Sunday, December 26, 2010

Android Platform, The Open Source of Mobile Operating System

Lagi iseng buat tulisan, sekedar catatan harian aja yang msh nyantol di memory saya. Hehehe..

Salah satu yang paling memikat saya untuk menulis tentang sistem operasi mobile terbaru ini (lagi hot-hot nya) adalah Android Platform.


Sebelum itu, mari kita lihat dulu jumlah / kepemimpinan Operating System mobile yang ada di dunia saat ini:
1. Symbian (sekarang sudah diakuisisi oleh Nokia Corp)
2. IOS (Iphone)
3. BB OS (Blackberry)
4. Windows Mobile
5. Palm OS
6. Lain2
Semenjak Android meranah ke pasar smartphone/mobile, Android masuk dalam urutan 3 besar setelah IOS dan melangkahi BB. Hmm...


Berbeda dengan OS (operating system) yang sudah ada (Symbian, Windows Mobile, IOS, BB OS, Palm, dll), Android memiliki kelebihan yang tidak dimiliki OS lainnya.
OPEN SOURCE PROJECT.
Kata ini tidak akan asing bagi anda yang menggeluti bidang Teknologi Informasi. Atau setidaknya pernah mengikuti seminar Open Source Application.

Yup, OS ini bersifat terbuka "source code" -nya dengan dibawah lisensi GPL/GNU. Android adalah bagian dari OHA (Open Handset Alliance) yang berfokus pada pengembangan aplikasi/OS Open Source. Oleh karena proyek Open Source, dan dibesut oleh Google Inc., yang telah kita kenal sebagai search engine website yang terkemuka.
Perkembangan OS ini akan lebih cepat dibandingkan dengan OS lainnya yang tidak open source karena akan banyak developer yang bisa berpartisipasi guna mengembangkan OS Android ini ke arah yang lebih baik.
Vendor dapat lebih fokus ke arah pengembangan Hardware Handphone/Smartphone.
Maka jangan heran kenapa kita lihat akhir-akhir ini banyak sekali smartphone android dengan spek hardware yang tinggi dijual dengan harga yang bersaing dan terus berkembang.


Disamping Official Release nya, developer dalam komunitas-komunitas di internet juga dapat memodifikasi OS tsb dengan sesuka hati mereka dan dapat men-sharing apa yang telah ia modifikasi sehingga bisa dipakai publik.
Contoh modifikator terkenal seperti CyanogenMod yang namanya harum di komunitas ponsel Android HTC.

Berikut sedikit ringkasan Timeline/sejarah Android:
  • Android pertama kali di umumkan oleh OHA pada tahun 2007, 5 November.
  • SDK (Software Development Kit) muncul pertama kali untuk diujicoba pada tahun 2007, 12 November.
  • 17 April 2008, developer-developer ditantang untuk unjuk gigi membuat aplikasi Android.
  • Android Market resmi diumumkan 28 Agustus 2008. Konsep ini hampir menyerupai IOS (Iphone OS) dengan iStore nya.
  • HTC G1 sebagai ponsel Android pertama release di market pada tahun 2008, 23 September. Pada saat yang sama juga SDK v1.0 resmi release di public.
  • Tepat tanggal 21 October 2008, Source code diumumkan ke publik dan Android resmi sebagai Open Source Project.

Android pertama kali muncul di handset HTC G1. Kemudian HTC G2, Google Nexus One, dan yang terbaru saat tulisan ini dibuat Google Nexus S. Ketika itu Android masih versi 1.5. Kemudia berkembang ke 1.6, 2.1, 2.2 dan yang terakhir saat tulisan ini dibuat adalah 2.3.
Masing-masing memiliki code name:
v1.5 = Donut
v1.6 = Cupcake
v2.1 = Eclair
v2.2 = Froyo
v2.3 = Gingerbread
v.3.0 = Honeycomb

Saat tulisan ini dibuat, versi terakhir yang benar-benar sudah release resmi adalah v2.2 dan v2.3. Sedangkan Honeycomb maupun v4.0 yang masih dalam prototype yang belum resmi release.

Hal yang menarik bagi saya adalah perkembangan Android itu sendiri dan menyakinkan saya bahwa sebuah komunitas mampu mengalahkan sesuatu yang telah lebih lama exists, dengan Open Source, perkembangan Android tidak terbendung.

  • Majalah / tabloid Handpone yang saya baca belakangan ini sekarang sering membahas Android. Dikarenakan Android baru masuk Indonesia pada awal tahun 2010, Maret kalo tidak salah.
  • Aplikasi Android telah mencapai 200.000 lebih dan membayangi jumlah aplikasi Iphone dan Symbian, dimana Blackberry dan Windows Phone berada di urutan setelahnya. Peningkatan aplikasi ini naik 2x lipat dalam hanya kurun waktu 2 tahun.
  • Android ditujukan untuk pasar smartphone dan menurut saya lebih pantas disandingkan dengan Iphone, karena kebanyakan ponsel Android sekarang adalah multimedia phone.
Walaupun popularitas Android masih dibelakang, tapi kemampuan Android dalam kecepatan dan kestabilan mengakses internet / browsing jauh diatas kemampuan browser Safari di Iphone (nb. Safari Iphone merupakan browser dan IOS merupakan OS tercepat saat itu).
OS Android masih terus dalam tahap penyempurnaan dan menurut saya IOS masih sedikit lebih baik. Namun, karena Android adalah Open Source dan beruntung bagi anda yang suka mengotak-atik smartphone (oprek HP), Android adalah OS yang tepat untuk anda berkreasi!
Android notabene akan lebih cepat berkembang dibandingkan IOS, BB, Symbian ataupun Windows Mobile (Windows Mobile sekarang sudah berada pada versi 7 yang juga sedang naik daun).

Vendor Smartphone yang merelease Android Phone, sejauh yang saya tau dan trivianya (khusus di Indonesia saja ya) adalah:
1. HTC (Vendor no.1 asal Taiwan untuk urusan Pioneer "segala sesuatu" yang "baru". HTC dulunya adalah pemasok komponen smartphone ke berbagai vendor handphone seperti Palm, HP, O2 dan sekarang membangun merk sendiri.)
2. Samsung (Vendor no.1 di Dunia asal Korsel dalam hal market share alat2 elektronik.)
3. LG (Vendor no.2 di Korsel di bidang elektronik termasuk handphone)
4. Sony Ericsson (Join vendor antara Sony dan Ericsson yang namanya naik daun karena Walkman Phone nya)
5. Motorola (Vendor asal Amerika, pemain lama, dan naik daun karena HP tertipis pertama di dunia, dengan tipe RAZR/V3 )
6. Nexian Journey (Hp Journey asal Indo, tapi OEM nya banyak dipake di Eropa sana)

Ket: OEM = Original Equipment Manufactured

Hmm.. sekian sudah tulisan saya.
Moga-moga besok-besok dapet pencerahan lagi untuk nulis apa.. Hehe
Semoga informasi ini berguna gak cuman buat gw aja (sebagai refresher karena gw suka amnesia sesaat :D ), tapi buat yang lain juga.
Maaf kalo ada salah informasi, komen saja disini nanti saya koreksi. Thanks ^^

Thursday, December 16, 2010

Konektor Digital HDMI/HDCP, DVI/HDCP

Perkembangan teknologi begitu pesat..
Tanpa saya sadari, sepertinya saya tertinggal/tidak terupdate informasi ke dalam otak saya tentang teknologi konektor dalam Video.

Dahulu kita hanya mengenal tentang teknologi Analog. Sekarang kita lebih sering disuguhkan dengan kata-kata "DIGITAL".
TV Digital, Speedometer Digital, Jam Digital, Audio Digital, Video Digital, dll.
Konten digital menyajikan kualitas yang jernih dan bening dibandingkan analog. Disamping itu, digital juga mempunyai kelemahan dalam hal PIRACY. Kemudahan konten digital untuk dibajak lebih MUDAH dan MURAH. Makanya dahulu pas jaman belum ada digital, game bajakan dalam bentuk catridge dan video VHS tidak pernah ditemui bajakannya.

Oke, cukup sekian pembukaan dan flashbacknya tentang Konten Digital.
Langsung ke pokok cerita.

Kemarin ini saya lagi mao mengganti monitor saya ke 22 inch. Setelah berjam - jam browsing, tidak sengaja tercantol ke topik search saya di internet tentang connector digital DVI, HDMI dan konektor lawas D-Sub.

Supaya tidak bingung berikut kepanjangan dari masing2 singkatan diatas.

Digital Video Interface (DVI)
High Definition Multimedia Interconnect (HDMI)
High Bandwidth Digital Content (HDCP)

Hmm.. Ternyata setelah data mining (kalo harafiahnya, cari2 informasi), saya baru "ngeh" kalo HDMI adalah teknologi yang serupa dengan DVI-I atau DVI-D.
TV dan Monitor jaman sekarang sudah notabene support HD (720p) / Full HD (1080p). Harganya pun terjangkau, dan sekarang sudah pada menggunakan Plasma, LCD dan terbaru LED (LCD dgn teknologi backlighting LED).

Penjelasan tentang diatas gak mungkin saya jelaskan satu persatu karena tulisannya bisa panjang banget dan tidak ada habisnya.. lagipula topiknya tidak sesuai kalo dibahas disini. Hehe..

Dengan adanya konten digital tsb (HD dan Full HD) , tentunya dibutuhkan konektor digital. Nah konektor DVI dan HDMI inilah yang menjembatani antara konten digital dan perangkatnya.
HDMI adalah perbaharuan dari DVI dan serupa teknologinya , hanya saja dalam HDMI konten video dan audio disatukan (jadi tidak ada lagi tuh audio spliter yang jumlahnya 2, 4, 5, 7). HDMI sekarang sudah support sampai 7.1 audio (dulu sebelumnya hanya 2.1, 4, 5.1)
DVI sendiri menyajikan transfer rate yang sama dengan HDMI untuk video (besarnya saya tidak tau) tanpa adanya infomasi/data yg hilang, tidak terkompress, dan benar-benar real. Namun bukan berarti DVI maupun HDMI lepas dari error.
DVI hanya ditujukan untuk mengirim sinyal gambar. Awal perkembangan DVI juga diawali di PC/Komputer, yang notabene monitor hanya digunakan untuk menampilkan gambar. Sedangkan HDMI dikembangkan untuk TV Digital (yg mengeluarkan suara/audio) yang sekarang juga digunakan pada monitor-monitor PC yang juga bisa digunakan untuk TV (dikenal sbg Monitor TV)

Kalo diliat digambar ini : (Atas : DVI, bawah: HDMI)

Jelas sekali bahwa HDMI lebih baik dari segi ergonomis dan ekonomis. Teknologi HDMI juga semakin berkembang dengan releasenya versi 1.3 yang memberikan transfer rate lebih tinggi daripada DVI-I / DVI-D.
Memang teknologi konektor HDMI lah yang akan digunakan untuk kedepannya.
Namun bukan berarti DVI akan berakhir, karena sekarang ini (di PC) , masih VGA Card ber-konektor DVI yang masih digunakan (lambat laun pasti tergantikan).
Namun untuk TV Digital sendiri, sepertinya HDMI akan menjadi pilihan wajib yang harus dipunyai.


Nah untuk HDCP sendiri, ini adalah suatu teknologi yang HANYA TERDAPAT pada DVI ataupun HDMI. HDCP adalah suatu sistem proteksi pada alat elektronik (Tv / monitor ) untuk menanggulangi PIRACY pada konten digital. HDCP biasanya selalu exists pada perangkat elektornik tsb. Tidak terlihat oleh pengguna. HDCP adalah semacam security key sama seperti kita menginstall program/aplikasi pada PC. Cara kerja nya adalah mengirim sinyal balik berupa key kepada sinyal yang mengirimnya (Provider Konten Digital) yang mengenkripsi data sebelum dikirim ke TV pelanggan. Konon, katanya TV Tanpa adanya HDCP, dapat dipastikan TV / TV Monitor anda tidak akan dapat menerima siaran digital dr Provider anda (Correct Me If I'm Wrong / CMIIW).
Tapi setau saya, disini tidak diperlukan HDCP (kalo di US iya). CMIIW.


HDCP ini cukup menganggu untuk sebagian orang, karena anda jadi tidak dapat merekam konten digital dari TV kabel sehingga jika suatu saat anda ingin menonton kembali, anda tidak bisa merekamnya.
Namun apa dikata, manusia selalu berkreasi, maka selalu ada cara untuk meng-hack HDCP ini.


Sekian informasi yang saya dapat hari ini, semoga bisa menambah wawasan pembaca ^^

Sunday, December 5, 2010

Kode Rahasia pada Handphone

Selama ini kita tidak terlalu memperhatikan berbagai kode rahasia yang dimiliki setiap Ponsel. Mungkin yang ada di pikiran kita hanya Nokia saja yang memiliki kode rahasia, namun ternyata, ponsel lain juga memiliki kode rahasianya sendiri-sendiri dan tentunya, memiliki fungsi yang pasti berbeda.

Kode Rahasia Umum Symbian
*#06# Melihat IMEI
*#0000# Melihat Versi sofware
*#9999# Melihat Versi sofware
*#7370# Soft Reset
Untuk Hard reset: Tekan Tombol hijau, 3 dan * ditekan bersamaan, tekan tombol power. Password standar 12345
*#92702689# Melihat info tanggal perbaikan

Kode Rahasia Umum Java
*#7380# Reset atau Restore Factory Setting Nokia seri 40
*#7370# Reset atau Restore Factory Setting Nokia seri 60
*3370# Untuk restart ponsel Nokia 3310
*#7220# Mengaktifkan GPRS PCCCH
*#3925538# Menghapus Wallet di ponsel Nokia 6610,63101, data Wallet terhapus semua
*#67705646# Menghapus operator logo di ponsel Nokia 3310 & 3330

Operator GSM
Selain kode rahasia yang ada di ponsel, operator GSM juga memiliki kode rahasia untuk layanan yang diberikan pada pelanggan.
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan Semua
* * 21* NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 21 # [SEND] Membatalkan
* # 21 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila tak ada jawaban
* * 61 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 61 # [SEND] Membatalkan
* # 61 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila dilu-ar jangkauan
* * 62 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 62 # [SEND] Membatalkan
* # 62 # [SEND] Melihat status
Call Diverting/ Call Forward/ Pengalihan bila sibuk
* * 67 * NUMBER # [SEND] Mengaktifkan
# # 67 # [SEND] Membatalkan
* # 67 # [SEND] Melihat status
# # 002 # [SEND] Membatalkan semua pengali-han
Diverting Data/ Forward Data/ Pengalihan semua data
* * 21 * NUMBER * 25 # [SEND] Mengaktifkan
# # 21 # * 25 [SEND] Membatalkan
* # 21 # * 25 # [SEND] Melihat status

NOKIA
Nokia 9300/ 9500
*#170602112302# Melihat versi software
*3370# Memakai tenaga baterai cadangan
#3370# Menon-aktifkan Enhanced Full Rate Codec ( EFR).
*#4720# Mengaktifkan Half Rate Codec.
#pw+1234567890+l# Melihat status Provider Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+l 234567890+2# Melihat status Network Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+1234567890+3# Melihat status Country Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
#pw+1234567890+4# Melihat status SIM ‘Card Lock, (tekan * untuk simbol p,w +)
*#21# Melihat semua panggilan yang dialihkan.
*#2640# Menampilkan Security Code.
#30# Melihat Private Number.
*#73# Reset the Phone Timers.
*#746025625# Menampilkan status SIM Clock.
*#7760# Manufactures code.
*#7780# Restore factory settings
*#92702689* Melihat garansi posnel
(*#WAROANTY#)
Tekan & tahan tombol “Shift + Ctrl + F dan tombol Power Soft Reset
Nokia E60
*#92702689# *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis.
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720# (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370* (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
* #746085685* (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#peaO#) Mengaktifkan GPRS dan dukungan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan GPRS dan dukungan Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538# (*#resOwallet#) Reset the Mobile Wallet, data akan hilang semua

Nokia E61
Tahan # Berganti profile dan mode diam.
Tombol fungsi biru + Ctrl Mengaktifkan Bluetooth
Tombol fungsi biru + Chr Mengaktifkan IR
Ctrl + C Copy
Ctrl + X Cut
Ctrl + V Paste
Ctrl + Joystick Down Page Down (turun satu halaman)
Ctrl + Joystick Up Page Up (naik satu halaman)
Shift + Joystick Left or Right Menyorot satu lurus
Shift + Ctrl + Joystick Left or Right Menyorot satu kata
Ctrl + Joystick Left or Right Menggerakkan cursor diantara kata
*#2820# Melihat alamat Bluetooth
*#62209526# Melihat alamat adapter WLAN MAC
*#92702689# Melihat usia ponsel

Nokia E65
*#92702689# *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720# (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370# (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685# (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan Half Rate
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan Half Rate
*#7760# (*#ssnO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
*#2820# (*#btaO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#7370925538# (*#resOwallet#) Melihat status SIM lock

Nokia E70
*#btaO# Melihat alamat Bluetooth
*#macOwlan# Melihat alamat adapter WLAN MAC
*#oprOlogo# Menghilangkan logo operator
*#pcaO# Mengaktifkan logo operator
*#pcdO# Menon-aktifkan GPRS dan dukungan Packet common control channel (PCCCH)
*#simOclock# Melihat status SIM clock
*#170602112302# Melihat versi software
*#warOanty# Melihat kode garansi
#pw+1234567890+n#
n = 1
n = 2
n = 3
n = 4 Menampilkan status SIM lock
provider lock
network lock
country lock
SIM lock

Nokia N80
*#92702689* *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720* (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
#3370* (#efrO#) Menon-aktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685* (*#simOclock#) Melihat sta¬tus SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan dukungan GPRS dan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230#. (*#pcdO#) Menon-aktifkan dukun¬gan GPRS and Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538*. (*#resOwallet#) Reset the Mobile Wallet

Nokia N91
*#06# Melihat IMEI.Tanggal pembelian, tanggal servis
*#0000# Menampilkan versi firmware dan tanggal
*#btaO# Melihat alamat Bluetooth MAC
*#oprOlogo# Menghilangkan logo operator
*#pcaO# Mengaktifkan dukungan GPRS PCCCH
*#pcdO# Menon-aktifkan dukungan GPRS PCCCH
*#resOwallet# Reset the mobile wallet
*#simOclock# Menampilkan status SIM clock
*#ssnO# Menampilkan nomor seri pabrikasi
*#warOanty# Menampilkan garansi dan servis
*efrO# Mengaktifkan encoding EFR
#efrO# Menon-aktifkan encoding EFR
*hraO# Mengaktifkan encoding HR
#hraO# Menon-aktifkan encoding HR
#pw+1234567890+n#
n = 1
n = 2
n = 3
n = 4 Menampilkan status SIM lock
provider lock
network lock
country lock
SIM lock

Nokia N93
*#92702689* *#warOanty# Melihat IMEI. Tanggal pembelian, tanggal servis
*4720# (*hraO#) Mengaktifkan Half Rate
#4720#* (#hraO#) Menon-aktifkan Half Rate
*#3370# (*efrO#) Mengaktifkan Enhanced Full Rate
*#746085685* (*#simOclock#) Melihat status SIM lock
*#7220# (*#pcaO#) Mengaktifkan dukungan GPRS dan Packet Common Control Channel (PCCCH)
*#7230# (*#pcdO#) Menon-aktifkan dukung¬an GPRS and Packet common control channel (PCCCH)
*#7760# (*#ssnO#) Melihat nomor seri pabrikasi
*#2820# (*#btaO#) Melihat alamat Bluetooth MAC
*#7370925538# (*#resOwallet#) Reset Mobile Wallet
Nokia N96
*#92702689# Melihat umur ponsel
*#62209526# Alamat Wireless MAC (M A C _ WLAN)
*#2820# Alamat Bluetooth MAC (B T A 0?)
*#7370# Format Soft Reset
*#7780# Factory Reset/ Hard Reset

SAMSUNG
Untuk membuka kode ponsel Samsung, dapat dilakukan dengan cara posisi SIM Card tidak terpasang pada ponsel. Namun kode dibawah ini tidak akan berfungsi pada beberapa versi ponsel Samsung secara keseluruhan.
*#06# Melihat IMEI
*2767*5282# Java reset
*2767*63342# Reset media
*2767*927# Wap reset
*#9998*4357# Help menu
**9998*5282# Setting Java server
*#9999#0# Melihat monitor mode
*#9999# Sofware version
*#8888# Hardware version
*#9998*748# SIM info
*#9998*523* Contrast layar ponsel
*#9998*842* Vibration ON lalu tekan OK
*#9998*289# atau *0289# atau *#0289# Buzzer ON lalu tekan OK
*#9998*782* Menunjukkan tanggal & alarm
*#8999*638# Menunjukkan info network
*#9998*5646* Mengubah logo operator
*#9998*968* Menunjukkan nada untuk alarm
*#3243948# Digital audio interference OFF
*#32436837# Digital audio interperence
*#0001# Menunjukkan serial parameter
*#9998*228# Melihat kapasitas batera
*2767*2878# Custom EEEPROM reset
*2767*3855# Full EEPROM reset
*#9998*585# Non-Volatile Memory (NVM)
*#9998*76# Nomor produksi
*#9998*782# Menunjukkan tanggal dan jam alarm
*#9998*778# or *#9998*0778# or
*#0778# Daftar layanan SIM
*#9998*377# or *#9998*0377# Error log
*#9998*746# or *#9998*0746# or
*#0746# Sim Info
Samsung V200 & V300
*2767*63342# Unlock Code
*2767*3855# Unlock Code
*2767*2878# Unlock Code
*2767*927# Unlock Code
*2767*7822573738# Unlock Code

LG
2945#*# Test mode LG
2945*#01*# Menu rahasia
*#06# IMEI
*#07# IMEI and SW
*8375# Software version (LG B1200):
*6861# Recount cheksum (LG B1200)
*PWR 668 Factory test (B1200):
1945#*5101# Simlock menu (LG B1200)
2945#*5101# Simlock menu (LG 510W, 5200)
2945#*70001# Simlock menu (LG 7020, 7010)
2947#* Simlock menu (LG 500, 600)

BENQ SIEMENS
*#06# Versi software BenQ Siemens, lebih lengkapnya, tekan softkey beberapa kali
*#0001# Menu bahasa Inggris
*#0606# Kode rahasia, lepaskan SIM card lebih dulu
*#0003*(secret code)* Unlock Sim
*#0049# Menu bahasa Jerman
*12022243121 Layar tambahan

BENQ
C30 *#06# Cek IMEI
*#166*# Cek Versi Software C36 *#06# Cek IMEI
*#166*# Cek Versi Software T60 *#06# Cek IMEI
*#66*# Cek Versi Software E72 *#06# Cek IMEI
Mengganti bahasa ke default atau English *#0000# —> dial.
Mengganti bahasa dari English ke Indonesia: *#0062# —> dial.
* melihat kode negara

MOTOROLA
Pada ponsel Motorola terdapat symbol yang cukup aneh untuk fungsi Pause. Symbol [] (Pause) maksudnya tekan tombol * dan tahan hingga muncul tanda []. Masih banyak kode-kode lain yang ada. Jika angka terakhir dengan angka 0 maka kita dapat menon-aktifkan kode tersebut. Nomor tiga digit di bagian tengah dimulai dari angka 0 hingga 999. Kita bisa mengganti frekuensi menjadi 900/1800 den¬gan memasukkan tipe tertentu. Berikut ini langkah-langkahnya.
*#06# Melihat IMEI
Tekan bersamaan * 7 Kode untuk membuka tombol
[] [] [] 0 0 8 [] 1 [] Memilih line telepon – (gunakan untuk menulis sesuatu di bawah nama provider
[] [] [] 1 0 5 [] 1 [] Menambahkan phonebook di menu utama
[] [] [] 1 0 7 [] 1 [] Menambahkan pesan di menu utama
[] [] [] 1 0 8 [] 1 [] Copy memory SIM (menu phonebook)
[] [] [] 1 1 3 [] 1 [] Pilihan teknis (menu utama)
[] [] [] 1 0 1 [] 1 [] Slow (Frequency menu pen-cari)
[] [] [] 1 0 2 [] 1 [] Medium (Frequency menu pencari)
[] [] [] 1 0 3 [] 1 [] Fast (Frequency menu pen¬cari)
[] [] [] 1 1 9 [] 1 [] Mengaktifkan EFR
[] [] [] 0 0 4 [] 1 [] Mengganti Pin
[] [] [] 0 0 5 [] 1 [] Membuka blok menggu-nakan nomor PUK

Ponsel China
Seperti halnya ponsel branding, ponsel China juga memiliki kode rahasia untuk mengakses menu-menu rahasia. Ponsel China ini memiliki fitur seperti layar sentuh, dual kamera, dual sirh, dual baterai, dual charger dan fitur-fitur lainnya. Sebagian besar ponsel China memiliki software dan fitur yang sama, namun tampilannya saja yang terlihat berbeda.
1122, 3344, 1234, 5678 Kode default user
*#110*01# Mode teknis
*#987# Mode pabrik Factory mode
*#110*01# -> Device -> Set UART -> PS Config -> UART1/115200 Mengaktifkan port COM
*#987*99# Restore factory settings
*#369# Mengatur LCD contrast
*#800# software version
*#900# software version
*#0000# Send Mengatur bahasa standard
*#0044# Send Mengatur bahasa Inggris
*#001# Send Mengatur bahasa Inggris (firmware baru)
*#0086#, *#0886# Mengganti ke bahasa China
*#0084#, *#0966# Mengganti ke bahasa Vietnam