Tuesday, June 1, 2010

Masa sih judi itu dosa? Dimana ayatnya?

Thanks God, lewat perkataan dan sikap "ngotot" rekan kerja saya :p , saya jadi belajar untuk lebih merenungkan Firman Tuhan dan mencari hikmat dari Tuhan yang menjelaskan tentang judi itu dosa.

Sering saya tergelitik mendengar orang Kristen atau "Kristen2an" yang sering mencari celah2 dari Alkitab untuk mempertanyakan :
Apakah "ini" dosa? apakah "itu" dosa? mana ayatnya? Gak ada tuh kata jangan/tidak boleh "xxxxx" di Alkitab?


Hmm... Mempertanyakan seperti itu sebenarnya bagus untuk mencari sebuah kebenaran. Tetapi sesungguhnya orang yang sudah mengenal dan akrab dengan Tuhan, ia pasti sudah memiliki nurani bahwa segala sesuatu yang bersifat kedagingan adalah dosa, karena telah dipimpin Roh Kudus dan sering merenungkan dan mempraktekan Firman Tuhan.

Judi adalah kedagingan.
Mabuk adalah kedagingan.

Nonton porno adalah kedaginan.
Seks bebas adalah kedagingan, dll.

Sebagai manusia yang mempunyai akal budi, tentu kita tahu bahwa Alkitab tidak terlalu sering menuliskan segala sesuatu secara langsung, tapi lebih secara tersirat.
Jika kita tahu bahwa merokok adalah dilarang oleh Tuhan (atau dosa), maka bagaimana dengan judi?
Flashback bentar deh, kalo merokok kenapa dilarang?
Selain karena merusak kesehatan, ayat Alkitab pun sudah terang-terangan mencatat larangan tersebut.


1.) 1 Kor 6:19 - "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?"

Tubuh kita adalah bait Allah. Yang namanya Allah kita itu kudus, merokok merusak kesehatan, merokok berarti merusak bait Allah, dan tubuh kita bukanlah milik kita sendiri, tetapi milik Allah.

2.) 2 Kor. 7:1 - "Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah."

Nah ini uda cukup jelas lah, lalu bagaimana dengan judi?
Sebelumnya kita lihat, efek-efek negatif dari judi :

1. Ingin akan milik orang lain
Dalam judi, pihak pemenanglah yang akan menikmati harta orang lain. Sementara harta dari pihak pecundang sudah pasti berkurang.
Jika undian, maka pihak penyelenggara tidak mungkin merugi karena walau mereka memberi hadiah, namun mereka juga mendapat profit dari sisi lain.
Dalam dagang, pembeli dan penjual sama-sama mendapat apa yang diinginkan.

2. Menimbulkan efek ketagihan.
Orang yang ketagihan mempunyai kecenderungan untuk sulit lepas dari kebiasaan. Lama-kelamaan fokus seseorang akan terdominasi pada apa yang mengikat dia.
Keluaran 20 : 3 - "Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku."

3. Keinginan memperoleh kekayaan dengan cara cepat, tetapi lebih banyak bergantung pada probabilitas ketimbang skill.
Beberapa jenis judi HAMPIR SEMUA tidak memerlukan skill. Beberapa jenis judi bahkan tidak tergantung pada skill, tetapi tergantung pada faktor 'luck', bahkan faktor irasional (spt mimpi).
Dalam bursa saham, kerugian terjadi karena seseorang tidak mengerti tentang saham, tidak mengerti instrumennya, jadi segala sesuatu yang diinvestasikan hanyalah berdasarkan spekulasi / tebak-tebak / untung-untungan. Jelas tipe investor seperti ini adalah investor kelas teri = penjudi (baca buku Robert T.Kiyosaki - Cashflow Quadrant, dia pun membahas soal tipe investor saham seperti ini)

4. Ilegal.
Beberapa pemerintahan melarang aktivitas judi. Apabila dilarang, maka judi sudah pasti salah bila dilakukan.

Dalam hidup, ada yang bilang hidup ini adalah judi, beberapa mengerti dan menganggap ini adalah sebuah permainan kata2 / filosofi hidup, tetapi tanpa sadar dia menganut paham seperti ini.
Ingatlah bahwa hidup kita ini adalah Rancangan Tuhan, dan bukan perjudian/untung-untungan.
Einstein yg begitu pintar juga pernah memikirkan tentang Tuhan dan kehidupan , dan akhirnya Einstein berkesimpulan : Tuhan tidak sedang bermain dadu.

 Sekarang, mana nih ayatnya?
Oke langsung aja:
1.) Amsal 13: 11 - “Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya”.
Dalam judi, harta berlimpah cepat untuk diperoleh, tetapi akan cepat habis juga. Yang ini gw jamin 100% pasti duit judi langsung habis karena gw uda kenal beberapa orang penjudi yang udah bertobat bersaksi (tanya kenapa?).
Judi adalah "Usaha memperoleh uang/harta yang banyak dalam waktu singkat dengan probabilitas yang sangat rendah atau resiko yang sangat tinggi.". Bahkan hukum matematika melarang judi karena faktor probabilitas yang sangat rendah.

2.) Amsal 16:33 - “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN”.
Walaupun Alkitab tidak ada menyebutkan tentang perjudian, tetapi ayat ini adalah contoh tentang permainan "nasib" atau "peluang" yang hampir serupa dengan judi.
Contoh:
- Pembuangan undi diamalkan dalam kitab Imamat bagi memilih di antara dua ekor kambing jantan.
- Yosua membuang undi untuk menentukan pembahagian tanah di antara suku-suku Israel.
- Nehemiah membuang undi untuk menentukan siapa yang akan tinggal di dalam tembok Yerusalem dengan siapa yang tidak.
- Para murid membuang undi untuk menentukan pengganti Yudas.
Tidak terdapat dalam Alkitab di mana perjudian atau “nasib” digunakan sebagai hiburan atau dinyatakan sebagai amalan yang dapat diterima untuk pengikut-pengikut Tuhan.
Jadi kita tau bahwa pada jaman itu, undi yang dibuang berdasarkan faktor untung - untungan asal keputusannya dari Tuhan.

3.) Pengkhotbah 5:10 - "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia."
Kenapa ayat ini? Sebenarnya banyak ayat yang berhubungan dengan cinta uang (I Tim 6:10, Ibr 13:15, Mat 6:24, dll).
Judi adalah cinta uang. Fokus judi sudah dapat dipastikan adalah cinta uang. Menjanjikan kepada manusia untuk memperoleh kekayaan dengan jalan cepat dan mudah. Alkitab sudah sering menyebut hal ini dan MELARANG usaha-usaha "mau cepat kaya".

Kutipan ayat diatas:
- 1 Timotius 6: 10, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta wang. Sebab oleh memburu wanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”
- Ibrani 13: 5, "Janganlah kamu menjadi hamba wang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
- Matius 6:24, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."




Kalo anda membaca dengan sangat baik, diharapkan anda sudah mengerti apa yang mao saya sharing dari Firman Tuhan. Hehehe...

Sumber: ALKITAB, Pengalaman Pribadi
Referensi : Jawaban.com, LadangTuhan.com, GotQuestion.org

6 comments:

  1. numpang ctrl D dulu

    buat bahan bacaan

    ReplyDelete
  2. salut buat penjelasannya. thx. God Bless...

    ReplyDelete
  3. salut atas penjelasannya. God Bless...

    ReplyDelete
  4. amazing. makasih ya buat penjelasannya. God bless

    ReplyDelete
  5. Terima kasih atas penjelansannya. Ayat ini sangat berarti buat saya :Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Amin. GBU

    ReplyDelete
  6. Wah, Puji Tuhan T_T seperti yang saya alami..sy ikut bet dengan memakai item" dalam game, waktu menang bersyukur banget tapi pas kalah langsung kalah habis2an...sampai beranggapan Tuhan tidak adil T_T berdasarkan Renungan diatas...sy perlahan mulai kembali sadar...Terimakasih :')
    Tuhan Yesus Berkati Selalu

    ReplyDelete