Pages

Showing posts with label virus. Show all posts
Showing posts with label virus. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

10 Gejala Umum Infeksi HIV Yang Terabaikan

Hingga saat ini Human Immunodeficiency Virus atau yang kita kenal dengan HIV masih menjadi penyakit mematikan dan belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Secara umum sulit sekali membedakan gejala infeksi virus HIV dengan penyakit lain. Bahkan pada beberapa kasus, keterlambatan diagnosa penyakit HIV bisa berujung pada kematian.

Virus HIV ditularkan melalui cairan tubuh seperti sperma, cairan vagina, atau transfusi darah. Virus ini hanya memerlukan waktu maksimal dua bulan sebelum masuk ke dalam tubuh dan menggerogoti sistem pertahanan tubuh kita.
Antara 40-90 persen orang yang terpapar virus HIV pada awalnya akan mengalami gejala seperti flu yang dikenal dengan Acute Retroviral Syndrome disingkat ARS. Namun terkadang gejala HIV tidak dapat terdeteksi bahkan hingga beberapa tahun ke depan pasca terinfeksi virus HIV.
“Karena HIV tidak dapat terdeteksi sejak dini dan apakah tubuh kita terpapar HIV atau tidak maka sangat direkomendasikan untuk melakukan tes laboratorium untuk mengetahuinya. Terutama bagi Anda yang gemar berhubungan seks dengan orang-orang yang berbeda,” ungkap Michael Horberg, MD, Direktur HIV/AIDS for Kaiser Permanente, di Oakland.
Berikut 10 gejala umum virus HIV yang patut Anda waspadai
  1. Demam
    Demam ringan adalah gejala awal yang paling umum terjadi saat seseorang terpapar virus HIV. Demam ringan ini seringkali disertai dengan sakit tenggorokan, kelelahan yang ekstrim, dan pembekakan kelenjar getah bening.
    Demam adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh sebagai akibat dari masuknya virus HIV ke aliran darah dengan jumlah yang berlipat ganda.
  2. Nyeri Otot
    Nyeri otot dan persendian tak hanya dialami oleh orang-orang yang mengalami gejala penyakit hepatitis dan sifilis, tapi juga dirasakan seseorang yang telah terpapar virus HIV. Gejala ini seringkali diabaikan hingga paparan virus HIV benar-benar masuk ke tingkat yang mengkhawatirkan.
  3. Ruam Kulit
    Ruam bisa berupa bercak-bercak kemerahan pada kulit atau benjolan menyerupai jerawat dalam jumlah banyak yang tak sembuh-sembuh. Gejala ini akan muncul jika paparan virus HIV telah mencapai pada tingkat yang lebih parah.
  4. Mual, Muntah, dan Diare
    Antara 30- 60 persen pengidap HIV akan mengalami gejala singkat mual, muntah, dan serangan diare. Selain sebagai gejala HIV tahap lanjut, gejala-gejala di atas juga bisa muncul sebagai efek samping dari terapi pengobatan.
  5. Berat Badan Turun Drastis
    Berat badan turun drastis merupakan gejala tahap lanjut bahwa tubuh telah terinfeksi HIV. Berat badan turun drastis bisa terjadi akibat diare atau kurangnya nutrisi tubuh akibat sering memuntahkan makanan.
  6. Batuk Kering
    Biasanya batuk kering akan terjadi setelah satu tahun terjangkit virus HIV, sekaligus menjadi tanda bahwa penyakit ini semakin memburuk. Penggunaan obat batuk sekali pun tidak dapat meredakan batuk akibat paparan virus HIV.
  7. Perubahan pada Kuku
    Tanda lain dari infeksi HIV adalah perubahan pada kuku seperti penebalan, kuku melengkung, dan perubahan warna seperti kuku menghitam atau muncul garis coklat vertikal atau horisontal dipermukaan kuku.
    “Perubahan kuku ini dapat terjadi akibat infeksi jamur seperti kandida. Mengingat penderita HIV mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh, maka jamur tersebut bisa sangat mudah berkembang,” kata Horberg.
  8. Infeksi Jamur pada Mulut
    Infeksi jamur tak hanya menyerang permukaan kuku, tapi juga organ lain seperti mulut. Jika jamur sudah menginfeksi mulut, maka pengidap HIV akan sulit untuk mengunyah dan menelan makanan.
  9. Kebingungan dan Sulit Konsentrasi
    Masalah kognitif bisa menjadi tanda demensia terkait HIV. Selain mengalami kebingungan dan sulit berkonsentrasi, demensia terkait HIV juga dapat mempengaruhi memori dan masalah perilkau seperti mudah marah dan tersinggung. Gejala ini diiringi dengan menurunnya keampuan motoris tubuh seperti menjadi ceroboh, menurunnya kordinasi tubuh, dan bahkan hilangnya kemampuan untuk menulis.
  10. Herpes Genital
    Herpes genital yang terjadi pada penderita HIV umumnya tidak memiliki gejala yang khas. Namun luka yang muncul cenderung lebih besar dan lebih dalam. Penyakit ini lebih banyak menular melalui hubungan kontak kulit dengan penderita, terutama saat berhubungan seks. Umumnya gejalanya adalah timbul bintil-bintil di bagian luar alat kelamin yang bentuknya memerah dan membengkak.
Sumber tulisan:
http://id.she.yahoo.com

Just collecting notes and sharing..
Please let me know if there are wrong statements in this article or a copy-paste one.

Thursday, March 17, 2011

Rootkit - The most terrifying type of virus (Part 2)

Lanjutan dari artikel sebelumnya Rootkit - The most terrifying type of virus (Part 1).
Bagaimana cara mencegah dan mengatasi rootkit tersebut?
Saya sendiri belum pernah terinfeksi semua jenis rootkit diatas. (hehe). Setelah fact finding di internet, tepatnya di artikel-artikel IT Tech dan forum, saya menemukan sedikit tips yang berguna.

1. Password BIOS anda (saya belum tau apakah ini cukup efektif atau tidak, saya sendiri melakukan password pada BIOS).
2. Biasakan menggunakan Windows / Linux pada level regular user / guest. Bukan administrator / root.
Sehingga jika virus menginfeksi, ia hanya akan menginfeksi user yang bersangkutan (bukan sebagai sistem administrator).
Memang cara ini agak menyusahkan namun paling ampuh, bahkan cara seperti ini bisa cukup membantu anda tanpa harus menginstall antivirus yang mahal harganya.
3. Gunakan Antivirus yang tepercaya dan selalu up to date
4. Gunakan Anti-Rootkit scanning.
5. Biasakan tidak membuka attachment email dari orang tak dikenal. 
6. Biasakan tidak mengklik link-link tidak jelas asal usulnya (teliti dahulu) termasuk juga iklan (beberapa iklan suka mengandung malware jahat, biasanya iklan pada web-web yang "tidak jelas")

Jika sudah terinfeksi, bisa dicoba cara berikut:
1. Lakukan scanning di komputer berbeda, dan HDD dicolok pada posisi SLAVE.
2. Gunakan Live CD (OS yang dapat berjalan independent lewat CD / USB Flash Drive) untuk men-scanning HDD yang diduga terinfeksi rootkit.
Ket: Pembersihan rootkit amat sangat sulit karena pada dasarnya rootkit berjalan pada low level.

Dan cara paling ampuh sejagat raya (hopeless way mode :D ) = Format Hardisk! Hehe..
Maka semua virus dipastikan hilang dan tidak dapat berjalan.

Catatan:
Jika rootkit menyerang BIOS motherboard. Maka melakukan format HDD tidak akan mampu menghilangkan rootkit jenis ini.
Reset BIOS dengan cabut batere / cabut jumper juga tidak akan berpengaruh.
Satu-satunya jalan adalah Membawa motherboard anda ke vendor bersangkutan untuk diperbaiki (diflash ulang) jika mati total. Anda juga dapat melakukan flashing sendiri pada chip motherboard letak BIOS itu terinstall lewat PC teman/saudara.
Beberapa vendor motherboard sudah menyediakan flashing BIOS lewat OS (Windows). Kalau tidak mensupport hal tsb dan anda tetap bersikukuh ingin melakukan flash sendiri, anda dapat meng-inject BIOS (bebas dari rootkit / stock BIOS dari vendor) ke flashrom.
BIOS pada motherboard biasanya memiliki setting Read only/ Read & Write.
Untuk lebih jelasnya bisa "googling" sendiri :D

Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang saya tau :p
Kalo ada salah mohon koreksinya ya :)

Rootkit - The most terrifying type of virus (Part 1)

Jika ada yang belum tau, monggo dibaca, jika sudah tau banget bisa diskip :D
Rootkit sudah lama diperbincangkan dan mulai terkenal sejak pertama kali issue nya keluar di tahun 2005 lewat skandal oleh Sony BMG terhadap CD musik jualannya yang memiliki software untuk Copy Protection dan DRM/Digital Rights Management.
Software tersebut memiliki musik player yang juga menginstall rootkit untuk membatasi pengguna dalam mengakses CD tsb. Hal ini ditemukan oleh Mark Russinovich, yang membuat rootkit detection tool bernama RootkitRevealer.
Tujuan Sony BMG memang baik, yaitu mengamankan pembajakan terhadap CD musiknya. Namun hal ini bisa disalahgunakan oleh berbagai peretas (cracker) untuk meng-exploit-nya. Akibatnya, di US, Sony BMG terkena tuntutan dari publik class-action lawsuit.

Nah sekilas sudah dapat gambaran tentang rootkit kan?
Rootkit sendiri terdiri dari berbagai macam tipe.
Nah rootkit yang pernah saya temukan dari teman saya dulu, adalah rootkit yang menyerang di level kernel (ring - 0).

Bagi pengguna Unix ataupun Linux mungkin tidak asing dengan istilah ROOT dan KERNEL. Root adalah akses tertinggi pada user di Unix dan Linux. Root memiliki akses tak terbatas pada sistem sehingga ia bisa melakukan apapun dari mengubah/memodifikasi aplikasi, sistem file, library pada Operating System. Inilah yang mendasari penamaan Rootkit itu sendiri.

Nah yang paling mengerikan adalah modifikasi pada level kernel, boot dan firmware (BIOS).
Hampir mustahil untuk mendeteksi rootkit yang sudah berada pada level kernel (ring - 0 pada windows), karena AntiVirus berjalan pada level kernel dan tidak mampu untuk mendeteksi pada level yang sama, kecuali rootkit tsb berada pada level lebih atas atau antivirus berada pada level lebih bawah sehingga mampu mendeteksi rootkit (liat gambar).
Rootkit berjalan independent, diam, dan hampir tidak terdeteksi (jika berada pada low level)
Yang paling berbahaya adalah ia bisa saja merusak bootloader pada hardisk, atau merusak BIOS motherboard anda sehingga komputer anda tidak berfungsi sebagaimana mustinya / mati total.


Bagaimana bisa dia mengakses pada level tersebut?
Jika kita pengguna Windows, kita pasti sering di level administrator (hak akses tertinggi pada Windows), dan kira-kira beginilah cara kerja Rootkit:
1. Antivirus gagal mendeteksi program jahat yang terdapat di komputer kita, virus terinstall.
Karena anda berada pada akses tertinggi di sistem, maka virus terinstall dengan aman atau anda mengijinkannya tanpa sadar.

2. Virus tersebut berjalan pada sistem, dan kemudian menginstall rootkit pada level kernel. Walaupun virus sudah terhapus, tapi rootkit tetap ada. (Program semacam DeepFreeze juga tak mampu menangkalnya)

3. Rootkit ini akan mendapatkan akses penuh terhadap sistem. Berjalan tersembunyi, mandiri, dan hampir tak terdeteksi.

4. Tergantung dari jenis rootkitnya (dibedakan berdasarkan jenis serangannya), ia dapat menyerang ke aplikasi, libary/sistem file, menginfeksi MBR (Master Boot Records) yang digunakan sebagai titik awal booting sistem operasi, dan BIOS.
Langkah pada no.4 diatas dilakukan lewat malware yang ada pada sistem operasi. Malware ini tidak akan terdeteksi karena rootkit akan menyembunyikannya.

Penyerangan rootkit pada MBR dikenal sebagai Bootkit atau “Evil Maid Attack".
Jika menyerang BIOS hal yang dia cukup lakukan adalah melakukan flashing BIOS "versinya" ke Motherboard.


Lalu bagaimana mencegah dan mengatasinya? 
Anda bisa membaca artikel lanjutannya di sini


Kalo ada salah, mohon dikoreksi ya..
Thanks :)

Wednesday, February 2, 2011

Kiat Khusus Membasmi Virus Ramnit dari Komputer

Meski terbilang baru, namun penyebaran virus Ramnit memang cepat. Bahkan karena kecanggihannya yang mampu men-download virus lain, program jahat ini tergolong salah satu trojan yang sulit diberantas.

Nah setelah mengetahui ciri-cirinya, berikut adalah langkah-langkah untuk menghapus virus Ramnit yang disampaikan Alfons Tanujaya, analis antivirus Vaksincom, kepada detikINET, Selasa (1/2/2011).

Karena menginfeksi file berekstensi exe, dll, dan html, maka pembersihan sebaiknya dilakukan pada modus DOS. Untuk mempermudah pembersihan silahkan gunakan Windows Mini PE Live CD, lalu downlad tool gratis Dr.Web CureIt!

Agar optimal, sebaiknya semua media termasuk hardsisk dan flashdisk discan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan Ramnit akan menaruh beberapa media penyimpanan.

Sebelum melakukan pembersihan sebaiknya blok file duplikat virus dengan menggunakan fitur 'Software Restriction Policies'. Fitur ini hanya ada pada system operasi Windows XP Pro, Vista, 7, Server 2003 dan Server 2008.

Hubungkan flashdisk atau pun hardsik eksternal ke komputer. Lalu download aplikasi gratisan Dr Web Live CD pada situs berikut ini. Setelah hal tersebut usai dilakukan, pengguna bisa melanjutkan langkah-langkah berikut.

  1. Setelah software Dr.Web LiveCD berhasil di-download, burn kedalam CD/DVD
  2. Hubungkan flashdisk dan hardsik eksternal ke komputer
  3. Booting komputer melalui CD/DVD ROM
  4. Kemudian akan muncul layar 'Welcome to Dr.Web LiveCD
  5. Pilih 'Dr.Web LiveCD (Default)' kemudian tekan tombol 'Enter' pada keyboard
  6. Tunggu beberapa saat sampai muncul interface Dr.Web LiveCD yang akan menampilkan aplikasi 'Dr.Web Scanner' secara otomatis. Dr.Web Scanner ini berfungsi untuk melakukan pemeriksaan terhadap komputer anda dari kemungkinan adanya virus
  7. Untuk scan hardisk, pada layar 'Dr.Web Scanner' pilih lokasi drive yang akan di periksa dan pastikan Anda check list opsi 'Scan subdirectories' agar Dr.Web dapat melakukan pemeriksaan terhadap direktori dan subdirektori agar pembersihan lebih optimal. Jika layar Dr.Web Scanner tidak muncul klik ganda icon 'Dr.Web Scanner' yang terdapat pada Desktop.
  8. Kemudian klik tombol [Start] untuk memulai proses pemeriksaan
  9. Tunggu beberapa saat sampai proses scan selesai dilakukan. Jika ditemukan adanya virus, Dr.Web akan menginformasikan file yang terinfeksi dan jenis virus yang menginfeksi pada kolom informasi virus yang tersedia.
  10. Klik tombol [Select All] untuk memilih semua objek/file yang akan di bersihkan atau Anda dapat menentukan file mana saja yang akan Anda bersihkan dengan check list pada opsi yang tersedia
  11. kemudian klik tombol [Cure] untuk membersihkan file yang telah terinfeksi virus
  12. Tunggu sampai proses pembersihan selesai dilakukan
  13. Scan ulang komputer untuk memastikan komputer bersih dari virus
  14. Restart komputer.
Untuk artikel ini, saya hanya copas. Karena menurut hemat saya, artikel ini sangat berguna di kemudian hari jika terjangkit virus Ramnit yang lagi populer di tahun ini :)
Sumber: detikinet.com