Pages

Sunday, March 28, 2010

OpenDNS - Content Filtering, Safe and Fast Surfing

Perkembangan internet yang luar biasa cepat bisa diibaratkan bagai pedang yang bermata dua, bisa mendatangkan kebaikan atau keburukan. Di satu sisi, sebagai sumber informasi yang tak terbatas, internet merupakan sarana yang sangat penting untuk mengembangkan wawasan tanpa pandang umur dan wilayah. Namun, di sisi lain juga banyak informasi-informasi yang tidak berguna bahkan cenderung merugikan.

Jika di rumah anda terdapat PC yang terhubung ke internet, maka ada baiknya anda memproteksinya dengan menginstall aplikasi web filtering atau parental control seperti misalnya K9 Web Protection atau di Windows Vista/7 sudah ada aplikasi intergratednya. Di kantor pun anda bisa memakai aplikasi tersebut. Namun jika jumlah PC yang hendak diproteksi cukup banyak, maka menginstall aplikasi web filtering di tiap PC tentunya kurang efisien. Untuk itu, anda bisa coba mengganti DNS Server yang digunakan untuk koneksi internet ke OpenDNS.


DNS (Domain Name System) fungsinya adalah seperti sebuah buku telepon yang akan menterjemahkan nama komputer (hostname) yang mudah dibaca dan diingat oleh manusia menjadi alamat IP (IP Address). Contoh: google.com akan diterjemahkan menjadi alamat IP 209.85.171.100
OpenDNS adalah penyedia layanan gratis untuk security dan infrastruktur yang akan membuat Internet lebih aman dengan mengintegrasikan Web content filtering, anti-phishing dan DNS. OpenDNS memungkinkan pengguna dan network administrator untuk mengamankan jaringan mereka dari ancaman-ancaman online, termasuk dari virus Conficker.

Untuk mengganti (mengarahkan) DNS komputer ke OpenDNS langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Klik tombol Start > Control Panel > Network Connections > Local Area Connection
2. Pilih Internet Protocol (TCP/IP) > klik Properties
3. Pilih opsi Use the following DNS server addresses. Isikan sbb:
Preferred DNS server : 208.67.222.222
Alternate DNS server : 208.67.220.220

4. Klik tombol OK. Selesai
Untuk bisa mengatur policy internet melalui OpenDNS, anda harus register dulu di website OpenDNS.com (free). Setelah proses registrasi selesai, silakan melakukan login dan masuk ke menu Dashboard. Yang harus anda lakukan pertama kali adalah mendaftarkan Network anda di OpenDNS. Caranya:
1. Klik menu Networks
2. Maka otomatis IP Address yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider) anda akan muncul di kotak IP.
3. Klik tombol ADD THIS NETWORK
4. Berikan nama untuk network tersebut (bisa diberi nama ISP, misal CBN, DNET, RADNET, CENTRIN)

Jika IP Address tidak langsung muncul, maka kemungkinan anda memakai Dynamic IP Address (biasanya jika anda menggunakan Telkom Speedy). Silakan anda download dan install software Dynamic IP Updater melalui link http://www.opendns.com/support/article/245. Tunggu beberapa menit, lalu cobalah masuk ke Dashboard OpenDNS. Jika semuanya lancar, IP Address network anda akan muncul disitu.

Setelah Network anda terdaftar, anda bisa mulai melakukan setting untuk Web Content Filtering melalui menu Settings. Level filtering bisa anda tentukan disini, mulai dari Minimal, Low, Moderate, sampai High. Bahkan anda bisa melakukan Custom. Misalnya, pilih level High untuk memblokir situs-situs yang tidak baik, lalu hilangkan tanda contreng di opsi Webmail sehingga user masih bisa mengakses webmail dari komputer mereka.

Khusus untuk menghadapi Conficker, OpenDNS telah mengidentifikasi sekitar 50.000 domain yang di-generate oleh Conficker dan memblokir mereka untuk pemakai OpenDNS. Artinya, meski virus tersebut telah menginfeksi komputer yang ada di jaringan anda, dia jadi tak berdaya sebab tidak bisa melakukan koneksi balik ke botnet. Selanjutnya anda bisa memberantas virusnya dengan antivirus update terbaru.

Untuk mengetahui apakah Conficker telah masuk ke jaringan anda: Login ke account anda dan pilih Stats (di sebelah kiri sidebar). Dari situ pilihlah Blocked Domains dan filter “only domains blocked as malware.” Maka akan ditampilkan daftar situs malware yang coba dihubungi oleh jaringan anda.
Dengan OpenDNS, anda juga bisa membuat shortcut untuk menyingkat alamat website yang panjang. Misalnya, anda bisa membuat shortcut untuk alamat http://yosepgustri.blogspot.com menjadi yspblog. Sehingga jika anda mengetik kata “cekpr” di Address Bar browser anda, otomatis OpenDNS akan mengarahkan ke alamat http://yosepgustri.blogspot.com. Shortcut ini bisa anda definisikan melalui menu Shortcuts.

Disadur dari : infogaptek.com
di taro di sini biar gampang nyari kalo lagi lupa.

Wednesday, March 24, 2010

Calvinisme vs Arminianisme?

Calvinisme dan Arminianisme adalah dua sistim teologia yang berupaya menjelaskan hubungan antara kedaulatan Tuhan dan tanggung jawab manusia dalam kaitannya dengan keselamatan. Calvinisme dinamai menurut John Calvin, teolog Perancis yang hidup dari tahun 1509 – 1564. Arminianisme dinamai menurut Jacobus Arminius, teolog Belanda yang hidup dari tahun 1560 – 1609.

Kedua sistim ini dapat diringkaskan dengan lima poin. Calvinisme berpegang pada kejatuhan total sementara Arminianisme berpegang pada kejatuhan sebagian. Kejatuhan total mengatakan bahwa semua aspek kemanusiaan sudah dikotori oleh dosa, karena itu manusia tidak dapat datang kepada Tuhan dengan kemauannya sendiri. Kejatuhan sebagian mengatakan bahwa setiap aspek kemanusiaan dikotori oleh dosa, tapi tidak sampai pada taraf di mana manusia tidak dapat beriman pada Tuhan dengan kehendaknya sendiri.

Calvinisme berpegang pada pemilihan yang tanpa syarat sementara Arminianisme berpegang pada pemilihan bersyarat. Pemilihan tanpa syarat percaya bahwa Allah memilih orang-orang yang diselamatkan berdasarkan kehendakNya semata-mata, bukan berdasarkan apa yang ada pada individu-individu. Pemilihan bersyarat percaya bahwa Allah memilih invididu-individu untuk diselamatkan berdasarkan pengetahuan Allah mengenai siapa yang akan menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Calvinisme berpegang pada penebusan yang terbatas sementara Arminianisme percaya pada penebusan yang tidak terbatas. Dari ke lima poin, ini adalah yang paling kontroversial. Penebusan terbatas adalah kepercayaan bahwa kematian Yesus hanyalah bagi umat pilihan. Penebusan tak terbatas percaya bahwa Yesus mati bagi semua orang, namun kematiannya tidak akan efektif sampai orang yang bersangkutan percaya.

Calvinisme berpegang pada anugrah yang tak dapat ditolak sementara Arminianisme berpegang pada anugrah yang dapat ditolak. Anugrah yang tidak dapat ditolak mengatakan bahwa ketika Tuhan memanggil orang untuk diselamatkan, pada akhirnya orang tsb akan datang kepada keselamatan. Anugrah yang dapat ditolak mengatakan bahwa Tuhan memanggil semua orang kepada keselamatan, namun banyak orang bersikeras dan menolak panggilan ini.

Calvisnisme berpegang pada ketekunan orang-orang kudus, sementara Arminianisme berpegang pada keselamatan yang bersyarat. Ketekunan orang-orang kudus merujuk pada konsep bahwa seseorang yang telah dipilih Allah akan bertahan dalam imannya dan tidak akan pernah menolak Kristus atau berbalik daripadaNya. Keselamatan yang bersyarat adalah pandangan bahwa seseorang yang percaya pada Kristus, dapat, dengan kehendak bebasnya, berbalik dari Kristus dan karena itu kehilangan keselamatan.

Jadi, dalam perdebatan Calvinisme vs Arminianisme, mana yang benar? Adalah menarik untuk dicatat bahwa dalam keanekaragaman tubuh Kristus ada berbagai perpaduan antara Calvinisme dan Arminianisme. Ada orang-orang Calvinist lima poin dan Arminian lima poin, dan pada saat yang sama ada orang-orang tiga poin Calvinis dan dua poin Arminian. Banyak orang percaya yang percaya pada semacam perpaduan antara kedua pandangan tsb. Pada akhirnya kami berpandangan bahwa kedua sistim ini tidak mampu menjelaskan hal yang tidak pernah dapat dijelaskan. Umat manusia tidak pernah dapat secara penuh memahami konsep semacam ini. Benar, Allah berdaulat mutlak dan tahu segalanya. Benar, umat manusia dipanggil untuk mengambil keputusan untuk secara tulus percaya pada Kristus untuk mendapat keselamatan. Walau kedua hal ini terkesan bertolak belakang bagi kita, dalam pikiran Tuhan, keduanya masuk akal.

Disadur dari GotQuestions.org
Thanks for that post, setidaknya sekarang gw uda tau perbedaan teologia.

Tuesday, March 23, 2010

SAP.. apa sih itu?

Tepatnya pertengahan bulan Maret ini, pas lagi semangat-semangatnya cari informasi seputar IT.. eh nyantol deh ke SAP..

Gw sendiri juga kurang ngerti apa sih itu SAP? Karena gw backgroundnya TI dan bukan SI, mungkin anak SI lebih mengerti mengenai SAP dan konsep dasarnya yaitu ERP.
Berikut ini sedikit keterangan tentang SAP yg gw buat sendiri dengan menyadur dari berbagai sumber.

Apa sih SAP itu?

Sunday, March 21, 2010

Lagu lumayan enak dr temen gw




This message is automatically generated in each my post
www.facebook.com/yosepg/

Panggilan hormat kepada orang dalam bahasa Jepang

Lagi iseng-iseng browsing facebook, liat temen punya temen (friends of friend), ketemu nama orang yang pake bahasa jepang di akhiran namanya.. jadi tertarik buat nulis artikel ini

Setelah gw pikir-pikir, ternyata unik juga ya kalo nama gw diakhiri dengan nama jepang (panggilan dalam bahasa jepang)..

Akhiran nama jepang yang gw tau dari anime/manga ada beberapa jenis, salah satunya:

Thursday, March 18, 2010

Flashdisk FAT32 Tidak Support 7Gb transfer data?

Baru kemarin ini gw ketemu hal yang sangat aneh (menurut gw)..
jadi ceritanya begini:
waktu itu kan gw mao copy file ISO yg besarnya sekitar 7Gb. Sayangnya waktu itu kakak gw gak bawa kabel cross untuk transfer antara PC ke PC (maklum dadakan).. sedangkan di rumah gw cuma ada kabel straight untuk menghubungkan pc ke device lain (device yg berbeda jenisnya).


Lagi-lagi juga kebetulan nih, flashdisk yang gw pinjem dari temen gw,  belum gw balikin, jadinya gw pake itu flashdisk deh buat copy paste dr laptop kakak gw ke PC.
setelah gw pindahin data sementara yang ada di flashdisk ke laptop, dan berniat untuk copy file ISO tersebut ke flashdisk, apa yg terjadi ??

zzzzzz.... ternyata kedapetan error yang tulisannya kira2 begini: "THE STORAGE DEVICE YOU WANT TO TRANSFER IS NOT HAVE ENOUGH SPACE"...

weleh2.. aneh bner.. padahal isinya uda kosong..
setelah beberapa saat diselidiki, ternyata masalahnya adalah sistem file flashdisk yang digunakan masih FAT32 !! bukan NTFS.. inilah yg jadi akar masalah!!

yup, gw masih inget dulu waktu gw masih sekolah, gw pernah baca dari help windows tentang sistem file WINDOWS ini.. FAT dan NTFS. dimana setelah kemunculan WinXP, hampir sistem FAT tidak terlalu baik untuk digunakan.
NTFS sudah menjadi pilihan yang baik untuk sistem yang sekarang kapasistas filenya besar2, tentunya juga diliat dari sisi security (seperti folder permission, compression, dll).

jika dikutip dari help windows, sistem FAT32 hanya mensupport data 4GB untuk transfer.. inilah biang keladi dari permasalahan flashdisk temen gw..

semoga informasi ini berguna buat newbie-newbie sekalian seperti saya.. ^^
tunggu artikel selanjutnya tentang sistem manajemen file windows (FAT dan NTFS) ^^

This message is automatically generated in each my post
- testing only -

Monday, January 18, 2010

Just Believe!

Pada suatu hari ada seorang pemain sirkus yang sangat hebat. Di suatu waktu pemain sirkus tersebut beratraksi di depan banyak orang. Pemain sirkus tersebut menaiki sepeda beroda satu di atas seutas tali untuk menyebrang dari ujung ke ujung. Ujung tali yang satu terikat pada sisi suatu Gedung, dan sisi yang lainnya terikat pada Gedung yang di seberang. Pemain sirkus tersebut berada pada ketinggian yang sangat tinggi di atas tanah. Sebelum pemain sirkus tersebut menyebrang, ia bertanya kepada penonton,