Pages

Showing posts with label teknologi. Show all posts
Showing posts with label teknologi. Show all posts

Thursday, October 31, 2013

Metering Configuration in Smartphone Camera

Sekedar catatan
Baru dapet info tentang "Metering" konfigurasi yang pada umumnya dimiliki kamera smartphone atau handphone.

Metering itu fungsinya untuk pengaturan Exposure nya. Apa itu exposure?
Exposure itu sendiri adalah jumlah cahaya yang digunakan untuk menerangi setiap area dalam fotografi.
exposure is the amount of light allowed to fall on each area unit of a photographic medium (photographic film or image sensor) during the process of taking a photograph
  Kan kalo pada hp, kita ga bisa ngatur Shutter Speed, Aperture, semua automatic. Nah untuk mengitung apakah terang nya segini cukup / tidak kan butuh dihitung oleh si software, si metering itu adalah jenis / metode pengitungannya.

Ini contohnya :

Center Weighted

Pada Center Weighted, zona merah adalah zona yang diperhitungkan sebagai dasar penentuan apakah keterangan ( overexposed ) atau kegelapan ( underexposed ) atau pas.



Center Weighted biasanya dipakai untuk foto orang, foto headshot, atau foto objek yang letaknya di tengah-tengah frame.

Matrix



Pada Matrix, seluruh titik pada frame digunakan untuk penentuan exposure nya. [B]Mode Matrix ini lah yang cocok untuk penggunaan sehari-hari[/B] :)

Spot



Pada spot, yang dipergunakan sebagai penentuan exposure hanyalah titik yang di tengah-tengah frame. Spot biasanya dipakai untuk foto Bulan, siluet, atau foto orang dengan keadaan background yang sangat terang ( backlit ).


Ini contoh foto bulan pakai metering spot

exposure bulannya pas, karena pada Spot, yang diitung hanya si bulannya, tidak memperhitungkan keadaan seklilingnya yang gelap.

bandingkan dengan pakai metering center weighted / matrix

bulannya menjadi keterangan / gak keliatan. Ini karena mengkompensasi sekelilingnya yang gelap, jadi si software menganggap fotonya underexposure, makanya dinaikin. Akibatnya, si bulan malah jadi overexposure.


Just collecting notes and sharing.. Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one.

Thursday, May 9, 2013

Media Transfer Porotocol (MTP) pada Android v4.0 ICS keatas

Sudah lama banget pengen tulis artikel tentang MTP pada Android

Sebuah standarisasi yang ditetapkan oleh Google sebagai protocol media sharing antara PC dan Handheld Android sejak versi 4.0 release.
Sebenarnya MTP sendiri sudah muncul /diperkenalkan sejak Honeycomb, namun baru dijadikan standard semenjak versi 4.0 ICS. (Correct me if Im wrong).
Protocol ini agak berbeda dari USB Mass Storage (UMS) yang kita kenal dulu. Dimana setiap kali mencolok kabel data ke PC, kita harus memilih sebagai Mass Storage Mode.


Sebenarnya jujur, saya lebih prefer menggunakan Mass Storage Mode dibandingkan dengan MTP karena terlihat lebih mudah dan cepat. Tapi ternyata MTP lebih memiliki banyak benefit dibandingkan dengan USB Storage.
MTP adalah bagian dari custom extension PTP (Picture Transfer Protocol) yang memperbolehkan transfer file berikut "metada" nya. Jika belum tau metada, metada semacam informasi kecil yang menempel pada file. Contoh simplenya seperti file MP3 yang memiliki informasi Judul, Artist, Genre, Album, dll.

Tahun 2008, USB Implementer Forum Device melakukan standarisasi MTP sebagai tipe USB Device.
Jika anda menyadari, MP3 Player, PDA jadul sangat mungkin mereka menggunakan MTP. Kamera digital juga menggunakan PTP sebagai perantaranya. Loh, berarti ini teknologi lama dong?
Tepat, ini adalah teknologi yang lama namun baru diperkenalkan oleh Android versi 3.0 dan dijadikan standard sejak versi 4.0.




Singkatnya MTP menghentikan OEM dan operator (jika di US ato negara lain smartphone dijual dan dicustom oleh operator seluler) memberikan banyak "storage space" (sisa memory hp) tapi memberikan sedikit ruang / space untuk aplikasi.
Berikut kutipan dari Dan Morril seorang Android Engineer
We didn't do this because we wanted to use ext3 (although that is a side benefit.) We did it because we wanted to be able to merge the "public shared storage" (i.e. for music and photos) with the internal private app storage.
We got tired of seeing OEMs include many GB of internal storage for music, while users were still running out of space for apps and data. This approach lets us merge everything on one volume, which is way better. 

Intinya adalah Ia ingin storage untuk penyimpanan aplikasi dan user storage (music, video, document, foto) pada smartphone bisa saling sharing, sehingga kapasitas memori benar benar digunakan seluruhnya, tidak terpisah-pisah.

Dengan MTP, maka tidak ada lagi kapasitas (storage) yang dianggap partisi lain sehingga penggunaan jd maksimal. Android juga jadi bisa menggunakan partisi ext3 (Linux partition type) yg performanya lebih cepat.

OEM bisa menyediakan slot SDCard external untuk penambahan kapasitas. Karena itu kita sering melihat akan ada keanehan atau kerusakan jika kita menginstall aplikasi di external memory dan ini biasanya terjadi pada widget ato core aplikasi seperti monitoring dll.

Just collecting notes and sharing.. Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one.


Sumber: http://www.androidcentral.com

IP ( Ingress Protection ) Rating

Latar Belakang:
IP57 dan IP67. Dua kode tersebut pernah saya dengar dari sebuah spesifikasi smartphone Android seperti Motorola Defy, Xperia Active, dan yang terakhir adalah hp sangat powerful saat tulisan ini ditulis yaitu Sony Xperia Z.
Sejauh yang saya tau jarang ada hp dengan sertifikasi IP57 namun memiliki hardware yang sangat high end (Xperia Z)
Ok, cukup promosinya mungkin, yang saya mao dokumentasikan disini adalah tentang sertifikasi tersebut.

IP atau Ingress Protection adalah sertifikasi suatu benda terhadap material debu dan air.
IP rating ini di develop oleh European Committee for Electro Technical Standardization (CENELEC(NEMA IEC 60529 Degrees of Protection Provided by Enclosures - IP Code) yang biasanya ditunjukkan oleh 2 atau 3 angka.
contoh: IP56, dll
Angka pertama menunjukkan rating terhadap benda/objek padat (solid objects). Sedangkan angka kedua menunjukan rating terhadap objek cair.
Angka ketiga (jika ada) menunjukkan ketahanan terhadap benturan mekanik (biasanya dihilangkan karena tidak sesuai spesifikasi IEC.

Berikut tabelnya yang saya ambil dari sumber terpercaya (tanpa diterjemahkan lagi)
IP First number - Protection against solid objects
0  No special protection
1  Protected against solid objects over 50 mm, e.g. accidental touch by persons hands.
2  Protected against solid objects over 12 mm, e.g. persons fingers.
3  Protected against solid objects over 2.5 mm (tools and wires).
4  Protected against solid objects over 1 mm (tools, wires, and small wires).
5  Protected against dust limited ingress (no harmful deposit).
6  Totally protected against dust.
IP Second number - Protection against liquids
0  No protection.
1  Protection against vertically falling drops of water e.g. condensation.
2  Protection against direct sprays of water up to 15o from the vertical.
3  Protected against direct sprays of water up to 60o from the vertical.
4  Protection against water sprayed from all directions - limited ingress permitted.
5  Protected against low pressure jets of water from all directions - limited ingress.
6  Protected against temporary flooding of water, e.g. for use on ship decks - limited ingress permitted.
7  Protected against the effect of immersion between 15 cm and 1 m.
8  Protects against long periods of immersion under pressure.

IP Third number - Protection against mechanical impacts (commonly omitted, the third number is not a part of IEC 60529)
0  No protection.
1  Protects against impact of 0.225 joule (e.g. 150 g weight falling from 15 cm height).
2  Protected against impact of 0.375 joule (e.g. 250 g weight falling from 15 cm height).
3  Protected against impact of 0.5 joule (e.g. 250 g weight falling from 20 cm height).
4  Protected against impact of 2.0 joule (e.g. 500 g weight falling from 40 cm height).
5  Protected against impact of 6.0 joule (e.g. 1.5 kg weight falling from 40 cm height).
6  Protected against impact of 20.0 joule (e.g. 5 kg weight falling from 40 cm height).
Jika dilihat, Xperia Z memiliki sertifikasi IP57 maka:
5 --->  Terlindung dari debu dalam jumlah terbatas dan aman?
7 -->   Terlindung jika ditenggelamkan / didiamkan antara 15cm - 1meter kedalaman air

Semoga informasi berguna buat saya dan juga buat pembaca.
Thanks!

Source:
http://www.engineeringtoolbox.com
http://gerranek.blogspot.com
http://www.sensorsone.co.uk

Just collecting notes and sharing..

Saturday, May 19, 2012

About Color Banding

Do you know about Color banding?

If you are working in design animation, video rendering, digital coloring and its friends, you must know well about this, otherwise you may unfamiliar with this. The only reason I post about this one because somehow it is interested me.

After read about the newest video encoding in 10bit depth, I accidentally know about what is the color banding is. I get this from watching my favorite anime with 10bit depth encoding. That's how I get know about color banding.

Color Banding sample


Banding happens when video is compressed or decompressed and similar colors get posterized. This undesirable, visible bands of color that can be distracting, and in some cases downright ugly. It can happen in many situation, like video, picture or games. If it is in a small area, we wont notice and nobody got annoyed. But if we see in a large area, a large screen, it will very-very disturbing our eyes.

There are quite a few ways to remove color banding. Everyone seems to have their own formula.And for those kind of matters, I dont have any knowledge to explain it in here.



Just collecting notes and sharing.. Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one.

Friday, March 30, 2012

Processor Governers & Disk I/O Schedulers in Android

I found the article from great kernel developer Neo3000 posted in forum.xda-developer.com, Samsung Galaxy SII thread.
I think is really useful for me and anyone who still confuse or dont know about "governors" processor in ARM architecture and I/O or disk schedulers in Android.
Hope this article reproduction is helpful.


Governors

1) Ondemand
2) Lulzactive (default)
3) Performance
4) Lagfree
5) Conservative
(module)
6) Lazy
(module)

7.)Lionheart (tweaked version of Conservative governers)

I/O Schedulers

1) BFQv3-R1 (Budget Fair Queuing) 2) Noop
3) SIO
4) VR (default)
5.) CFQ (complety Fair Queuing)
Governors Guide:
1) Ondemand
Default governor in almost all stock kernels. Simply put, Ondemand jumps to maximum frequency on CPU load and decreases the frequency step by step on CPU idle. No suspend/wake profiles. Even though many of us consider this a reliable governor, it falls short on battery saving and performance on default settings.

2) Lulzactive
This new find from Tegrak is based on interactive & smartass governors and is one of our favorites.
Old Version: When workload is greater than or equal to 60%, the governor scales up cpu to next higher step. When workload is less than 60%, governor scales down cpu to next lower step. When screen is off, frequency is locked to global scaling minimum frequency.
New Version: Three more user configurable parameters: inc_cpu_load, pump_up_step, pump_down_step. Unlike older version, this one gives more control for the user. We can set the threshold at which governor decides to scale up/down. We can also set number of frequency steps to be skipped while polling up and down.
When workload greater than or equal to inc_cpu_load, governor scales CPU pump_up_step steps up. When workload is less than inc_cpu_load, governor scales CPU down pump_down_step steps down.
Example:
Consider
inc_cpu_load=70
pump_up_step=2
pump_down_step=1
If current frequency=200, Every up_sampling_time Us if cpu load >= 70%, cpu is scaled up 2 steps - to 800.
If current frequency =1200, Every down_sampling_time Us if cpu load < 70%, cpu is scaled down 1 step - to 1000.

3) Performance
Sets min frequency as max frequency. Use this while benchmarking!

4) Lagfree
Lagfree is similar to ondemand. Main difference is it's optimization to become more battery friendly. Frequency is gracefully decreased and increased, unlike ondemand which jumps to 100% too often. Lagfree does not skip any frequency step while scaling up or down. Remember that if there's a requirement for sudden burst of power, lagfree can not satisfy that since it has to raise cpu through each higher frequency step from current. Some users report that video playback using lagfree stutters a little.

5) Conservative
A slower ondemand which scales up slowly to save battery. Simply put, this governor increases the frequency step by step on CPU load and jumps to lowest frequency on CPU idle.

6) Lazy
This governor from Ezekeel is basically an ondemand with an additional parameter min_time_state to specify the minimum time cpu stays on a frequency before scaling up/down. The Idea here is to eliminate any instabilities caused by fast frequency switching by ondemand. Lazy governor polls more often than ondemand, but changes frequency only after completing min_time_state on a step. Lazy also has a screenoff_maxfreq parameter which can be configured to specify screen-off max frequency.

I/O Schedulers Guide:
Q. "What purposes does an i/o scheduler serve?"
A.
  1. Minimize hard disk seek latency.
  2. Prioritize I/O requests from processes.
  3. Allocate disk bandwidth for running processes.
  4. Guarantee that certain requests will be served before a deadline.

So in the simplest of simplest form: Kernel controls the disk access using I/O Scheduler.

Q. "What goals every I/O scheduler tries to balance?"
A.
  1. Fairness (let every process have its share of the access to disk)
  2. Performance (try to serve requests close to current disk head position first, because seeking there is fastest)
  3. Real-time (guarantee that a request is serviced in a given time)

Q. "Description, advantages, disadvantages of each I/O Scheduler?"
A.

1) Noop

Inserts all the incoming I/O requests to a First In First Out queue and implements request merging. Best used with storage devices that does not depend on mechanical movement to access data (yes, like our flash drives). Advantage here is that flash drives does not require reordering of multiple I/O requests unlike in normal hard drives.

Advantages:
  • Serves I/O requests with least number of cpu cycles. (Battery friendly?)
  • Best for flash drives since there is no seeking penalty.
  • Good throughput on db systems.

Disadvantages:
  • Reduction in number of cpu cycles used is proportional to drop in performance.

2) BFQ
Instead of time slices allocation by CFQ, BFQ assigns budgets. Disk is granted to an active process until it's budget (number of sectors) expires. BFQ assigns high budgets to non-read tasks. Budget assigned to a process varies over time as a function of it's behavior.

Advantages:
  • Believed to be very good for usb data transfer rate.
  • Believed to be the best scheduler for HD video recording and video streaming (because of less jitter as compared to CFQ and others)
  • Considered an accurate i/o scheduler.
  • Achieves about 30% more throughput than CFQ on most workloads.
Disadvantages:
  • Not the best scheduler for benchmarking.
  • Higher budget assigned to a process can affect interactivity and increased latency.

3) SIO
Simple I/O scheduler aims to keep minimum overhead to achieve low latency to serve I/O requests. No priority quesues concepts, but only basic merging. Sio is a mix between noop & deadline. No reordering or sorting of requests.

Advantages:
  • Simple, so reliable.
  • Minimized starvation of requests.

Disadvantages:
  • Slow random-read speeds on flash drives, compared to other schedulers.
  • Sequential-read speeds on flash drives also not so good.

4) VR

Unlike other schedulers, synchronous and asynchronous requests are not treated separately, instead a deadline is imposed for fairness. The next request to be served is based on it's distance from last request.

Advantages:
  • May be best for benchmarking because at the peak of it's 'form' VR performs best.

Disadvantages:
  • Performance fluctuation results in below-average performance at times.
  • Least reliable/most unstable.


Just collecting notes and sharing..
Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one without copyright stated.

Thursday, February 2, 2012

Guide of Deciding System Files on USB Flash Drives

FAT16, FAT32, NTFS, or exFAT on USB Flash Drives?
by stewie

If you don't feel like reading this boring guide and your thumb drive or partition is 2 GB* or smaller, then stick with the default FAT16 for best performance and cross-platform compatibility. There is a reason why most UFDs in these sizes, including my 4 GB stick, come pre-formatted with FAT16.

*Windows NT 4.0, 2000, XP, and Vista can support FAT16 up to 4 GB using 64K cluster size. However, it may create compatibility issues with some applications. But for storage purposes, it shouldn't cause any problems.
Quote:
Originally Posted by Anonymous
I just bought a USB thumb drive, which format should I use?
This question has been asked many times on NBR, many people are not sure about which one to use or suits their needs. In this guide, I will help you to understand the benefits and drawbacks for each of them.

Tools used for this guide:
  • 1 GB USB flash drive
  • Nodesoft Disk Bench (no synthetic results)

FAT16 (a.k.a. FAT)

Pros:
  • Highest cross-platform compatibility
  • Best overall performance
Cons:
  • 2 GB volume size limit or up to 4 GB with some OSs
  • Maximum file size of 4 GB (minus 1 byte)
  • No access control and permissions (could be a pro)

FAT32

Pros:
  • Good cross-platform compatibility
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
Cons:
  • Moderate to slow overall performance
  • Maximum file size of 4 GB (minus 1 byte)
  • No access control and permissions (could be a pro)

NTFS

Pros:
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
  • No 4 GB file size limitation
  • Very fast write speed for single file
  • Fewer disk accesses than FAT if a file is badly fragmented
  • Access control and permissions (could be a con)
Cons:
  • Low cross-platform compatibility
  • Slow write speed for multiple files
  • May have permission issues between users and systems
  • May decrease the lifespan of the UFD due to additional writes
  • Must remove the UFD with the "Safely Remove Hardware" procedure

exFAT (a.k.a. FAT64)

Pros:
  • No 2 or 4 GB volume size limitation
  • No 4 GB file size limitation
  • Fast write speed for single file
  • Requires less disk space overhead than NTFS
Cons:
  • Very slow write speed for multiple files
  • Cannot be used for Windows Vista's ReadyBoost capability
  • No access control and permissions (could be a pro)
  • Very low cross-platform compatibility
    (Currently only Windows Embedded CE 6.0, Vista SP1, Server 2008, and Windows 7. Drivers can be added to XP for read and write, but cannot format.)

Some test results with Nodesoft Disk Bench

Multiple tests were done for better accuracy, they were all done with the default allocation size, optimize for performance enabled, and antivirus disabled.

1 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 32.393 — 2.063
FAT32 — 32.393 — 1.339
NTFS — 32.393 — 2.797
exFAT — 32.393 — 1.464

10 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 129.334 — 4.645
FAT32 — 129.334 — 3.943
NTFS — 129.334 — 29.326
exFAT — 129.334 — 4.703

100 MB file | Read (MB/s) | Write (MB/s)

FAT16 — 306.212 — 5.106
FAT32 — 306.212 — 5.065
NTFS — 321.915 — 4.952
exFAT — 379.010 — 5.188

Writing 50 MB of 712 files and 95 folders

FAT16 — 1 min 12 sec
FAT32 — 1 min 19 sec
NTFS — 1 min 50 sec
exFAT — 1 min 55 sec


Conclusion

If you're reading/writing a single file, NTFS seems to win hands down. But in real life situations where multiple files being read and write, then it's another story, NTFS was more than half a minute slower when writing just 50 MB of multiple files and directories.

For some reason, the reading times from Disk Bench seem to be pretty much the same between the file systems, I'm not sure if they're accurate, but many other test results on the Internet (e.g. Irongeek.com, AnandTech.com) have shown that FAT16 to be the quickest as well, although the difference becomes less significant for bigger files. If you have done some tests with your UFD, please feel free to post them.

Source: http://forum.notebookreview.com/hardware-components-aftermarket-upgrades/332023-guide-fat16-fat32-ntfs-exfat-usb-flash-drives.html

Thursday, September 22, 2011

Fast Dormancy Feature

Sehubungan dengan ketertarikan saya yang tinggi terhadap platform Android, telah menyeret saya kedalam suatu lingkaran teknologi gadget. Hahahaha lebai abis :p

Yap, tidak lain adalah Fast Dormancy.

Sebenarnya tinggal googling aja maka sudah bisa tau apa itu Fast Dormancy dan apa kegunaannya.
Membaca dari artikel berita IDG News di ComputerWorld.com (2010 bulan 2), saya menemukan apa itu Fast Dormancy.

Fast Dormancy adalah sebuah feature pada operator seluler dan providernya dalam upaya meningkatkan peforma smartphone yang juga menurunkan tingkat kemacetan pada jaringan telekomunikasi.
Fast Dormancy sudah distandarisasi oleh Nokia Siemens Network dan Qualcomm. Pendekatan yang dilakukan pada feature ini adalah memutuskan koneksi jaringan ketika informasi sudah dikirim atau diterima. Akan tetapi, koneksi putus-nyambung yang konstan ini dapat mengakibatkan penuhnya traffic pada jaringan seluler. Karena adanya connect dan disconnect akan meningkatkan traffic sinyal, menurunkan peforma jaringan.

Karena itu, standarisasi baru oleh kedua perusahaan tersebut akan membuat sedemikian rupa sehingga komunikasi antara smartphone dan jaringan telekomunikasi akan memperhatikan tingkat lalu lintas jaringan. Tes ini sudah dilakukan oleh jaringan operator Nokia Siemens dan chipset dari Qualcomm.
Dengan begitu peforma jaringan akan lebih baik dan baterai smartphone akan lebih irit.


Akan tetapi tidak semua operator seluler mendukung fast dormancy. Jika feature ini dinyalakan pada smartphone anda sedangkan operator seluler terkait tidak menyediakan fitur fast dormancy terbaru ini, maka yang terjadi sebaliknya: pemborosan baterai berlebih!!

Untuk mengatasi masalah ini, biasanya ada setup khusus yang bisa menonaktifkan fast dormancy pada smartphone. Tergantung dari jenis Operating System ataupun Vendornya/Merk, fast dormancy dapat dimatikan lewat kode khusus. (Biasanya hanya smartphone - smarphone high end yang mendukung feature fast dormancy)

Contoh pada samsung android (kebetulan saya pakai samsung),
Buka phone dialer, ketik *#9900# --> Call --> disable fast dormancy

Saya tidak tau apakah kode tersebut compatible pada semua Android high-end atau hanya pada Samsung Android. Untuk memastikan operator seluler yang anda gunakan mendukung fast dormancy, anda bisa menanyakan pada customer service.

Sumber: 
http://www.computerworld.com
http://www.xda-developer.com

Jika ada salah, mohon koreksinya :)
Maksud hati hanya mao sharing yang saya tau kok :D

Wednesday, August 17, 2011

Engine pada Web Browser

Berawal dari rasa penasaran karena membaca Knowledge Resource di Oracle Support yang berhubungan dengan masalah pekerjaan. Akhirnya memunculkan niat untuk menulis (mengdokumentasi) tentang hal ini. Hehe..


Oke sebelumnya kita harus tau dulu apa itu engine pada web browser?
Engine = mesin.
Beberapa orang menyukai istilah lain seperti layout engine atau rendering engine.
Jadi, pada web browser terdapat engine yang bertugas dalam merendering layout pada website. Yang ia lakukan adalah melakukan translate dari HTML, CSS, JavaScript, image, dll. dalam bentuk tampilan yang sekarang kita lihat.


Sejauh yang saya tau, ada 4 besar jenis engine yang dipakai oleh berbagai browser di dunia (walaupun dalam kenyataannya market share web browser terbesar dipegang oleh IE, Firefox, Safari, Opera, Google Chrome)


1. Gecko

Didevelop oleh Mozilla Fondation. Awalnya dari Netscape.
Digunakan pada browser Firefox dan Skyfire (mobile)


2. WebKit
Didevelop oleh Apple Inc (dan masing-masing perusahaan secara individual). Awalnya dari browser KHTML (Konquerer) pada Linux yang didevelop oleh KDE.
Digunakan pada browser Safari dan Google Chrome


3. Trident
Didevelop oleh Microsoft.
Digunakan pada Internet Explorer untuk Windows, versi 4 keatas dan Maxthon.


4. Presto
Didevelop oleh Opera Software.
Digunakan pada Opera browser dan Nintendo DS browser.


Untuk list lengkapnya:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_web_browsers


Untuk detailnya belum ada available waktu untuk menulis disini.. hehehe

Jika ada salah, mohon koreksinya :)
Maksud hati hanya mao sharing yang saya tau kok :D

Sunday, July 17, 2011

Fenomena Android dan Perkembangan Hardware (Processor) -Just Share-

Sejauh ini perkembangan teknologi gadget (smartphone dan PC Tablet) sangat meningkat pesat.
Padahal waktu jaman saya masih kuliah, smartphone belum begitu booming. Namun semenjak Blackberry semakin terjangkau, Apple mulai menjamur dan masuknya Android ke Indonesia, membuat perkembangan smartphone dan pc tablet semakin pesat.

Semua perusahaan manufaktur elektronik berlomba-lomba membuat gadget yang dapat memenuhi demand pasar yang ada di Indonesia.
Bahkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya belum pernah bermain di pasar gadget, ikut nimbrung seperti Acer, Dell, Asus, dll.

Setelah kurang lebih 1-2 tahun mengikuti perkembangan gadget, pilihan jatuh ke tangan Android.
Ya, Android merupakan salah satu Operating System yang fenomenal. OS yang dimiliki oleh Google Corp ini (hasil akuisisi Android Inc) memang cukup mengesankan.
Dalam perjalanannya semenjak tahun 2008 (bisa dilihat di artikel saya sebelumnya), aplikasinya sudah lebih dari 200.000 dan hampir menyaingi Apple yang telah lama hadir.

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan Android semata-mata dipelopori oleh kesuksesan Apple dengan Iphone nya.
Sedangkan perkembangan PC Tablet dipelopori oleh kesuksesan Ipad Apple.

Dahulu processor mobile hanya terbatas pada kemampuan kalkulasi proses, tetapi sekarang kita bisa liat banyak processor sudah built-in dengan GPU (graphic processing unit).
GPU yang pernah saya kenal adalah seperti berikut ini:

- PowerVR SGX535 (Iphone 4) dan SGX540 (Samsung Galaxy S)
- Quallcomm Adreno 200 (Galaxy Ace, Nexus One, Milestone), 205 (Xperia Arc, HTC Desire HD, dll) dan terbaru 220.
- Nvidia Tegra (Galaxy S II, Galaxy Tab II, Motorola Atrix, dll)

Sedangkan untuk vendor mobile processor dan sebagian jenis yang saya kenal adalah:

- Samsung : Exynos
- TiOMAP oleh Texas Instrument
- ARM

- Quallcomm
- Nvidia

Dan setelah saya telusuri, saya juga cukup takjub bahwa sebagian besar vendor-vendor manufaktur chip/processor ini saling bekerja sama satu sama lain.
Contohnya Apple membuat design arsitektur processor A4 (Iphone 4) dan A5 (Iphone 5) yang diberikan kepada Samsung untuk diproduksi.
Samsung juga membuat processor dengan code name : Exynos yang merupakan arsitektur ARM (ato saya salah mungkin .hehe..)
Quallcomm yang bekerja sama dengan HTC dan hampir sebagian besar gadget HTC menggunakan processor dari Quallcomm.
TiOMAP juga memasok sebagian besar processornya ke Nokia, Sony Ericsson, Samsung, Motorola, dll.
ARM yang mengeluarkan tipe-tipe processor ARMv7, ARMv8 dst. Dan terbaru saat tulisan ini dibuat ARMv9.

Yang saya masih bingung disini adalah pada ARM, apakah ARM sebuah company yang juga memproduksi processor independent atau dia hanya perusahaan yang berfokus pada mengembangkan arsitektur mikroprocessor solution.
Karena setiap perusahaan yang telah saya sebutkan diatas sebagian besar memproduksi processor dengan arsitektur ARM.


Jika ada salah, mohon koreksinya :)
Maksud hati hanya mao sharing yang saya tau kok :D

Thursday, June 16, 2011

BRRip dan BDRip

Berhubung lagi sering download-download film hasil encode (walaupun sepertinya illegal, namun bagi saya itu tidak illegal selama tidak diperjualbelikan, karena menganut prinsip "sharing" ) :)

Penasaran dengan perbedaan antara BRRip dan BDRip. Karena untuk jenis "rip" yang satu ini sama-sama bersumber dari BluRay atau resolusi 720p / 1080p.
Berikut perbedaannya dalam bahasa Inggris :

BRRip = An XviD encode from a Blu-Ray release (i.e. a 1080p *.mkv file).

BDRip = An XviD encode directly from a source Blu-Ray disk.

Nah, secara garis besar tidak ada perbedaan antara 2 jenis "Rip" ini. Namun ada sedikit pertimbangan khusus yang dapat membuat keduanya berbeda.
BRRip diambil langsung dari sumber Blu-Ray disk yang sudah di Rip (bukan sumber langsung dari Blu Ray nya), jadi jika sumber RIP yang diambil memiliki error atau AR (aspect ratio) yang buruk, maka hasilnya BRRip juga akan buruk.
Berbeda dengan BDRip, karena rip langsung dari sumbernya (tanpa orang "tengah"), masalah-masalah seperti AR tidak akan ada.

Namun walaupun begitu, kualitas rip baik BRRip maupun BDRip sangat tergantung orang/grup yang bertanggung jawab melakukan rip (encoder) -nya. Hasil akhirnya lebih ditentukan oleh keahlian mereka.

Wednesday, March 23, 2011

Galaxy S vs Xperia Arc (Display Comparison)

Sebelum itu, mari kita kenal dahulu 3 teknologi yang sedang diatas angin pada saat tulisan ini dibuat (yang lagi Hot dibicarakan saat ini).

1. Super Amoled display dari Samsung (pada saat tulisan ini dibuat sudah ada Super Amoled Plus yang memiliki sub pixel dan pentile matrix lebih banyak dari Super Amoled (12 vs 8))
2. Bravia Display Engine (LED backlit LCD) dari Sony Ericsson atau yang lebih dikenal Reality Display
3. IPS-LCD ato lebih dikenal sebagai Retina Display dari Apple

Sebenarnya sudah ada 2 teknologi yang pada jamannya dulu adalah yang terbaik, yakni Super LCD (S-LCD) dan AMOLED. Namun hanya dibutuhkan 1-2 tahun saja perkembangan terhadap layar OLED ke AMOLED , AMOLED ke S-AMOLED dan terakhir ke S-AMOLED PLUS (menakjubkan bukan perkembangan teknologi manusia? :p )

Ok, pada artikel kali ini, saya akan mencoba membandingkan teknologi layar yang lagi di atas angin tsb, dalam hal ini layar Xperia ARC yang baru saja resmi release di Indonesia dengan BRAVIA-nya dan Super Amoled dari Samsung Galaxy S yang sudah lama ada sejak juli tahun 2010.

Sekedar info, S-AMOLED adalah nama teknologi dari Samsung, yaitu perkembangan lanjut dari layar AMOLED dan OLED.
Sedangkan Bravia Display adalah nama teknologi yang ada pada TV LCD Sony.
Dan Retina Display adalah penamaan teknologi display oleh Apple untuk Iphone 4 dan Ipod 4gen nya.
Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya, namun dari segi penilaian "layar saja", anda bisa membandingkan sendiri lewat gambar berikut:

Perbandingan singkat ini hanya saya tampilkan dalam bentuk gambar, sisanya anda bisa nilai sendiri
Nampak warna pada Super Amoled lebih berwarna walaupun tampak kebiru2an akibat dari kelemahan pada layar OLED/AMOLED



Terlihat, kalau perbandingan pada gambar ini hampir setara. Sama-sama cerah, berwarna dan jelas.



Pada gambar terlihat Xperia Arc menampilkan ketajaman detail pada gambar lebih baik



Pada layar monitor saya, hampir tidak menemukan perbedaan signifikan, kecuali jika anda jeli, maka terlihat warna pada Xperia Arc lebih pudar walaupun lebih detail.



Xperia Arc terlihat lebih cerah untuk gambar ini.



Hampir sama seperti diatas, Xperia Arc terlihat lebih cerah dan tajam dan warna Galaxy S lebih pudar.



Entah kenapa pada gambar ini, saya melihat Galaxy S lebih cerah dibandingkan dengan Xperia Arc dan Xperia Arc lebih berwarna.

Penilaian ini dibuat seobjektif mungkin, walaupun saya tidak dapat memastikan kevalid'an data/gambar diatas (dari segi brightness pada ponsel, lokasi pemotretan, cahaya ruangan, serta resolusi/warna pada kedua gambar) karena gambar tersebut diambil dari internet. Dan penilaian juga didasarkan atas mata dan monitor LCD saya.
Spek layar Arc: 4.2 inch LCD, 480 x 854 pixels, 16juta warna
Spek layar Galaxy S: 4 inch LCD, 480 x 800 pixels, 16juta warna

Menurut penilaian pribadi, saya menganggap Xperia Arc layak menyandingi layar S-AMOLED dan pada beberapa kasus (tergantung selera mata anda), Xperia Arc terlihat lebih superior dibanding Galaxy S dan bisa anda dapatkan dengan harga lebih murah dari Galaxy S S-AMOLED.



Untuk yang penasaran dengan perkembangan OLED dan S-AMOLED bisa baca artikel saya -> disini <-
Yang sudah baca dan penasaran ingin membandingkan S-AMOLED dengan Super Amoled Plus bisa baca sumber terpercaya dibawah ini:



http://www.displayblog.com/2011/02/22/samsung-super-amoled-plus-dumps-pentile-matrix-goes-real-stripe-rgb/
http://www.oled-info.com/super-amoled-plus-resolution-mystery
http://www.oled-info.com/super-amoled-plus-resolution-explained

Hope it useful for you! :)

Catatan:
Semua gambar adalah hak cipta dari alamat web yang bersangkutan (tercetak pada gambar)

Saturday, February 19, 2011

LED, LCD and Plasma Technology Summary

Judul yang basi sebenarnya karena ini lebih tepat dibahas sekitar 1-2 tahun yang lalu. Tapi sekarang LED TV lagi hot-hot nya di Indonesia (setidaknya semenjak tahun 2010 karena sudah mulai terjangkau :p ) sedangkan LCD TV mulai memasyarakat semenjak tahun 2008 :)

CCFL = Cold Cathode Fluorescent Lamp
 


Plasma Display













LED = Light Emitting Dioda


LCD TV telah lama mengambil alih pasar CRT TV (TV Tabung/Cathode Ray Tube) di Indonesia. Tidak terlalu lama, hanya selang beberapa tahun sudah muncul teknologi inovasinya.


Orang percaya bahwa teknologi LCD (Liquid Crystal Display) lebih praktis dan jauh lebih baik daripada teknologi CRT (Cathode Ray Tube). Tidak ada panas berlebih pada TV, TV menjadi lebih ramping karena tabung vakum ditiadakan, layar menjadi lebih lebar, kontras rasio semakin ditingkatkan, sudut pandang / viewing angle juga ditingkatkan, dan warna pada LCD juga semakin mendekati warna asli dalam kehidupan nyata.

Inovasi dari LCD yang saya sebutkan sebelumnya adalah teknologi LED. LED pada dasarnya adalah sebuah LCD yang menggunakan LED sebagai alat pencahayaan (backlighting device). Perbedaan mendasar antara LED TV dan LCD biasa hanya pada backlighting device tsb. LCD biasa menggunakan CCFL.

Plasma TV juga merupakan sebuah alternatif teknologi layar datar disamping 2 hal yang saya sebutkan di atas. Plasma TV lebih dulu ada sebelum teknologi LED TV muncul. Kurang tau tepatnya kapan karena keterbatasan waktu untuk fact finding :D
Plasma TV menggunakan plasma cell yang terbungkus dalam suatu bilik/ruang untuk menghasilkan variasi warna. Kelebihan yang paling utama pada Plasma TV dibandingkan dengan LCD or LED TV adalah lebarnya viewing angle (sudut pandang), lebih dari 75 derajat, anda tetap dapat mendapatkan tampilan yang baik pada saat menonton di Plasma TV.
Kelebihan lainnya adalah contrast ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan LED TV sekalipun.
Kelemahan dari Plasma TV (karena layarnya adalah kumpulan dari partikel gas yang berpendar), jika anda mendiamkan (melakukan pause) atau berkutat pada satu gambar yang sama terlalu lama, sebutlah 1 jam, layar akan terasa mengimpresikan tidak ada perubahan pada warna/gambar.

Secara garis besar, kelebihan dan kekurangan antara LCD dan Plasma saling bersilangan.
TV dengan resolusi tinggi, kontras warna yang baik, response time yang cepat telah membawa kita pada dunia entertaiment yang tidak terbatas.
Kehadiran feature 3D dengan menggunakan bantuan kacamata 3D untuk menterjemahkan tekstur 2D menjadi 3D juga sudah menjadi tren.
Apalagi sekarang ada beberapa perusahaan yang telah menginovasi teknologi TV 3D tanpa menggunakan alat bantuan.
Hal ini tidak dipungkiri oleh meningkatnya jumlah penyedia layanan TV kabel yang mampu mentransmisikan gambar berkualitas tinggi, uncompressed, ke end-user, yang biasa disebut HD (High Definition).

Sampai saat ini, perkembangan teknologi layar TV terus berkembang sangat pesat.
Pilihan apakah membeli Plasma TV atau LED TV adalah kebutuhan pengguna.
Saya sendiri lebih tertarik dengan LED TV disamping kelemahan2 yang ada pada LED TV dibandingkan dengan Plasma TV.

Sunday, January 2, 2011

Tipe - tipe Pendingin (Cooling System) pada PC

1. Water Cooling (WC)

Sistem kerja cooling satu ini, seperti yang dibicarakan yakni menggunakan air (air radiator/coolant). Air tentunya akan disalurkan menuju bagian hardware yg telah dipasangi waterblock sebelumnya. Biasanya Procie dan VGA. Hal yang rada menyusahkan dari tipe cooling ini adalah pemasangannya yg rada ribet dan jika terjadi korosi pada waterblcok-nya tentu akan berakibat kebocoran (bayangin kalo pake air biasa, bisa korslet PC anda), untuk itu disarankan untuk menggunakan WB yg berkualitas baik.
Untuk penggunaannya sendiri, baik overclock maupun tidak WC tergolong baik karena suhu jelas akan terjaga.

2. Air Cooling (AC)

Tipe cooling satu ini memang mengandalkan hembusan angin dari fan yg terpasang pada heatsink nya. AC terbaik tentunya memiliki kualitas bahan yg baik dan mempunyai heatpipe yg OK, beberapa tipe AC kadang pencapaian suhunya bisa menyamai WC, harganya pun relatif lebih murah dari WC menjadikannya alternatif pilihan tepat untuk daily use dan safe overclock. Pemasangannya pun tergolong mudah.

3. Ice Cooling (IC)


IC adalah tipe pendingin xtreme yang biasa di gunakan oleh para benchmarkers dan overclockers. Jenis pendingin yang digunakan mulai dari Dry Ice, Liquid Nitrogen bahkan Liquid Helium! Pencapaian suhu dari bahan-bahan tersebut mampu mencapai suhu minus atau dibawah nol bahkan untuk LHe pencapaian suhunya hingga ke -256 derajat. Namun tentunya, Anda butuh bahan yang bagus untuk pot (bong)nya karena tentunya untuk menahan suhu seperti itu, cepat dan tidaknya dia mengalirkan dingin ke hardware sangat bergantung dengan kualitas bahannya. Harga untuk pot nay sendiri jauh lebih mahal jika dibanding cooling jenis WC dan AC dan untuk bahan seperti DI, LN2 dan LHe sendiri juga relatif mahal. Penggunaannya yang begitu singkat tentu akan menghabiskan biaya jika dipake buat daily use. Tapi jika bercita-cita ingin jadi overclocker sejati atau benchers, Anda wajib punya part yg satu ini..

4. Phase Change / Thermolectric Cooling (TC)
Nah ini yang terbaru, dan saya belum pernah melihatnya secara langsung di event-event overclockers / benchmarking.
Sejauh yang saya tau, tipe ini mendinginkan dengan bantuan tegangan listrik. Informasi lebih jelasnya belum sempat saya cari tau. Hehe..


Yang pasti 3 dari 4 diatas adalah tipe pendingin yang telah dikenal dan diketahui oleh orang banyak.
Hope this information usefull to you all readers! :)

Sunday, December 26, 2010

Android Platform, The Open Source of Mobile Operating System

Lagi iseng buat tulisan, sekedar catatan harian aja yang msh nyantol di memory saya. Hehehe..

Salah satu yang paling memikat saya untuk menulis tentang sistem operasi mobile terbaru ini (lagi hot-hot nya) adalah Android Platform.


Sebelum itu, mari kita lihat dulu jumlah / kepemimpinan Operating System mobile yang ada di dunia saat ini:
1. Symbian (sekarang sudah diakuisisi oleh Nokia Corp)
2. IOS (Iphone)
3. BB OS (Blackberry)
4. Windows Mobile
5. Palm OS
6. Lain2
Semenjak Android meranah ke pasar smartphone/mobile, Android masuk dalam urutan 3 besar setelah IOS dan melangkahi BB. Hmm...


Berbeda dengan OS (operating system) yang sudah ada (Symbian, Windows Mobile, IOS, BB OS, Palm, dll), Android memiliki kelebihan yang tidak dimiliki OS lainnya.
OPEN SOURCE PROJECT.
Kata ini tidak akan asing bagi anda yang menggeluti bidang Teknologi Informasi. Atau setidaknya pernah mengikuti seminar Open Source Application.

Yup, OS ini bersifat terbuka "source code" -nya dengan dibawah lisensi GPL/GNU. Android adalah bagian dari OHA (Open Handset Alliance) yang berfokus pada pengembangan aplikasi/OS Open Source. Oleh karena proyek Open Source, dan dibesut oleh Google Inc., yang telah kita kenal sebagai search engine website yang terkemuka.
Perkembangan OS ini akan lebih cepat dibandingkan dengan OS lainnya yang tidak open source karena akan banyak developer yang bisa berpartisipasi guna mengembangkan OS Android ini ke arah yang lebih baik.
Vendor dapat lebih fokus ke arah pengembangan Hardware Handphone/Smartphone.
Maka jangan heran kenapa kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali smartphone android dengan spek hardware yang tinggi dijual dengan harga yang bersaing dan terus berkembang.


Disamping Official Release nya, developer dalam komunitas-komunitas di internet juga dapat memodifikasi OS tsb dengan sesuka hati mereka dan dapat men-sharing apa yang telah ia modifikasi sehingga bisa dipakai publik.
Contoh modifikator terkenal seperti CyanogenMod yang namanya harum di komunitas ponsel Android HTC.

Berikut sedikit ringkasan Timeline/sejarah Android:
  • Android pertama kali di umumkan oleh OHA pada tahun 2007, 5 November.
  • SDK (Software Development Kit) muncul pertama kali untuk diujicoba pada tahun 2007, 12 November.
  • 17 April 2008, developer-developer ditantang untuk unjuk gigi membuat aplikasi Android.
  • Android Market resmi diumumkan 28 Agustus 2008. Konsep ini hampir menyerupai IOS (Iphone OS) dengan iStore nya.
  • HTC G1 sebagai ponsel Android pertama release di market pada tahun 2008, 23 September. Pada saat yang sama juga SDK v1.0 resmi release di public.
  • Tepat tanggal 21 October 2008, Source code diumumkan ke publik dan Android resmi sebagai Open Source Project.

Android pertama kali muncul di handset HTC G1. Kemudian HTC G2, Google Nexus One, dan yang terbaru saat tulisan ini dibuat Google Nexus S. Ketika itu Android masih versi 1.5. Kemudia berkembang ke 1.6, 2.1, 2.2 dan yang terakhir saat tulisan ini dibuat adalah 2.3.
Masing-masing memiliki code name:
v1.5 = Donut
v1.6 = Cupcake
v2.1 = Eclair
v2.2 = Froyo
v2.3 = Gingerbread
v.3.0 = Honeycomb

Saat tulisan ini dibuat, versi terakhir yang benar-benar sudah release resmi adalah v2.2 dan v2.3. Sedangkan Honeycomb maupun v4.0 yang masih dalam prototype yang belum resmi release.

Hal yang menarik bagi saya adalah perkembangan Android itu sendiri dan menyakinkan saya bahwa sebuah komunitas mampu mengalahkan sesuatu yang telah lebih lama exists, dengan Open Source, perkembangan Android tidak terbendung.

  • Majalah / tabloid Handpone yang saya baca belakangan ini sekarang sering membahas Android. Dikarenakan Android baru masuk Indonesia pada awal tahun 2010, Maret kalo tidak salah.
  • Aplikasi Android telah mencapai 200.000 lebih dan membayangi jumlah aplikasi Iphone dan Symbian, dimana Blackberry dan Windows Phone berada di urutan setelahnya. Peningkatan aplikasi ini naik 2x lipat dalam hanya kurun waktu 2 tahun.
  • Android ditujukan untuk pasar smartphone dan menurut saya lebih pantas disandingkan dengan Iphone, karena kebanyakan ponsel Android sekarang adalah multimedia phone.
Walaupun popularitas Android masih dibelakang, tapi kemampuan Android dalam kecepatan dan kestabilan mengakses internet / browsing jauh diatas kemampuan browser Safari di Iphone (nb. Safari Iphone merupakan browser dan IOS merupakan OS tercepat saat itu).
OS Android masih terus dalam tahap penyempurnaan dan menurut saya IOS masih sedikit lebih baik. Namun, karena Android adalah Open Source dan beruntung bagi anda yang suka mengotak-atik smartphone (oprek HP), Android adalah OS yang tepat untuk anda berkreasi!
Android notabene akan lebih cepat berkembang dibandingkan IOS, BB, Symbian ataupun Windows Mobile (Windows Mobile sekarang sudah berada pada versi 7 yang juga sedang naik daun).

Vendor Smartphone yang merelease Android Phone, sejauh yang saya tau dan trivianya (khusus di Indonesia saja ya) adalah:
1. HTC (Vendor no.1 asal Taiwan untuk urusan Pioneer "segala sesuatu" yang "baru". HTC dulunya adalah pemasok komponen smartphone ke berbagai vendor handphone seperti Palm, HP, O2 dan sekarang membangun merk sendiri.)
2. Samsung (Vendor no.1 di Dunia asal Korsel dalam hal market share alat2 elektronik.)
3. LG (Vendor no.2 di Korsel di bidang elektronik termasuk handphone)
4. Sony Ericsson (Join vendor antara Sony dan Ericsson yang namanya naik daun karena Walkman Phone nya)
5. Motorola (Vendor asal Amerika, pemain lama, dan naik daun karena HP tertipis pertama di dunia, dengan tipe RAZR/V3 )
6. Nexian Journey (Hp Journey asal Indo, tapi OEM nya banyak dipake di Eropa sana)

Ket: OEM = Original Equipment Manufactured

Hmm.. sekian sudah tulisan saya.
Moga-moga besok-besok dapet pencerahan lagi untuk nulis apa.. Hehe
Semoga informasi ini berguna gak cuman buat gw aja (sebagai refresher karena gw suka amnesia sesaat :D ), tapi buat yang lain juga.
Maaf kalo ada salah informasi, komen saja disini nanti saya koreksi. Thanks ^^

Thursday, December 16, 2010

Konektor Digital HDMI/HDCP, DVI/HDCP

Perkembangan teknologi begitu pesat..
Tanpa saya sadari, sepertinya saya tertinggal/tidak terupdate informasi ke dalam otak saya tentang teknologi konektor dalam Video.

Dahulu kita hanya mengenal tentang teknologi Analog. Sekarang kita lebih sering disuguhkan dengan kata-kata "DIGITAL".
TV Digital, Speedometer Digital, Jam Digital, Audio Digital, Video Digital, dll.
Konten digital menyajikan kualitas yang jernih dan bening dibandingkan analog. Disamping itu, digital juga mempunyai kelemahan dalam hal PIRACY. Kemudahan konten digital untuk dibajak lebih MUDAH dan MURAH. Makanya dahulu pas jaman belum ada digital, game bajakan dalam bentuk catridge dan video VHS tidak pernah ditemui bajakannya.

Oke, cukup sekian pembukaan dan flashbacknya tentang Konten Digital.
Langsung ke pokok cerita.

Kemarin ini saya lagi mao mengganti monitor saya ke 22 inch. Setelah berjam - jam browsing, tidak sengaja tercantol ke topik search saya di internet tentang connector digital DVI, HDMI dan konektor lawas D-Sub.

Supaya tidak bingung berikut kepanjangan dari masing2 singkatan diatas.

Digital Video Interface (DVI)
High Definition Multimedia Interconnect (HDMI)
High Bandwidth Digital Content (HDCP)

Hmm.. Ternyata setelah data mining (kalo harafiahnya, cari2 informasi), saya baru "ngeh" kalo HDMI adalah teknologi yang serupa dengan DVI-I atau DVI-D.
TV dan Monitor jaman sekarang sudah notabene support HD (720p) / Full HD (1080p). Harganya pun terjangkau, dan sekarang sudah pada menggunakan Plasma, LCD dan terbaru LED (LCD dgn teknologi backlighting LED).

Penjelasan tentang diatas gak mungkin saya jelaskan satu persatu karena tulisannya bisa panjang banget dan tidak ada habisnya.. lagipula topiknya tidak sesuai kalo dibahas disini. Hehe..

Dengan adanya konten digital tsb (HD dan Full HD) , tentunya dibutuhkan konektor digital. Nah konektor DVI dan HDMI inilah yang menjembatani antara konten digital dan perangkatnya.
HDMI adalah perbaharuan dari DVI dan serupa teknologinya , hanya saja dalam HDMI konten video dan audio disatukan (jadi tidak ada lagi tuh audio spliter yang jumlahnya 2, 4, 5, 7). HDMI sekarang sudah support sampai 7.1 audio (dulu sebelumnya hanya 2.1, 4, 5.1)
DVI sendiri menyajikan transfer rate yang sama dengan HDMI untuk video (besarnya saya tidak tau) tanpa adanya infomasi/data yg hilang, tidak terkompress, dan benar-benar real. Namun bukan berarti DVI maupun HDMI lepas dari error.
DVI hanya ditujukan untuk mengirim sinyal gambar. Awal perkembangan DVI juga diawali di PC/Komputer, yang notabene monitor hanya digunakan untuk menampilkan gambar. Sedangkan HDMI dikembangkan untuk TV Digital (yg mengeluarkan suara/audio) yang sekarang juga digunakan pada monitor-monitor PC yang juga bisa digunakan untuk TV (dikenal sbg Monitor TV)

Kalo diliat digambar ini : (Atas : DVI, bawah: HDMI)

Jelas sekali bahwa HDMI lebih baik dari segi ergonomis dan ekonomis. Teknologi HDMI juga semakin berkembang dengan releasenya versi 1.3 yang memberikan transfer rate lebih tinggi daripada DVI-I / DVI-D.
Memang teknologi konektor HDMI lah yang akan digunakan untuk kedepannya.
Namun bukan berarti DVI akan berakhir, karena sekarang ini (di PC) , masih VGA Card ber-konektor DVI yang masih digunakan (lambat laun pasti tergantikan).
Namun untuk TV Digital sendiri, sepertinya HDMI akan menjadi pilihan wajib yang harus dipunyai.


Nah untuk HDCP sendiri, ini adalah suatu teknologi yang HANYA TERDAPAT pada DVI ataupun HDMI. HDCP adalah suatu sistem proteksi pada alat elektronik (Tv / monitor ) untuk menanggulangi PIRACY pada konten digital. HDCP biasanya selalu exists pada perangkat elektornik tsb. Tidak terlihat oleh pengguna. HDCP adalah semacam security key sama seperti kita menginstall program/aplikasi pada PC. Cara kerja nya adalah mengirim sinyal balik berupa key kepada sinyal yang mengirimnya (Provider Konten Digital) yang mengenkripsi data sebelum dikirim ke TV pelanggan. Konon, katanya TV Tanpa adanya HDCP, dapat dipastikan TV / TV Monitor anda tidak akan dapat menerima siaran digital dr Provider anda (Correct Me If I'm Wrong / CMIIW).
Tapi setau saya, disini tidak diperlukan HDCP (kalo di US iya). CMIIW.


HDCP ini cukup menganggu untuk sebagian orang, karena anda jadi tidak dapat merekam konten digital dari TV kabel sehingga jika suatu saat anda ingin menonton kembali, anda tidak bisa merekamnya.
Namun apa dikata, manusia selalu berkreasi, maka selalu ada cara untuk meng-hack HDCP ini.


Sekian informasi yang saya dapat hari ini, semoga bisa menambah wawasan pembaca ^^

Saturday, November 6, 2010

SUPER AMOLED Display

Kali ini gw buat tulisan yang menurut gw penting untuk nambah2 pengetahuan teknologi, jadi gw akan menggunakan bahasa yang agak formal (tentunya bukan pada kalimat ini hehehe)

Tahukah anda bahwa teknologi display gadget akhir-akhir ini berkembang pesat?
Dari yang saya kenal berupa LCD monokrom, CSTN / STN, TFT, TFD, UFD, OLED, dan AMOLED. Gadget/handphone/smartphone/dll menggunakan layar TFT LCD pada umumnya (yang saya temui pada hp non-touch screen).
Pada device touch screen, biasanya mengadopsi layar TFT LCD, OLED, AMOLED dan yang paling terbaru SUPER AMOLED.
Jika anda penasaran pada singkatan dan teknologi-teknologi diatas, disarankan gali informasi itu sendiri yaa :)

Pernahkah anda mendengar tentang layar SUPER AMOLED ?? Dahulu lebih dikenal dengan teknologi AMOLED pada touch screen device keluaran LG dan Samsung.
Saat ini layar SUPER AMOLED hanya ada pada Samsung karena memang teknologi ini diciptakan oleh Samsung dan tidak akan ada device lain yang menggunakannya setidaknya sampai 1 thn kedepan sejak tulisan ini dibuat.

Layar ini adalah perkembangan dari layar AMOLED, sedangkan layar AMOLED sendiri adalah perkembangan dari layar OLED atau dikenal juga sebagai LEP atau OEL. Sedikit kilas balik terhadapap display OLED dan AMOLED.
Layar OLED secara umum memiliki perbedaan teknologi dibandingkan dengan LCD. Layar ini lebih tipis karena tidak dibutuhkannya layer untuk menghasilkan cahaya (backlighting layer). Display ini lebih hemat energi, ringan, murah, dan cepat.

Sedangkan pada AMOLED, memiliki beberapa kelebihan dibanding pendahulunya (OLED).
1. Perpaduan TFT LCD dan OLED display
2. Lebih hemat energi.
3. Lebih cerah dan kontras
4. Lebih cepat dalam proses On Off Lighting (tiap pixel memancarkan cahaya sendiri (sudah ada pada OLED)

Sedangkan pada SUPER AMOLED, terdapat lagi perkembangan yang cukup signifikan dari AMOLED.

1. Lebih hemat listrik 20% dari layar AMOLED.
Bayangkan, jika anda punya gadget touch screen layar besar misalkan 2.7 - 3.7 inch, maka energi yang digunakan akan sangat banyak meskipun kapasitas batere sudah besar (walaupun hal ini juga dipengaruhi oleh jenis OS, aplikasi yang berjalan di hp, dan pemakaian). Dengan kehadiran AMOLED, batere menjadi lebih tahan lama. Namun dengan SUPER AMOLED, batere lebih hemat 20% dari AMOLED biasa.

2. Teks/gambar pada layar SUPER AMOLED dapat dibaca dibawah sinar matahari langsung dan mengurangi 80% refleksi cahaya.
Point ini merupakan salah satu peningkatan yang paling signifikan menurut saya, karena ketidakmampuan/kerendahan tingkat baca dibawah sinar matahari langsung merupakan salah satu kelembahan terbesar layar OLED maupun AMOLED.
Pada layar AMOLED biasa, membaca teks/gambar sangat tidak mungkin dilakukan di bawah sinar matahari langsung (hampir tidak terbaca! Saya pernah testing gadget yang menggunakan AMOLED, sangat susah membacanya dibawah sinar matahari langsung/siang hari).
Hal ini dikarenakan display SUPER AMOLED terintegrasi/built in dengan touch layer nya. Sedangkan AMOLED tidak.

3. Viewing angle nya 180 derajat. 
Kalo anda sedang memperlihatkan foto / video ke teman anda yang disamping, anda tidak perlu susah-susah memindahkan gadget anda kepada teman disebelah anda. Ia pun dapat membaca / melihat dengan jelas tanpa blur dan distorsi! Hal ini tidak akan anda dapatkan pada layar OLED ataupun LCD.

4. Kontras ratio 1:100.000
Kontras ratio (tentunya dynamic kontras, walaupun tidak ditulis dalam statement nya Samsung) yang begitu tinggi untuk ukuran layar gadget 3.7 inch, akan sangat berasa. Layar terlihat lebih jernih, perpindahan warna sangat jelas/teratur. Kontras ratio seperti ini hampir serupa dengan HDTV standard.

5. Tingkat kecerahan / Brightness , 20% lebih cerah
20% lebih cerah dibandingkan dengan layar AMOLED biasa. Sekedar informasi, layar AMOLED menghasilkan lebih baik kecerahan dibandingkan dengan TFT LCD yang biasanya digunakan pada gadget-gadget.


6. Lebih tipis
Berpedoman pada point 2, akibat built in touch layer nya, maka menyebabkan layar SUPER AMOLED lebih tipis sehingga menciptakan gadget SUPER TIPIS menjadi mungkin.

Tulisan ini merupakan salah satu tulisan yang paling menarik dan paling saya semangat untuk menulisnya. Dikarenakan saya sudah mencoba teknologi ini SENDIRI pada gadget terbaru Samsung Galaxy S (release bulan Juli/Agustus 2010 di ICS).
Yang saya dapat katakan, layar SUPER AMOLED memang memukau, lebih baik dari Retina Display Iphone 4 (dalam hal kontras/kecerahan, bukan pixel depth karena masih kalah). Yup, tanpa adanya promosi, kehebatan yang digembar-gemborkan oleh Apple tentang Retina Display nya dapat dijawab/dibalas oleh Samsung lewat SUPER AMOLED display nya :)

Note (singkatan-singkatan) :
STN = Super Twisted Nematic
CSTN = Color Super Twisted Nematic
TFT = Thin Film Transistor
TFD = Thin Film Diode
UFB = Ultra Fine Bright
OLED = Organic Light-Emitting Diode
AMOLED = Active Matrix Organic Light-Emitting Diode
SUPER AMOLED = hanya istilah, menurut saya lebih tepatnya generasi ke-2 dari AMOLED display.


Semoga artikel ini berguna bagi pembaca.
Mohon maaf jika ada salah informasi mohon dikoreksi.
Segala saran dan kritik diterima. Thanks.

Monday, September 13, 2010

What create Compiler which can complie X Programming Language?

Sengaja pake judul Inggris biar lebih keren. hehe

Baru - baru ini terlintas di pikiran saya , kenapa ya selama belajar di IT , gak pernah kepikiran cari tau tentang teori awal mula compiler ataupun bahasa pemograman maupun aplikasi diciptakan?
Jangankan cari tau, pertanyaan semacam itu aja gak pernah kepikiran.. Mungkin karena kebanyakan fokus DotA biar sekelas ama level turnamen dan pada akhirnya madesu jadinya pensiun total (Hahahaha...)
Weits, jadi Out of Topic (OOT) gini.. ~_~

Back to the topic!

Pertanyaan sederhana yang mungkin gak semua orang IT bisa menjawab dengan baik.
"Compiler untuk mengcompile bahasa pemograman dibuat dengan apa dan bagaimana?"
"Aplikasi untuk membuat aplikasi (IDE) dibuat dengan apa dan bagaimana?"
"Darimana asal pembuatan bahasa pemograman baru?"

Mungkin jawaban paling simple:
"Awal mulanya ya dengan bahasa mesin! 10101101 dst itu"

Yup, memang tidak salah, tapi tahukah anda suatu teori self-hosting atau bootstrapping dan notasi T-diagram ?
Self-hosting adalah istilah yang merujuk pada penggunaan program komputer sebagai bagian dari alat/tools atau sistem operasi untuk memproduksi versi yang lebih baru dari program yang sama.
Dalam hal ini compiler yang dapat mengcompile source code nya sendiri.
Sebagian contoh program yang self-hosting meliputi kernel, assemblers, shells, dan kontrol software revision. Istilah lainnya adalah Bootstrapping. Yaitu, membuat compiler untuk suatu bahasa pemograman yang ingin digunakan untuk mengcompile.


Hampir sebagian besar semua program/aplikasi maupun bahasa pemograman dibuat dengan metode bootstrapping. Yaitu membuat tools development baru dengan host-system yang sudah ada sebelumnya.
Sangat tidak mungkin / hampir tidak dapat diterapkan ntuk membuat software tools pengembangan yang baru dari awal (built from the scratch, tanpa adanya host-system).
Sebuah sistem / software yang baru pasti dibuat dengan menggunakan software / sistem yang sudah ada sebelumnya. Jika sebuah sistem / software sangat baru (benar-benar baru), maka akan dibuat dengan menggunakan host-system yang lain dan ditempatkan dalam media penyimpanan yang dimana sistem baru tersebut dapat dibaca.

Sebagai contoh (untuk bootstrapping) :
- Linux OS pertama kali di develop dalam environment Minix.
- Bahasa seperti Ruby, Perl, Phyton biasanya (seingat pengetahuan saya CMIIW), ditulis dalam bahasa C.
- Compiler pertama Pascal dibuat/ditulis dari Fortran.


Sedangkan contoh self-hosting :
- GCC ditulis dalam C
- FPC ditulis dalam Pascal
- GHC ditulis dalam Haskell


Nah ini ada 2 contoh gambar notasi T-Diagram (Tombstone Diagram) untuk merepresntasikan secara gamblang proses rumit bootstrapping , compiler yang mengcompile dirinya sendiri dan porting.

Dibawah ini gambar yang merepresentasikan Ada compiler yang ditulis/dibuat dengan C yang menghasilkan kode mesin (machine code).


1 lagi contoh notasi T-Diagram yang merepresentasikan proses bootstrapping sebuah compiler C yang ditulis dalam C, menggunakan compiler lain yang ditulis dengan bahasa mesin.







Semoga artikel ini menambah wawasan anda. Mohon maaf kalo ada salah ya.
Informasi lebih detail bisa search kata-kata yang dicetak tebal di Wikipedia.org

Wednesday, July 21, 2010

Cara Membuat Kacamata 3D




Dengan teknologi baru acara TV sekarang yang berbau 3D. Ini akan berfungsi dengan baik untuk 3D Super Bowl komersil waktu di setengah film. Termasuk membeli kacamata yang bisa anda buat sendiri.

Ada 2 cara untuk membuat kacamata 3D. Anda dapat memutuskan metode mana yang akan paling mudah dan paling efektif untuk Anda.

Cara pertama sepertinya cara termurah dengan barang-barang yang dibutuhkan untuk membuat kacamata dengan cara ini. Pertama mencetak template untuk kacamata di

disini templatenya : Download disini


Setelah Anda memotong template plastik agar sesuai dengan lubang-lubang di gelas. Pastikan Anda menempatkan plastik merah di mata kiri dan biru di sebelah kanan. Anda dapat memasukkan lem atau plastik di tempatnya. Anda sekarang siap untuk menggunakan kacamata. Jika Anda ingin membuat setelannya yang lebih kokoh hanya memotong papan poster lain dan lem template ke template lain yang menutupi plastik ditempel atau dilem sisi.

CARA:
1. cetak dan lem gambar ini kekertas yang lebih tebal seperti kertas karton, lalu potong 3 bagian ini, ingatlah untuk melubangi matanya


2.Once you have the three pieces cut out, glue, or tape pieces of cellophane on to the inside of the glasses.Be careful not to get the glue on the viewing area of the cellophane. You can find cellophane or similar materials at craft and art stores, or stores that sell party supplies.


3. Finally, glue on the side panels to complete your own cool 3-D glasses.


4. Finally



Cara lain Anda dapat membuat 3D kacamata adalah menemukan sepasang tua kacamata hitam. Tarik Keluar Lensanya. Dapatkan potongan yang kuat plastik bening dan menempatkan lensa di sheet dan menggunakannya sebagai sebuah template, menarik garis di sekeliling lensa dan kemudian memotong plastik baru lensa keluar. Tempatkan kembali lensa ke bingkai kacamata hitam. Warna lensa kiri dengan spidol merah dan mata kanan biru. Anda sekarang siap untuk menonton TV 3D.

Sumber di sini

Monday, June 21, 2010

Material pengganti Blu-Ray Disc? Mungkinkah?

Sebelumnya pengen cerita dikit kenapa saya memilih untuk menulis topik Blu Ray Disc.
Mungkin semua orang pernah mendengar tentang Blu Ray Disc, tapi hanya sedikit yang tau pasti tentang teknologi ini (termasuk saya :D ).

Blu-Ray Disc atau disingkat BR atau BD atau Blu-Ray saja, memang dimaksudkan untuk mengganti disc yang telah lama kita kenal, DVD.

Awalnya Blu-Ray hanya bisa menampung 25GB dalam 1 layernya, dan mempunyai kapasitas menampung 50GB dalam 2 layer (itupun sudah besar menurut saya pada saat itu).
Belakangan ini ada berita terbaru bahwa Sony dan Panasonic melakukan kerjasama untuk mengembangkan jenis Blu-Ray terbaru yang bisa menampung data sampai 67 GB.

Berarti jenis terbaru ini 34% lebih besar kapasitasnya atau setara 17 GB, cukup banyak pertambahannya!! Kabar baiknya bagi yang sudah memiliki Blu-ray player, jenis disc baru ini bisa digunakan dengan player Blu-ray lama anda.
Sejauh ini, baik Sony maupun Panasonic belum memastikan kapan disc Blu-ray 67 GB ini akan mulai dijual.

Disc Blu-ray memang menjanjikan sebuah kapasitas penyimpanan yang besar, apalagi dengan berita terakhir yang menjanjikan penyimpanan hingga 67 GB. Tetapi bagaimana dengan harganya? Berapa banyak sih yang sanggup membeli disc Blu-ray yang harganya selangit? Hahahaha...

Namun, ada kabar gembira...
Peneliti dari Jepang telah berhasil menemukan bahan khusus yang digunakan untuk pembuatan sebuah disc yang bukan saja lebih murah, tetapi juga bisa menyimpan data lebih banyak.

Dengan penggunaan bahan titanium oxide, disc bisa mempunyai kapasitas ribuan kali lebih besar dari DVD atau menyamai dengan kapasitas sebuah disc Blu-ray. Titanium Oxide selain lebih murah, kita juga tidak perlu kuatir dengan masalah ramah lingkungan karena bahan ini sudah dikenal sebagai salah satu material yang ramah lingkungan.
Tentu saja hal ini bisa mengantikan posisi Blu-Ray disc atau mungkin membuat harga Blu-Ray disc lebih murah? Mungkinkah? Kita lihat saja nanti.

Saturday, May 8, 2010

Ponsel Android

 Hmm.. lagi iseng-iseng mao bandingin Blackberry Storm ama Iphone 3G, gak sengaja ketemu soal Android.
Sebenarnya ngebahas hal ini pun uda cukup basi. Tapi gw rasa masih relevan lah, karena belum banyak user yang tau soal Android. Lalu apa sih Android itu?

Android adalah sebuah Sistem Operasi (selanjutnya ditulis OS) yang ditanamkan pada ponsel/smartphone. Yup, OS seperti Windows Mobile (WinMo), Iphone, BlackBerry OS dari RIM, Symbian, dll.
Tentunya tiap OS masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Dan salah satu kelebihan Android OS ini adalah OPEN SOURCE. Bagi praktisi IT, tentu tidak asing oleh kata-kata ini (IT gitu loh. hahaha).

Yup, kelebihan OS Android ini bisa gw simpulkan begini:
  1. Fully Open Source 
    Maksudnya disini adalah source code atau kode-kode sumber dalam pembuatan OS ini (baik OS itu sendiri dan aplikasi built-in) dapat diperoleh, dipergunakan dan dimodifikasi dengan bebas oleh komunitas/personal dan TANPA BATASAN. Hal ini memungkinkan biaya yang lebih murah karena gratis dan pengembangan yang relatif cepat karena open source.
  2. Berbasis Kernel Linux 2.6 
    Linux sudah terkenal dengan Open Source-nya yang reliable dan secure dan yang paling penting, GRATIS. wkwkwk. Android OS untuk ponsel ini dibangun dengan menggunakan kernel Linux 2.6 yang sudah terbukti stabil di versi PC nya (ex. Ubuntu,Fedora,RedHat,OpenSuse,dll). Pembangunan aplikasi/game 3D menggunakan NDK (C/C++) dan ADV (Java) yang tentunya cukup powerful untuk menyaingin vendor OS lainnya.
  3. Android adalah hasil akuisisi Google Inc. 
    Google Inc. mengakuisisi perusahaan Android pada tahun 2005. Kita telah mengetahui bahwa Google adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Kredebilitasnya dapat dijadikan jaminan bagi user untuk menggunakan Google Android.
  4. OS yang kompetitif di market
    Fitur-fitur yang dibenamkan pada Android OS sangat kompetitif. Bisa dibilang rival dari Iphone dan OS touch screen lainnya (ex. BB Storm). Semua aplikasi yang built-in pada Android sudah sangat baik, dan dapat menunjang dalam proses komunikasi, bisnis dan multimedia. Karena sifatnya yang open source, maka secara tidak langsung lebih banyak aplikasi gratisan yang tersedia ( kata GRATIS memang paling POWERFUL. hahahaha)

Sekedar tambahan, ketersediaan aplikasi pada OS yang satu ini memang masih kalah banyak dibandingkan WinMo, Symbian, BB (sekarang BB uda makin banyak) ataupun Iphone. Tapi mengingat jangka panjangnya, gw rasa gak bakal makan waktu lama untuk menyaingi ketersediaan aplikasi pada OS lainnya. (lihat aja sekarang, uda banyak banget tuh).

Selama ini sih, yang gw liat Android ponsel biasanya digunakan pada ponsel touchscreen (makanya pada awal gw tulis, tertarik untuk ngelirik ponsel Android sebagai alternatif Iphone :p ).
Touchscreen yang digunakan adalah Capacitive, dan bukan Resesitif (sama seperti Iphone).
Katanya sih, Android lebih cenderung ke arah multimedia, tapi liat aja deh ntar kedepannya. Gw juga bukan orang yang maen HP seh, jadi kurang tau. HAHAHA

Saat ini Android sedang hot-hot nya menjadi sorotan di berbagai vendor ponsel seperti Motorola, Nokia, Samsung, HTC, dll. HTC sendiri adalah vendor ponsel pertama yang menggunakan Android sebagai OS nya.

Berminatkah anda menggunakan ponsel Android?
Gw sendiri begitu menyukai Iphone (tapi karena dana gak mumpuni untuk beli Iphone 3GS yang baru digaet ama telkomsel doank, maka gak bisa beli), dan setelah melihat potensi-potensi Android ini, ada keinginan untuk mencicipi OS ini.

Sekarang ini sih masih puas dengan OS WinMo :)


Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang gw tau :p