Pages

Showing posts with label rohani. Show all posts
Showing posts with label rohani. Show all posts

Wednesday, August 24, 2011

Ketidakpuasan dan Ketidakadilan

Dalam hidup pasti kita pernah merasakan yang namanya "ketidakpuasan" atau mungkin "ketidakadilan".
Jika anda berkata belum pernah, maka saya cuman dapat menyimpulkan 2 hal:
1. Anda berbohong
2. Anda orang paling bahagia di muka bumi ini.

Mengatasi masalah-masalah seperti ini sebenarnya "gampang-gampang susah".
Gampang, karena cukup dengan 1 kata : "Bersyukur" maka semua hal diatas dapat diatasi.
Susah, karena kita menyimpan rasa "iri" terhadap orang lain / lingkungan sekitar.
Tidak puas ataupun diperlakukan tidak adil adalah case yang serupa.
Entah itu di lingkungan kerja, keluarga, teman-teman, atau mungkin tempat ibadah?

"Bersyukurlah dalam segala hal sebab itu yang dikehendaki Tuhan Allahmu". Bukan maksud menceramahi atau apapun. Satu hal yang dapat saya lakukan ketika mengalami ini hanyalah kalimat tersebut.
Saya bersyukur saja atas hidup yang saya alami saat ini. Tidak menyimpan iri, dan lakukan yang terbaik saja. Ketika kita melakukan yang terbaik, biarkan Tuhan yang melihat, karena Dia Maha Tahu. Dia tidak akan meninggalkan umatNya terlantar dalam berbagai2 duka yang berlarut2. Melainkan Dia telah merencanakan sesuatu yang indah dalam hidup kita melalui berbagai2 duka tsb. Just Believe in Your God!

Walaupun begitu, banyak orang bilang berbicara lebih mudah daripada melakukan. Yap, itu memang benar sekali! Tapi pernahkah kita berpikir kalau tidak ada yang berbicara hal tsb, mana mungkin ada orang yang melakukan?

Biarkan tulisan ini selalu mengingatkan saya pribadi ketika saya sedang dilanda perasaan "ketidakpuasan" atau "ketidakadilan"
 God bless.


Sumber: Pengalaman pribadi dan teman-teman:)

Tuesday, June 7, 2011

7 Deadly Sins = 7 Princes of Hell

Sewaktu menonton film anime Full Metal Alchemist (2002) dan dilanjutkan dengan Remake Full Metal Alchemist Brotherhood (2008 - 2010) yang sesuai dengan jalan cerita komiknya, ditemukan ada 7 villians (penjahat) yang menjadi pemeran antagonis dalam cerita ini.
7 penjahat tersebut memiliki karakter masing-masing yang unik, dimana diatas 7 penjahat tersebut ada "bapa"-nya.
Singkat cerita, bapa ini melahirkan / melepaskan masing-masing karakter yang dimilikinya ke 7 anaknya, dalam hal ini 7 penjahat tersebut.

Masing - masing adalah :
1. Pride
2. Wrath
3. Greed
4. Lust
5. Envy
6. Gluttony
7. Sloth

Pernah menonton pada tahun 2002, namun baru menyadari sekitar tahun 2008 bahwa 7 karakter ini sebenarnya adalah inspirasi dari Seven Princes of Hell dalam tradisi Kristen jaman klasik.

7 Pangeran ini juga dianalogikan sebagai 7 dosa dasar / dosa mematikan yang dimiliki setiap manusia. Masing - masing pangeran neraka tersebut mewakili dosa yang ada pada diri manusia.

Pangeran Iblis ini secara sejarah dikemukakan oleh Peter Binsfield, Jesuit, ditulis pada tahun 1589, yaitu sebagai berikut:
Jika dalam bahasa aslinya dan diterjemahkan ke Inggris adalah sebagai berikut:
  1. luxuria (lechery/lust)
  2. gula (gluttony)
  3. avaritia (avarice/greed)
  4. acedia (acedia/discouragement)
  5. ira (wrath)
  6. invidia (envy)
  7. superbia (pride)

    Mungkin bagi anda ada yang bingung apa perbedaan antara Greedy dan Gluttony?
    Keduanya memiliki arti "serakah", "rakus", "tamak", dan sejenisnya.
    Greedy lebih ke arah serakah dan tamak akan harta, uang, kekayaan, kekuasaan dimana
    Gluttony lebih ke arah rakus terhadap makanan, atau segala sesuatu yang mengenyangkan/memuaskan perut.

    Maaf kalo ada salah, cuman mao sharing yang saya tau :p

    Sunday, November 14, 2010

    Hidup Tidak Berdosa?

    Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,
    "Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?".

    Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, "Tidak, nak".
    Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
    "Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?"

    Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
    "Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan
    kesalahan?"

    Ayahnya tertawa, "Mungkin tidak bisa juga, nak".

    "OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa
    dalam 1 jam saja?".

    Akhirnya ayahnya mengangguk,
    "Kemungkinan besar, bisa nak dan kasih Tuhan lah yang akan memampukan kita
    untuk hidup benar".

    Anak ini tersenyum lega.

    "Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.
    Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya
    dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar...."

    Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati.

    Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan
    memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.

    Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan
    kita terbiasa,
    dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat,
    dan sifat akan berubah jadi karakter,
    dan karakter akan menjadi destiny.....

    Hiduplah 1 jam TANPA
    tanpa kemarahan,
    tanpa hati yang jahat,
    tanpa pikiran negatif,
    tanpa menjelekkan orang,
    tanpa keserakahan,
    tanpa pemborosan,
    tanpa kesombongan,
    tanpa kebohongan,
    tanpa kepalsuan...
    Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .

    Hiduplah 1 jam DENGAN
    dengan kasih,
    dengan sukacita,
    dengan damai sejahtera,
    dengan kesabaran,
    dengan kelemahlembutan,
    dengan kemurahan hati,
    dengan kerendahan hati,
    dg penguasaan diri...
    Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya.. .

    Jalanilah kehidupan yang berkenan kpd Tuhan,
    dg menjalaninya dari waktu ke waktu,
    dari 1 jam ke jam berikutnya..

    Gbu..

    Tuesday, June 1, 2010

    Masa sih judi itu dosa? Dimana ayatnya?

    Thanks God, lewat perkataan dan sikap "ngotot" rekan kerja saya :p , saya jadi belajar untuk lebih merenungkan Firman Tuhan dan mencari hikmat dari Tuhan yang menjelaskan tentang judi itu dosa.

    Sering saya tergelitik mendengar orang Kristen atau "Kristen2an" yang sering mencari celah2 dari Alkitab untuk mempertanyakan :
    Apakah "ini" dosa? apakah "itu" dosa? mana ayatnya? Gak ada tuh kata jangan/tidak boleh "xxxxx" di Alkitab?


    Hmm... Mempertanyakan seperti itu sebenarnya bagus untuk mencari sebuah kebenaran. Tetapi sesungguhnya orang yang sudah mengenal dan akrab dengan Tuhan, ia pasti sudah memiliki nurani bahwa segala sesuatu yang bersifat kedagingan adalah dosa, karena telah dipimpin Roh Kudus dan sering merenungkan dan mempraktekan Firman Tuhan.

    Judi adalah kedagingan.
    Mabuk adalah kedagingan.

    Nonton porno adalah kedaginan.
    Seks bebas adalah kedagingan, dll.

    Sebagai manusia yang mempunyai akal budi, tentu kita tahu bahwa Alkitab tidak terlalu sering menuliskan segala sesuatu secara langsung, tapi lebih secara tersirat.
    Jika kita tahu bahwa merokok adalah dilarang oleh Tuhan (atau dosa), maka bagaimana dengan judi?
    Flashback bentar deh, kalo merokok kenapa dilarang?
    Selain karena merusak kesehatan, ayat Alkitab pun sudah terang-terangan mencatat larangan tersebut.


    1.) 1 Kor 6:19 - "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"

    Tubuh kita adalah bait Allah. Yang namanya Allah kita itu kudus, merokok merusak kesehatan, merokok berarti merusak bait Allah, dan tubuh kita bukanlah milik kita sendiri, tetapi milik Allah.

    2.) 2 Kor. 7:1 - "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah."

    Nah ini uda cukup jelas lah, lalu bagaimana dengan judi?
    Sebelumnya kita lihat, efek-efek negatif dari judi :

    1. Ingin akan milik orang lain
    Dalam judi, pihak pemenanglah yang akan menikmati harta orang lain. Sementara harta dari pihak pecundang sudah pasti berkurang.
    Jika undian, maka pihak penyelenggara tidak mungkin merugi karena walau mereka memberi hadiah, namun mereka juga mendapat profit dari sisi lain.
    Dalam dagang, pembeli dan penjual sama-sama mendapat apa yang diinginkan.

    2. Menimbulkan efek ketagihan.
    Orang yang ketagihan mempunyai kecenderungan untuk sulit lepas dari kebiasaan. Lama-kelamaan fokus seseorang akan terdominasi pada apa yang mengikat dia.
    Keluaran 20 : 3 - "Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku."

    3. Keinginan memperoleh kekayaan dengan cara cepat, tetapi lebih banyak bergantung pada probabilitas ketimbang skill.
    Beberapa jenis judi HAMPIR SEMUA tidak memerlukan skill. Beberapa jenis judi bahkan tidak tergantung pada skill, tetapi tergantung pada faktor 'luck', bahkan faktor irasional (spt mimpi).
    Dalam bursa saham, kerugian terjadi karena seseorang tidak mengerti tentang saham, tidak mengerti instrumennya, jadi segala sesuatu yang diinvestasikan hanyalah berdasarkan spekulasi / tebak-tebak / untung-untungan. Jelas tipe investor seperti ini adalah investor kelas teri = penjudi (baca buku Robert T.Kiyosaki - Cashflow Quadrant, dia pun membahas soal tipe investor saham seperti ini)

    4. Ilegal.
    Beberapa pemerintahan melarang aktivitas judi. Apabila dilarang, maka judi sudah pasti salah bila dilakukan.

    Dalam hidup, ada yang bilang hidup ini adalah judi, beberapa mengerti dan menganggap ini adalah sebuah permainan kata2 / filosofi hidup, tetapi tanpa sadar dia menganut paham seperti ini.
    Ingatlah bahwa hidup kita ini adalah Rancangan Tuhan, dan bukan perjudian/untung-untungan.
    Einstein yg begitu pintar juga pernah memikirkan tentang Tuhan dan kehidupan , dan akhirnya Einstein berkesimpulan : Tuhan tidak sedang bermain dadu.

     Sekarang, mana nih ayatnya?
    Oke langsung aja:
    1.) Amsal 13: 11 - “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya”.
    Dalam judi, harta berlimpah cepat untuk diperoleh, tetapi akan cepat habis juga. Yang ini gw jamin 100% pasti duit judi langsung habis karena gw uda kenal beberapa orang penjudi yang udah bertobat bersaksi (tanya kenapa?).
    Judi adalah "Usaha memperoleh uang/harta yang banyak dalam waktu singkat dengan probabilitas yang sangat rendah atau resiko yang sangat tinggi.". Bahkan hukum matematika melarang judi karena faktor probabilitas yang sangat rendah.

    2.) Amsal 16:33 - “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”.
    Walaupun Alkitab tidak ada menyebutkan tentang perjudian, tetapi ayat ini adalah contoh tentang permainan "nasib" atau "peluang" yang hampir serupa dengan judi.
    Contoh:
    - Pembuangan undi diamalkan dalam kitab Imamat bagi memilih di antara dua ekor kambing jantan.
    - Yosua membuang undi untuk menentukan pembahagian tanah di antara suku-suku Israel.
    - Nehemiah membuang undi untuk menentukan siapa yang akan tinggal di dalam tembok Yerusalem dengan siapa yang tidak.
    - Para murid membuang undi untuk menentukan pengganti Yudas.
    Tidak terdapat dalam Alkitab di mana perjudian atau “nasib” digunakan sebagai hiburan atau dinyatakan sebagai amalan yang dapat diterima untuk pengikut-pengikut Tuhan.
    Jadi kita tau bahwa pada jaman itu, undi yang dibuang berdasarkan faktor untung - untungan asal keputusannya dari Tuhan.

    3.) Pengkhotbah 5:10 - "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia."
    Kenapa ayat ini? Sebenarnya banyak ayat yang berhubungan dengan cinta uang (I Tim 6:10, Ibr 13:15, Mat 6:24, dll).
    Judi adalah cinta uang. Fokus judi sudah dapat dipastikan adalah cinta uang. Menjanjikan kepada manusia untuk memperoleh kekayaan dengan jalan cepat dan mudah. Alkitab sudah sering menyebut hal ini dan MELARANG usaha-usaha "mau cepat kaya".

    Kutipan ayat diatas:
    - 1 Timotius 6: 10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
    - Ibrani 13: 5, "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    - Matius 6:24, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."




    Kalo anda membaca dengan sangat baik, diharapkan anda sudah mengerti apa yang mao saya sharing dari Firman Tuhan. Hehehe...

    Sumber: ALKITAB, Pengalaman Pribadi
    Referensi : Jawaban.com, LadangTuhan.com, GotQuestion.org

    Wednesday, March 24, 2010

    Calvinisme vs Arminianisme?

    Calvinisme dan Arminianisme adalah dua sistim teologia yang berupaya menjelaskan hubungan antara kedaulatan Tuhan dan tanggung jawab manusia dalam kaitannya dengan keselamatan. Calvinisme dinamai menurut John Calvin, teolog Perancis yang hidup dari tahun 1509 – 1564. Arminianisme dinamai menurut Jacobus Arminius, teolog Belanda yang hidup dari tahun 1560 – 1609.

    Kedua sistim ini dapat diringkaskan dengan lima poin. Calvinisme berpegang pada kejatuhan total sementara Arminianisme berpegang pada kejatuhan sebagian. Kejatuhan total mengatakan bahwa semua aspek kemanusiaan sudah dikotori oleh dosa, karena itu manusia tidak dapat datang kepada Tuhan dengan kemauannya sendiri. Kejatuhan sebagian mengatakan bahwa setiap aspek kemanusiaan dikotori oleh dosa, tapi tidak sampai pada taraf di mana manusia tidak dapat beriman pada Tuhan dengan kehendaknya sendiri.

    Calvinisme berpegang pada pemilihan yang tanpa syarat sementara Arminianisme berpegang pada pemilihan bersyarat. Pemilihan tanpa syarat percaya bahwa Allah memilih orang-orang yang diselamatkan berdasarkan kehendakNya semata-mata, bukan berdasarkan apa yang ada pada individu-individu. Pemilihan bersyarat percaya bahwa Allah memilih invididu-individu untuk diselamatkan berdasarkan pengetahuan Allah mengenai siapa yang akan menerima Yesus sebagai Juruselamat.

    Calvinisme berpegang pada penebusan yang terbatas sementara Arminianisme percaya pada penebusan yang tidak terbatas. Dari ke lima poin, ini adalah yang paling kontroversial. Penebusan terbatas adalah kepercayaan bahwa kematian Yesus hanyalah bagi umat pilihan. Penebusan tak terbatas percaya bahwa Yesus mati bagi semua orang, namun kematiannya tidak akan efektif sampai orang yang bersangkutan percaya.

    Calvinisme berpegang pada anugrah yang tak dapat ditolak sementara Arminianisme berpegang pada anugrah yang dapat ditolak. Anugrah yang tidak dapat ditolak mengatakan bahwa ketika Tuhan memanggil orang untuk diselamatkan, pada akhirnya orang tsb akan datang kepada keselamatan. Anugrah yang dapat ditolak mengatakan bahwa Tuhan memanggil semua orang kepada keselamatan, namun banyak orang bersikeras dan menolak panggilan ini.

    Calvisnisme berpegang pada ketekunan orang-orang kudus, sementara Arminianisme berpegang pada keselamatan yang bersyarat. Ketekunan orang-orang kudus merujuk pada konsep bahwa seseorang yang telah dipilih Allah akan bertahan dalam imannya dan tidak akan pernah menolak Kristus atau berbalik daripadaNya. Keselamatan yang bersyarat adalah pandangan bahwa seseorang yang percaya pada Kristus, dapat, dengan kehendak bebasnya, berbalik dari Kristus dan karena itu kehilangan keselamatan.

    Jadi, dalam perdebatan Calvinisme vs Arminianisme, mana yang benar? Adalah menarik untuk dicatat bahwa dalam keanekaragaman tubuh Kristus ada berbagai perpaduan antara Calvinisme dan Arminianisme. Ada orang-orang Calvinist lima poin dan Arminian lima poin, dan pada saat yang sama ada orang-orang tiga poin Calvinis dan dua poin Arminian. Banyak orang percaya yang percaya pada semacam perpaduan antara kedua pandangan tsb. Pada akhirnya kami berpandangan bahwa kedua sistim ini tidak mampu menjelaskan hal yang tidak pernah dapat dijelaskan. Umat manusia tidak pernah dapat secara penuh memahami konsep semacam ini. Benar, Allah berdaulat mutlak dan tahu segalanya. Benar, umat manusia dipanggil untuk mengambil keputusan untuk secara tulus percaya pada Kristus untuk mendapat keselamatan. Walau kedua hal ini terkesan bertolak belakang bagi kita, dalam pikiran Tuhan, keduanya masuk akal.

    Disadur dari GotQuestions.org
    Thanks for that post, setidaknya sekarang gw uda tau perbedaan teologia.

    Monday, January 18, 2010

    Just Believe!

    Pada suatu hari ada seorang pemain sirkus yang sangat hebat. Di suatu waktu pemain sirkus tersebut beratraksi di depan banyak orang. Pemain sirkus tersebut menaiki sepeda beroda satu di atas seutas tali untuk menyebrang dari ujung ke ujung. Ujung tali yang satu terikat pada sisi suatu Gedung, dan sisi yang lainnya terikat pada Gedung yang di seberang. Pemain sirkus tersebut berada pada ketinggian yang sangat tinggi di atas tanah. Sebelum pemain sirkus tersebut menyebrang, ia bertanya kepada penonton,