - 3.7 inch, maka energi yang digunakan akan sangat banyak meskipun kapasitas batere sudah besar (walaupun hal ini juga dipengaruhi oleh jenis OS, aplikasi yang berjalan di hp, dan pemakaian). Dengan kehadiran AMOLED, batere menjadi lebih tahan lama. Namun dengan SUPER AMOLED, batere lebih hemat 20% dari AMOLED biasa.

2. Teks/gambar pada layar SUPER AMOLED dapat dibaca dibawah sinar matahari langsung dan mengurangi 80% refleksi cahaya.
Point ini merupakan salah satu peningkatan yang paling signifikan menurut saya, karena ketidakmampuan/kerendahan tingkat baca dibawah sinar matahari langsung merupakan salah satu kelembahan terbesar layar OLED maupun AMOLED.
Pada layar AMOLED biasa, membaca teks/gambar sangat tidak mungkin dilakukan di bawah sinar matahari langsung (hampir tidak terbaca! Saya pernah testing gadget yang menggunakan AMOLED, sangat susah membacanya dibawah sinar matahari langsung/siang hari).
Hal ini dikarenakan display SUPER AMOLED terintegrasi/built in dengan touch layer nya. Sedangkan AMOLED tidak.

3. Viewing angle nya 180 derajat. 
Kalo anda sedang memperlihatkan foto / video ke teman anda yang disamping, anda tidak perlu susah-susah memindahkan gadget anda kepada teman disebelah anda. Ia pun dapat membaca / melihat dengan jelas tanpa blur dan distorsi! Hal ini tidak akan anda dapatkan pada layar OLED ataupun LCD.

4. Kontras ratio 1:100.000
Kontras ratio (tentunya dynamic kontras, walaupun tidak ditulis dalam statement nya Samsung) yang begitu tinggi untuk ukuran layar gadget 3.7 inch, akan sangat berasa. Layar terlihat lebih jernih, perpindahan warna sangat jelas/teratur. Kontras ratio seperti ini hampir serupa dengan HDTV standard.

5. Tingkat kecerahan / Brightness , 20% lebih cerah
20% lebih cerah dibandingkan dengan layar AMOLED biasa. Sekedar informasi, layar AMOLED menghasilkan lebih baik kecerahan dibandingkan dengan TFT LCD yang biasanya digunakan pada gadget-gadget.


6. Lebih tipis
Berpedoman pada point 2, akibat built in touch layer nya, maka menyebabkan layar SUPER AMOLED lebih tipis sehingga menciptakan gadget SUPER TIPIS menjadi mungkin.

Tulisan ini merupakan salah satu tulisan yang paling menarik dan paling saya semangat untuk menulisnya. Dikarenakan saya sudah mencoba teknologi ini SENDIRI pada gadget terbaru Samsung Galaxy S (release bulan Juli/Agustus 2010 di ICS).
Yang saya dapat katakan, layar SUPER AMOLED memang memukau, lebih baik dari Retina Display Iphone 4 (dalam hal kontras/kecerahan, bukan pixel depth karena masih kalah). Yup, tanpa adanya promosi, kehebatan yang digembar-gemborkan oleh Apple tentang Retina Display nya dapat dijawab/dibalas oleh Samsung lewat SUPER AMOLED display nya :)

Note (singkatan-singkatan) :
STN = Super Twisted Nematic
CSTN = Color Super Twisted Nematic
TFT = Thin Film Transistor
TFD = Thin Film Diode
UFB = Ultra Fine Bright
OLED = Organic Light-Emitting Diode
AMOLED = Active Matrix Organic Light-Emitting Diode
SUPER AMOLED = hanya istilah, menurut saya lebih tepatnya generasi ke-2 dari AMOLED display.


Semoga artikel ini berguna bagi pembaca.
Mohon maaf jika ada salah informasi mohon dikoreksi.
Segala saran dan kritik diterima. Thanks.