Pages

Showing posts with label hardware. Show all posts
Showing posts with label hardware. Show all posts

Thursday, February 2, 2012

Guide of Deciding System Files on USB Flash Drives

FAT16, FAT32, NTFS, or exFAT on USB Flash Drives?
by stewie

If you don't feel like reading this boring guide and your thumb drive or partition is 2 GB* or smaller, then stick with the default FAT16 for best performance and cross-platform compatibility. There is a reason why most UFDs in these sizes, including my 4 GB stick, come pre-formatted with FAT16.

*Windows NT 4.0, 2000, XP, and Vista can support FAT16 up to 4 GB using 64K cluster size. However, it may create compatibility issues with some applications. But for storage purposes, it shouldn't cause any problems.
Quote:
Originally Posted by Anonymous
I just bought a USB thumb drive, which format should I use?
This question has been asked many times on NBR, many people are not sure about which one to use or suits their needs. In this guide, I will help you to understand the benefits and drawbacks for each of them.

Tools used for this guide:
  • 1 GB USB flash drive
  • Nodesoft Disk Bench (no synthetic results)

FAT16 (a.k.a. FAT)

Pros:
  • Highest cross-platform compatibility
  • Best overall performance
Cons:
  • 2 GB volume size limit or up to 4 GB with some OSs
  • Maximum file size of 4 GB (minus 1 byte)
  • No access control and permissions (could be a pro)

FAT32

Pros:
  • Good cross-platform compatibility
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
Cons:
  • Moderate to slow overall performance
  • Maximum file size of 4 GB (minus 1 byte)
  • No access control and permissions (could be a pro)

NTFS

Pros:
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
  • No 4 GB file size limitation
  • Very fast write speed for single file
  • Fewer disk accesses than FAT if a file is badly fragmented
  • Access control and permissions (could be a con)
Cons:
  • Low cross-platform compatibility
  • Slow write speed for multiple files
  • May have permission issues between users and systems
  • May decrease the lifespan of the UFD due to additional writes
  • Must remove the UFD with the "Safely Remove Hardware" procedure

exFAT (a.k.a. FAT64)

Pros:
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
  • No 4 GB file size limitation
  • Fast write speed for single file
  • Requires less disk space overhead than NTFS
Cons:
  • Very slow write speed for multiple files
  • Cannot be used for Windows Vista's ReadyBoost capability
  • No access control and permissions (could be a pro)
  • Very low cross-platform compatibility
    (Currently only Windows Embedded CE 6.0, Vista SP1, Server 2008, and Windows 7. Drivers can be added to XP for read and write, but cannot format.)

Some test results with Nodesoft Disk Bench

Multiple tests were done for better accuracy, they were all done with the default allocation size, optimize for performance enabled, and antivirus disabled.

1 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 32.393 — 2.063
FAT32 — 32.393 — 1.339
NTFS — 32.393 — 2.797
exFAT — 32.393 — 1.464

10 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 129.334 — 4.645
FAT32 — 129.334 — 3.943
NTFS — 129.334 — 29.326
exFAT — 129.334 — 4.703

100 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 306.212 — 5.106
FAT32 — 306.212 — 5.065
NTFS — 321.915 — 4.952
exFAT — 379.010 — 5.188

Writing 50 MB of 712 files and 95 folders

FAT16 — 1 min 12 sec
FAT32 — 1 min 19 sec
NTFS — 1 min 50 sec
exFAT — 1 min 55 sec


Conclusion

If you're reading/writing a single file, NTFS seems to win hands down. But in real life situations where multiple files being read and write, then it's another story, NTFS was more than half a minute slower when writing just 50 MB of multiple files and directories.

For some reason, the reading times from Disk Bench seem to be pretty much the same between the file systems, I'm not sure if they're accurate, but many other test results on the Internet (e.g. Irongeek.com, AnandTech.com) have shown that FAT16 to be the quickest as well, although the difference becomes less significant for bigger files. If you have done some tests with your UFD, please feel free to post them.

Source: http://forum.notebookreview.com/hardware-components-aftermarket-upgrades/332023-guide-fat16-fat32-ntfs-exfat-usb-flash-drives.html

Saturday, October 15, 2011

ARP (Address Resolution Protocol) Part 1

Istilah ARP sering muncul dalam artikel networking dan hacking.

Jujur saja, pada saat membaca tentang ARP, saya sama sekali buta tentang ARP dan kawan-kawannya.
Belakangan ini jadi teringat untuk menulis hal yang saya tau (walaupun hanya secara teori dan konsep) tentang apa itu ARP sebenarnya dan tentunya dituangkan dalam artikel ini :)
Diharapkan sebelum membaca sudah mengenal sedikit tentang konsep Internet, TCP/IP atau OSI Layer.

ARP  = Address Resolution Protocol.
Dilihat dari namanya yang bila diterjemahkan secara harafiah dalam bahasa indonesia:
"Suatu protokol (aturan) untuk memperoleh alamat (IP Address) yang terdapat dalam jaringan"

ARP didefinisikan di RFC 826 oleh David Plummer (1982). Agak lawas bukan?
ARP bekerja dengan melakukan broadcast. Ia akan menerima IP Address (selanjutnya IP saja) tujuan dan mengirim secara broadcast permintaan ke semua mesin untuk menjawabnya lewat ARP.

Ilustrasinya seperti ini,
- A menerima IP dari si C
- A mengirim request MAC Address (Ethernet) dari IP si C
- Semua menerima request ini karena dilakukan secara broadcast
- IP si C yang sesuai dengan request dari A, akan mengirim reply dengan ARP
- si A akan menerima sebuah balasan ARP dari si C melalui 48 bit MAC Address.

ARP berfungsi sebagai mapping address (pengalamatan) antara Data Link layer dan Network Layer dalam OSI Model. Atau Internet layer dan Network layer dalam model lainnya.

Dalam hal ini, TCP/IP pada Data Link layer merujuk pada MAC Address dan Network Layer merujuk pada IP Address sebagai pengalamatannya.

ARP akan menterjemahkan IP Address ke MAC Address.
Adanya ARP ini tidak lain karena IPv4 mempunyai keterbatasan untuk menyimpan MAC Address sebagai bagian dari IP Address (IPX dan IPv6 sudah dapat melakukannya, dengan kata lain bisa lebih sedikit protokol yang digunakan tanpa ARP, namun dapat dilakukan hal yang sama seperti IPv4 jika perlu, yaitu dengan ARP)


Karena itu, syarat agar kedua host tersebut saling berkomunikasi adalah IPv4 harus diterjemahkan menjadi alamat fisik pada ethernet card (MAC Address). Dan semua ini dilakukan oleh ARP. Protokol yang sudah cukup lawas ini sangat rentan terhadap security karena dibuat ketika belum adanya pertimbangan mengenai security.

Ada juga RARP (Reverse ARP), kebalikan dari ARP, ia akan melakukan mapping dari MAC Address ke IP Address. Untuk mengurangi jumlah ARP request yang berlebihan (load berlebih), hampir semua Operating System menerapkan ARP Cache untuk menyimpan mapping yang sering digunakan.
ARP ARP













Mengenai security issue, ARP cache dan tentang ARP lebih lanjut, jika memungkinkan, akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Sumber:
www.wikipedia.org
www.tech-faq.com
www.softpanorama.org

Jika ada salah, mohon koreksinya :)
Maksud hati hanya mao sharing yang saya tau kok :D

Sunday, July 17, 2011

Fenomena Android dan Perkembangan Hardware (Processor) -Just Share-

Sejauh ini perkembangan teknologi gadget (smartphone dan PC Tablet) sangat meningkat pesat.
Padahal waktu jaman saya masih kuliah, smartphone belum begitu booming. Namun semenjak Blackberry semakin terjangkau, Apple mulai menjamur dan masuknya Android ke Indonesia, membuat perkembangan smartphone dan pc tablet semakin pesat.

Semua perusahaan manufaktur elektronik berlomba-lomba membuat gadget yang dapat memenuhi demand pasar yang ada di Indonesia.
Bahkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya belum pernah bermain di pasar gadget, ikut nimbrung seperti Acer, Dell, Asus, dll.

Setelah kurang lebih 1-2 tahun mengikuti perkembangan gadget, pilihan jatuh ke tangan Android.
Ya, Android merupakan salah satu Operating System yang fenomenal. OS yang dimiliki oleh Google Corp ini (hasil akuisisi Android Inc) memang cukup mengesankan.
Dalam perjalanannya semenjak tahun 2008 (bisa dilihat di artikel saya sebelumnya), aplikasinya sudah lebih dari 200.000 dan hampir menyaingi Apple yang telah lama hadir.

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan Android semata-mata dipelopori oleh kesuksesan Apple dengan Iphone nya.
Sedangkan perkembangan PC Tablet dipelopori oleh kesuksesan Ipad Apple.

Dahulu processor mobile hanya terbatas pada kemampuan kalkulasi proses, tetapi sekarang kita bisa liat banyak processor sudah built-in dengan GPU (graphic processing unit).
GPU yang pernah saya kenal adalah seperti berikut ini:

- PowerVR SGX535 (Iphone 4) dan SGX540 (Samsung Galaxy S)
- Quallcomm Adreno 200 (Galaxy Ace, Nexus One, Milestone), 205 (Xperia Arc, HTC Desire HD, dll) dan terbaru 220.
- Nvidia Tegra (Galaxy S II, Galaxy Tab II, Motorola Atrix, dll)

Sedangkan untuk vendor mobile processor dan sebagian jenis yang saya kenal adalah:

- Samsung : Exynos
- TiOMAP oleh Texas Instrument
- ARM

- Quallcomm
- Nvidia

Dan setelah saya telusuri, saya juga cukup takjub bahwa sebagian besar vendor-vendor manufaktur chip/processor ini saling bekerja sama satu sama lain.
Contohnya Apple membuat design arsitektur processor A4 (Iphone 4) dan A5 (Iphone 5) yang diberikan kepada Samsung untuk diproduksi.
Samsung juga membuat processor dengan code name : Exynos yang merupakan arsitektur ARM (ato saya salah mungkin .hehe..)
Quallcomm yang bekerja sama dengan HTC dan hampir sebagian besar gadget HTC menggunakan processor dari Quallcomm.
TiOMAP juga memasok sebagian besar processornya ke Nokia, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, dll.
ARM yang mengeluarkan tipe-tipe processor ARMv7, ARMv8 dst. Dan terbaru saat tulisan ini dibuat ARMv9.

Yang saya masih bingung disini adalah pada ARM, apakah ARM sebuah company yang juga memproduksi processor independent atau dia hanya perusahaan yang berfokus pada mengembangkan arsitektur mikroprocessor solution.
Karena setiap perusahaan yang telah saya sebutkan diatas sebagian besar memproduksi processor dengan arsitektur ARM.


Jika ada salah, mohon koreksinya :)
Maksud hati hanya mao sharing yang saya tau kok :D

Wednesday, May 11, 2011

Macam - Macam Testing Dalam Software Dan Hardware

Testing adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah development (pengembangan) sistem informasi begitu juga dalam commercial software (perangkat lunak komersil/yang di jual ke publik) dan biasanya testing tidak terlalu diperhatikan lebih sebagaimana mestinya. Testing biasanya dilakukan setelah tahap  coding selesai dan sebelum tahap publikasi / finishing. Testing dilakukan dalam software dan hardware yang baru ataupun yang sedang direvisi/diperbaiki.

Software Vendor (Penjual Perangkat Lunak) yang menyediakan software infrastruktur yang kritikal/penting seperti Sistem Operasi harus melakukan sejumlah testing kepada ribuan penggunanya (user), yang dimana mereka mengharapkan perbaikan-perbaikan atau kemajuan di versi software berikutnya yang mereka gunakan. Mereka lebih mengharapkan hal tersebut daripada mencoba sebuah buggy software (perangkat lunak yang punya banyak kesalahan/error/tidak stabil) dan melaporkannya ke vendor.

Berikut ini adalah ringkasan jenis-jenis / tipe-tipe atau macam-macam testing yang dikumpulkan saya sebagai penulis.
Semua jenis testing ditulis dalam bahasa Inggris, karena jika diterjemahkan, akan terasa aneh baik bagi penulis dan mungkin juga bagi pembaca.
Test = Uji coba

Acceptance Test
Test yang dilakukan oleh user-user / pengguna terhadap sistem yang baru atau sistem yang telah diubah dengan tujuan memperoleh persetujuan terhadap sistem yang sedang di testing dan go live (siap dipakai). Dikenal juga sebagai UAT (User Acceptance Test)..

Active Test
Melakukan test data dan menganalisa hasilnya. Kebalikan dari "Passive Test" (liat dibawah).

Ad Hoc Test
Test non-formal tanpa Test Case (lihat bawah).

Age Test (aging)
Mengevaluasi kemampuan sistem dalam melaksanakan tugas2nya di masa yang akan datang. Untuk melakukan test ini, hardware dan/atau data uji coba dimodifikasi ke tanggal yang akan datang

Alpha Test
Tahapan testing paling awal di sebuah laboratorium. Setelah itu, baru release Beta Testing.

Automated Test
Menggunakan software untuk menguji coba software (A Software Testing a Software).
Walaupun begitu, testing ini masih memerlukan intervensi manusia untuk memonitor tahapan2/langkah2 dari analasis atau error yang ada.

Beta Test
Test yang dilakukan oleh end users (pengguna akhir). Tahap testing yang dilakukan setelah Alpha Testing.

Black Box Test
Test terhadap software yang didasarkan atas hasil keluarannya saja (output) tanpa pengetahuan mendalam tentang kode-kode atau logika yang terdapat didalam software tersebut. Kebalikan dari "white box test" dan "gray box test."

Environment Test
Test sebuah software baru yang menentukan apakah semua transaksi antara input, output dan media penyimpanan berjalan sebagaimana mestinya.

Functional Test
Uji coba terhadap kebutuhan fungsional software, seperti menu dan kunci perintah (key commands).

Fuzz Test
Test terhadap software bugs dengan memberikan data yang dihasilkan secara acak.


Gray Box Test 
Uji coba software dengan adanya pengetahuan di kode / logika internal software tersebut. Kebalikan dari "white box test" dan "black box test."

Negative Test / Dirty Test
Menggunakan inputan yang salah/tidak sesuai untuk mengetes kemampuan error handling program.

Passive Test
Memonitor hasil dari sistem yang sedang berjalan tanpa melakukan tes data yang unik terhadap sistem. Kebalikan dari "active test" (diatas).

Recovery Test
Menguji kemampuan sistem untuk recover/pulih dari hardware atau software failure. Misalnya, gagal booting, overheat, overload data processing, transaksi putus karena koneksi down, dll. Apa yang akan terjadi?

Regression Test
Menguji coba software yang telah direvisi untuk melihat apakah fungsi-fungsi sebelumnya dapat berjalan dengan baik atau mengalami pengaruh.

Smoke Test
Menyalakannya dan melihat apa yang terjadi. (Testing untuk harware)

System Test
Testing keseluruhan di laboratorium dan di lingkungan pengguna (user environment).

Test Case
Sekumpulan data percobaan, program percobaan dan hasil tes yang diharapkan.

Test Scenario
Sekumpulan dari Test Case.

Test Suite
Kumpulan dari Test Case dan Tes Scenario yang telah dirangkum dengan detail.

Unit Test
Tes yang hanya dilakukan untuk satu komponen saja dalam suatu sistem. Kebalikan dari "system test."

White Box Test
Tes sebuah software dengan pengetahuan lengkap akan kode-kode / logikal-logika yang terdapat didalam software yang diujicoba. Kebalikan dari "black box test" and "gray box test."

Sumber : Answer.com
Diedit dan diterjemahkan seluruhnya oleh penulis.

Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang saya tau :D

Saturday, February 19, 2011

LED, LCD and Plasma Technology Summary

Judul yang basi sebenarnya karena ini lebih tepat dibahas sekitar 1-2 tahun yang lalu. Tapi sekarang LED TV lagi hot-hot nya di Indonesia (setidaknya semenjak tahun 2010 karena sudah mulai terjangkau :p ) sedangkan LCD TV mulai memasyarakat semenjak tahun 2008 :)

CCFL = Cold Cathode Fluorescent Lamp
 


Plasma Display













LED = Light Emitting Dioda


LCD TV telah lama mengambil alih pasar CRT TV (TV Tabung/Cathode Ray Tube) di Indonesia. Tidak terlalu lama, hanya selang beberapa tahun sudah muncul teknologi inovasinya.


Orang percaya bahwa teknologi LCD (Liquid Crystal Display) lebih praktis dan jauh lebih baik daripada teknologi CRT (Cathode Ray Tube). Tidak ada panas berlebih pada TV, TV menjadi lebih ramping karena tabung vakum ditiadakan, layar menjadi lebih lebar, kontras rasio semakin ditingkatkan, sudut pandang / viewing angle juga ditingkatkan, dan warna pada LCD juga semakin mendekati warna asli dalam kehidupan nyata.

Inovasi dari LCD yang saya sebutkan sebelumnya adalah teknologi LED. LED pada dasarnya adalah sebuah LCD yang menggunakan LED sebagai alat pencahayaan (backlighting device). Perbedaan mendasar antara LED TV dan LCD biasa hanya pada backlighting device tsb. LCD biasa menggunakan CCFL.

Plasma TV juga merupakan sebuah alternatif teknologi layar datar disamping 2 hal yang saya sebutkan di atas. Plasma TV lebih dulu ada sebelum teknologi LED TV muncul. Kurang tau tepatnya kapan karena keterbatasan waktu untuk fact finding :D
Plasma TV menggunakan plasma cell yang terbungkus dalam suatu bilik/ruang untuk menghasilkan variasi warna. Kelebihan yang paling utama pada Plasma TV dibandingkan dengan LCD or LED TV adalah lebarnya viewing angle (sudut pandang), lebih dari 75 derajat, anda tetap dapat mendapatkan tampilan yang baik pada saat menonton di Plasma TV.
Kelebihan lainnya adalah contrast ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan LED TV sekalipun.
Kelemahan dari Plasma TV (karena layarnya adalah kumpulan dari partikel gas yang berpendar), jika anda mendiamkan (melakukan pause) atau berkutat pada satu gambar yang sama terlalu lama, sebutlah 1 jam, layar akan terasa mengimpresikan tidak ada perubahan pada warna/gambar.

Secara garis besar, kelebihan dan kekurangan antara LCD dan Plasma saling bersilangan.
TV dengan resolusi tinggi, kontras warna yang baik, response time yang cepat telah membawa kita pada dunia entertaiment yang tidak terbatas.
Kehadiran feature 3D dengan menggunakan bantuan kacamata 3D untuk menterjemahkan tekstur 2D menjadi 3D juga sudah menjadi tren.
Apalagi sekarang ada beberapa perusahaan yang telah menginovasi teknologi TV 3D tanpa menggunakan alat bantuan.
Hal ini tidak dipungkiri oleh meningkatnya jumlah penyedia layanan TV kabel yang mampu mentransmisikan gambar berkualitas tinggi, uncompressed, ke end-user, yang biasa disebut HD (High Definition).

Sampai saat ini, perkembangan teknologi layar TV terus berkembang sangat pesat.
Pilihan apakah membeli Plasma TV atau LED TV adalah kebutuhan pengguna.
Saya sendiri lebih tertarik dengan LED TV disamping kelemahan2 yang ada pada LED TV dibandingkan dengan Plasma TV.

Sunday, January 2, 2011

Tipe - tipe Pendingin (Cooling System) pada PC

1. Water Cooling (WC)

Sistem kerja cooling satu ini, seperti yang dibicarakan yakni menggunakan air (air radiator/coolant). Air tentunya akan disalurkan menuju bagian hardware yg telah dipasangi waterblock sebelumnya. Biasanya Procie dan VGA. Hal yang rada menyusahkan dari tipe cooling ini adalah pemasangannya yg rada ribet dan jika terjadi korosi pada waterblcok-nya tentu akan berakibat kebocoran (bayangin kalo pake air biasa, bisa korslet PC anda), untuk itu disarankan untuk menggunakan WB yg berkualitas baik.
Untuk penggunaannya sendiri, baik overclock maupun tidak WC tergolong baik karena suhu jelas akan terjaga.

2. Air Cooling (AC)

Tipe cooling satu ini memang mengandalkan hembusan angin dari fan yg terpasang pada heatsink nya. AC terbaik tentunya memiliki kualitas bahan yg baik dan mempunyai heatpipe yg OK, beberapa tipe AC kadang pencapaian suhunya bisa menyamai WC, harganya pun relatif lebih murah dari WC menjadikannya alternatif pilihan tepat untuk daily use dan safe overclock. Pemasangannya pun tergolong mudah.

3. Ice Cooling (IC)


IC adalah tipe pendingin xtreme yang biasa di gunakan oleh para benchmarkers dan overclockers. Jenis pendingin yang digunakan mulai dari Dry Ice, Liquid Nitrogen bahkan Liquid Helium! Pencapaian suhu dari bahan-bahan tersebut mampu mencapai suhu minus atau dibawah nol bahkan untuk LHe pencapaian suhunya hingga ke -256 derajat. Namun tentunya, Anda butuh bahan yang bagus untuk pot (bong)nya karena tentunya untuk menahan suhu seperti itu, cepat dan tidaknya dia mengalirkan dingin ke hardware sangat bergantung dengan kualitas bahannya. Harga untuk pot nay sendiri jauh lebih mahal jika dibanding cooling jenis WC dan AC dan untuk bahan seperti DI, LN2 dan LHe sendiri juga relatif mahal. Penggunaannya yang begitu singkat tentu akan menghabiskan biaya jika dipake buat daily use. Tapi jika bercita-cita ingin jadi overclocker sejati atau benchers, Anda wajib punya part yg satu ini..

4. Phase Change / Thermolectric Cooling (TC)
Nah ini yang terbaru, dan saya belum pernah melihatnya secara langsung di event-event overclockers / benchmarking.
Sejauh yang saya tau, tipe ini mendinginkan dengan bantuan tegangan listrik. Informasi lebih jelasnya belum sempat saya cari tau. Hehe..


Yang pasti 3 dari 4 diatas adalah tipe pendingin yang telah dikenal dan diketahui oleh orang banyak.
Hope this information usefull to you all readers! :)