Thursday, December 16, 2010

Konektor Digital HDMI/HDCP, DVI/HDCP

Perkembangan teknologi begitu pesat..
Tanpa saya sadari, sepertinya saya tertinggal/tidak terupdate informasi ke dalam otak saya tentang teknologi konektor dalam Video.

Dahulu kita hanya mengenal tentang teknologi Analog. Sekarang kita lebih sering disuguhkan dengan kata-kata "DIGITAL".
TV Digital, Speedometer Digital, Jam Digital, Audio Digital, Video Digital, dll.
Konten digital menyajikan kualitas yang jernih dan bening dibandingkan analog. Disamping itu, digital juga mempunyai kelemahan dalam hal PIRACY. Kemudahan konten digital untuk dibajak lebih MUDAH dan MURAH. Makanya dahulu pas jaman belum ada digital, game bajakan dalam bentuk catridge dan video VHS tidak pernah ditemui bajakannya.

Oke, cukup sekian pembukaan dan flashbacknya tentang Konten Digital.
Langsung ke pokok cerita.

Kemarin ini saya lagi mao mengganti monitor saya ke 22 inch. Setelah berjam - jam browsing, tidak sengaja tercantol ke topik search saya di internet tentang connector digital DVI, HDMI dan konektor lawas D-Sub.

Supaya tidak bingung berikut kepanjangan dari masing2 singkatan diatas.

Digital Video Interface (DVI)
High Definition Multimedia Interconnect (HDMI)
High Bandwidth Digital Content (HDCP)

Hmm.. Ternyata setelah data mining (kalo harafiahnya, cari2 informasi), saya baru "ngeh" kalo HDMI adalah teknologi yang serupa dengan DVI-I atau DVI-D.
TV dan Monitor jaman sekarang sudah notabene support HD (720p) / Full HD (1080p). Harganya pun terjangkau, dan sekarang sudah pada menggunakan Plasma, LCD dan terbaru LED (LCD dgn teknologi backlighting LED).

Penjelasan tentang diatas gak mungkin saya jelaskan satu persatu karena tulisannya bisa panjang banget dan tidak ada habisnya.. lagipula topiknya tidak sesuai kalo dibahas disini. Hehe..

Dengan adanya konten digital tsb (HD dan Full HD) , tentunya dibutuhkan konektor digital. Nah konektor DVI dan HDMI inilah yang menjembatani antara konten digital dan perangkatnya.
HDMI adalah perbaharuan dari DVI dan serupa teknologinya , hanya saja dalam HDMI konten video dan audio disatukan (jadi tidak ada lagi tuh audio spliter yang jumlahnya 2, 4, 5, 7). HDMI sekarang sudah support sampai 7.1 audio (dulu sebelumnya hanya 2.1, 4, 5.1)
DVI sendiri menyajikan transfer rate yang sama dengan HDMI untuk video (besarnya saya tidak tau) tanpa adanya infomasi/data yg hilang, tidak terkompress, dan benar-benar real. Namun bukan berarti DVI maupun HDMI lepas dari error.
DVI hanya ditujukan untuk mengirim sinyal gambar. Awal perkembangan DVI juga diawali di PC/Komputer, yang notabene monitor hanya digunakan untuk menampilkan gambar. Sedangkan HDMI dikembangkan untuk TV Digital (yg mengeluarkan suara/audio) yang sekarang juga digunakan pada monitor-monitor PC yang juga bisa digunakan untuk TV (dikenal sbg Monitor TV)

Kalo diliat digambar ini : (Atas : DVI, bawah: HDMI)

Jelas sekali bahwa HDMI lebih baik dari segi ergonomis dan ekonomis. Teknologi HDMI juga semakin berkembang dengan releasenya versi 1.3 yang memberikan transfer rate lebih tinggi daripada DVI-I / DVI-D.
Memang teknologi konektor HDMI lah yang akan digunakan untuk kedepannya.
Namun bukan berarti DVI akan berakhir, karena sekarang ini (di PC) , masih VGA Card ber-konektor DVI yang masih digunakan (lambat laun pasti tergantikan).
Namun untuk TV Digital sendiri, sepertinya HDMI akan menjadi pilihan wajib yang harus dipunyai.


Nah untuk HDCP sendiri, ini adalah suatu teknologi yang HANYA TERDAPAT pada DVI ataupun HDMI. HDCP adalah suatu sistem proteksi pada alat elektronik (Tv / monitor ) untuk menanggulangi PIRACY pada konten digital. HDCP biasanya selalu exists pada perangkat elektornik tsb. Tidak terlihat oleh pengguna. HDCP adalah semacam security key sama seperti kita menginstall program/aplikasi pada PC. Cara kerja nya adalah mengirim sinyal balik berupa key kepada sinyal yang mengirimnya (Provider Konten Digital) yang mengenkripsi data sebelum dikirim ke TV pelanggan. Konon, katanya TV Tanpa adanya HDCP, dapat dipastikan TV / TV Monitor anda tidak akan dapat menerima siaran digital dr Provider anda (Correct Me If I'm Wrong / CMIIW).
Tapi setau saya, disini tidak diperlukan HDCP (kalo di US iya). CMIIW.


HDCP ini cukup menganggu untuk sebagian orang, karena anda jadi tidak dapat merekam konten digital dari TV kabel sehingga jika suatu saat anda ingin menonton kembali, anda tidak bisa merekamnya.
Namun apa dikata, manusia selalu berkreasi, maka selalu ada cara untuk meng-hack HDCP ini.


Sekian informasi yang saya dapat hari ini, semoga bisa menambah wawasan pembaca ^^

No comments:

Post a Comment